
💜💜💜💜💜💜💜
Ariella sedang serius memakaikan dasi, menunggu akan reaksi Carlson.
Dia menundukkan kepalanya, sehingga saat Carlson melihatnya hanya terlihat mulu matanya yang lentik.
Lalu Carlson mengangkat dagu Ariella menggunakan tangannya, Carlson langsung saja mencium istrinya itu.
Ariella kaget tapi juga tidak menolaknya, Dia malah juga membalasnya. Sehingga ciuman keduanya semakin ganas, panjang dan juga manis.
Setelah kehabisan nafas mereka baru melepaskannya, Tangan Carlson kini berada di wajah Ariella mengusapnya dengan lembut, kemudian berpindah ke telinganya.
"Oke"
jawab Carlson dengan suara rendah.
Wajah Ariella memerah, kemudian dia lanjut memasangkan Dasi kepada Carlson.
Setelah selesai ,ia mendongak dan mengerjapkan matanya dengan nakal.
Carlson tertawa melihat tingkah Ariella. Dia hanya menggelengkan kepalanya, kemudian dengan cepat mencium pipinya yang memerah.
"Terima kasih nyonya Carlson"
"Tidak perlu berterima kasih tuan Carlson" jawab Ariella sambil tersenyum.
-
Hari ini dia pergi bekerja, suasananya sungguh sangat berbeda.
Dia juga mendengar Manager Nisya sudah di pecat oleh Perusahaan.
Sekarang posisi Manager departemen bisnis kosong, semua orang menoleh menatap Ariella.
Mereka semua memanggilnya nyonya Carlson membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
Memang benar dia adalah Nyonya Carlson tapi di Perusahaan dia hanyalah Ariella.
Dia di panggil nyonya Carlson itu sama saja seperti meremehkan kemampuan kerja Ariella.
Dulu dia sengaja menutupi statusnya karna tak ingin terjadi hal hal seperti ini.
Hellen mendekati Ariella dan berbicara dengan antusias.
"Ariella meja manager bisnis sedang kosong, kamulah yang paling cocok untuk mengisinya"
__ADS_1
Sebenarnya jika untuk bersaing dengan kemampuannya dia sangat mampu untuk menduduki posisi manager.
Tapi sekarang dia tak bersemangat karena pasti orang mengira dia bisa berada di posisi Manager itu karena bantuan Carlson, bukan karena usahanya sendiri.
Hari ini di kantor dia sangat bosan karena banyak dari mereka datang menemui Ariella karna status Istri presdir. Semuanya membuatnya tidak nyaman.
Setelah pulang kerja dia tidak langsung pulang kerumah, tapi pergi ke studio menemui Puspita.
Melihat Ariella datang Puspita sangat antusias, dia menarik Ariella ke sebuah ruangan.
" Ariella pendapatan studio naik 2 kali lipat tahun ini, jika begini terus kita akan segera bisa membeli rumah dan mobil"
Mendengar hal ini tentu saja membuat Ariella juga merasa senang.
" Memang Nona Puspita memiliki kemampuan yang sangat bagus. kamu benar benar hebat"
"Lihat bagaimana kamu berkata untuk menyenangkan ku"
Puspita sambil memutar bola matanya, lalu Puspita lanjut berbicara.
" Ariella bagaimana jika kamu kembali dan kita melanjutkannya bersama, kemampuanmu dan kemampuanku bisa membuat studio gaun paling terkenal di kota ini" .
Memang impiannya adalah menjadi perancang busana pengantin yang paling indah di dunia.
Dia pernah bermimpi naik ke podium, memenangkan desainer terbaik di dunia .
"Ariella apa kamu masih ingat idolamu dulu, Ivan?"
"Tentu saja aku ingat, aku mengidolakannya sejak aku umur 17 tahun, aku menemuinya beberapa hari yang lalu"
"Apa?? kamu bahkan menemuinya?"
Puspita agak terkejut , lalu dia lanjut berkata.
" Itu tidak mungkin, bahkan aku meninggalkan nomer ponsel ku saat mengirim naskah desain milikmu, bagaimana mungkin dia mencarimu"
"Naskah desain apa?"
Ariella bingung ketika mendengarnya.
Puspita mengeluarkan info untuk dibaca Ariella.
" Dia baru saja ke kota ini untuk melakukan Lomba dalam skala kecil "
" Lomba apa?"
__ADS_1
Ariella memperhatikan hal dalam lingkaran desain. Bagaimana mungkin dia tidak mendengar dalam hal ini.
" Itu karena tak banyak media yang tau, aku sudah mencoba mengirim rancangan desain ku, tapi tak ada satupun yang di sukainya "
Ariella mengangguk
" Sayang sekali"
Puspita tersenyum
"Dia memang tak menyukai desainku, aku sedikit tidak rela, maka aku mengirim desain punya mu yang kamu rancang 3 tahun yang lalu, kau tau, dia malah begitu menyukai rancangan mu" .
Raut wajah Puspita menjadi agak kecewa.
" Katakan, rancanganku dan rancanganmu tidak jauh berbeda, tapi kenapa dia menyukai milikmu"
Ariella terkejut dengan apa yang di dengarnya.
" Rancanganku yang mana?"
"Gaun pengantin yang kamu rancang 3 tahun lalu untuk dirimu sendiri"
Puspita memperhatikan ekspresi Ariella.
" Ariella sekarang kamu sudah menikah, masa lalu biarlah tetap menjadi masa lalu, jadi tetaplah melangkah"
Memang kesempatan ini tidak boleh di lewatkan begitu saja, tapi dia tidak segera memberi jawaban kepada Puspita.
Dia harus membicarakan ini dengan Carlson dan mendengarkan pendapatnya.
Ketika sedang memikirkan Carlson, ponselnya berdering.
Tertera nama Carlson yang memanggil.
Ariella tertawa tanpa sadar.
"Tuan Carlson apa kabar?"
Hanya ada keheningan di seberang telpon dalam waktu agak lama
"Nyonya Carlson hallo"
"Kenapa kamu mencariku?"
Ariella sebenarnya ingin mengatakan apakah Carlson merindukannya, tapi dia malu untuk bertanya langsung.
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜