Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 47


__ADS_3

Ariella segera tersadar dan bergegas mengikuti tapi malah di hentikan oleh Daiva


"Ariella ada kami yang mengurus presdir ,kamu tidak perlu repot-repot, kamu harus pergi bekerja"


Mendengar kata-kata Daiva, Ariella sangat tidak nyaman sangat amat jelas bahwa dia di perlakukan sebagai orang luar.


Suaminya sakit tapi bahkan dia tidak bisa mendekat.


Hati Ariella tertekan seakan ada yang menampar wajahnya dengan keras.


Dia baru menyadari bahwa dia benar-benar tidak pernah masuk dalam kehidupan Carlson.


Latar belakang Carlson, Keluarga Carlson baginya seakan tidak bisa tersentuh, bahkan sekarang Carlson sakit saja dia tidak bisa merawatnya sebagai seorang istri.


Ariella menggigit bibirnya semakin ia berfikir hatinya semakin tidak nyaman.


Pertama karena khawatir kepada Carlson, kedua hatinya panik .


Mian-mian bisa merasakan bahwa Ariella sedang dalam mood yang buruk menyerusup ke dalam kakinya dan menggonggong beberapa kali untuk menghiburnya.


Ariella berjongkok dengan pelan membelai kepala mian-mian


"Mian-mian paman Carlson sakit tapi ibu tidak bisa merawatnya, apa menurutmu ibu sangat tidak berguna?"


Mian-mian menggonggong beberapa kali dan juga menjilat tangan Ariella menggunakan caranya sendiri untuk menghibur Ariella.


"Terima kasih mian-mian"


Ariella mengelus kepala mian-mian.


"sayang pergilah bermain, ibu akan bersiap-siap untuk bekerja"


Teknologi Inovatif sekarang banyak hal yang harus di pikirkan , masalah grup Primedia dan PT. Canic masih belum berhenti.


Carlson juga sakit, Ariella tidak bisa mengambil sebuah keputusan ,tapi dia bekerja dengan baik itu juga termasuk berbagi tanggung jawab dengan Carlson.


Akhir-akhir ini karena bisnis Teknologi Inovatif sedikit menurun, itu juga membuat suasana para staf sedih, mereka menjadi tidak terlalu bersemangat .


Ariella tidak tau apakah Carlson tidak bisa melawan grup Primedia atau dia sedang bertindak dengan diam mencari waktu yang tepat untuk bertindak.


Beberapa rekan kerja di kantor sedang mengobrol, ada juga yang hanya bermain sosial media, situasi seperti ini sangat memprihatinkan.


Ariella menghela nafas untuk menenangkan emosinya , membuka komputer untuk memulai pekerjaan.


Pertama-tama dia melihat beberapa profil client kemudian dia membuka satu persatu kontak mereka , melihat apakah ada kesempatan untuk bertemu dan kemudian membicarakan tentang proyek kerjasama.


Setelah beberapa saat melakukan panggilan pihak sana langsung menutup telepon dengan alasan sibuk yang membuat Ariella merasakan penolakan.


Sebagian besar waktu Ariella pagi ini dihabiskan dengan penolakan dan khawatir dengan penyakit Carlson.


Pada jam 10.00 pagi ada telpon dari Carlson , Ariella meraih ponselnya dengan sedikit gemetar.


Mendengar suara rendah dan serak Carlson di ujung telpon.


"Ariella kamu dimana?"

__ADS_1


"Bekerja di kantor "


Mendengar suara Carlson syarafnya yang dari pagi menegang tiba-tiba rileks.


Setelah Ariella mengatakan itu ,keheningan panjang di ujung telpon, Carlson tampaknya tidak berniat untuk mengatakan kalimat berikutnya.


Ariella menunggu, ketika akan berbicara kemudian Carlson berkata


" Kalau begitu lanjutkan bekerja"


"Carlson.."


Ariella memanggilnya, menggigit bibirnya.


"Apakah kamu sudah lebih baik?"


"Tidak akan bisa mati "


Suara acuh tak acuh Carlson terdengar di telinga Ariella, membuat Ariella merasa sedih dan juga sedikit marah.


Dia menggigit bibirnya dan sedikit marah berkata


" Baguslah bila tidak bisa mati yasudah aku akan lanjut bekerja"


"Ya"


Pria di ujung sana mendengus dengan acuh, terlebih dulu menutup telpon.


Melihat ponselnya menggelap membuat hati Ariella seakan di cengkram erat.


Ariella menatap layar ponselnya dengan fokus, layar ponselnya segera menyala ,kalj ini panggilan dari Daiva.


Daiva menelpon menyuruh Ariella segera bergegas ke rumah sakit Acess.


Rumah sakit Acess adalah rumah sakit swasta yang sangat terkenal , peralatan medis di sini lebih maju di banding Rs Rakyat di kota xxx dan tentu saja biaya disini sangat mahal.


Meskipun Ariella masih sedikit marah dengan Carlson tapi dia tidak mungkin mengabaikannya.


Ariella harus melihatnya baik-baik saja dengan kepalanya sendiri baru dia merasa tenang.


Setelah percakapan dengan Daiva selesai Ariella langsung izin pulang untuk membuat bubur sayuran.


Setelah demam harusnya memakan makanan yang tidak terlalu berat .


Ariella pulang dan langsung membuat bubur ,kemudian bergegas menuju Rumah sakit Acess sudah hampir menjelang siang .


Penjagaan Rumah sakit Acess sangat ketat, orang biasa tidak mudah masuk karena itu Daiva menunggu di luar sedari awal.


"Nyonya tadi pagi karena aku khawatir dengan keadaan presdir aku tidak terlalu memperhatikan tentang perkataan ku, mohon jangan masukan ke dalam hati"


"Tidak masalah"


Yabg Ariella perhatikan bukan soal Daiva ,yang ia pedulikan adalah Carlson ,sebagai istrinya ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia dan Carlson adalah suami istri, harusnya hubungan mereka yang paling intim tapi pagi ini dia merasa bahwa ia dan Carlson bukanlah apa-apa.

__ADS_1


Setelah 10 menit Ariella baru sampai di ruangan Carlson. Daiva berkata


"ini adalah bangsal presdir , aku tidak masuk "


Ariella mengangguk


"Maaf merepotkan mu"


Pintunya tidak di kunci Ariella melihat dari celah pintu .


Melihat seorang wanita paruh baya sekitar umur 50 tahun sedang membantu Carlson sedang menyiapkan makanan.


Wanita itu mengeluarkan makanan dari kotak makan yang indah dan meletakkannya diatas meja, setiap gerakannya begitu terampil dapat terlihat bahwa dia sering melakukan hal-hal ini .


Melihat sudah ada orang yang menyiapkan begitu banyak makanan untuk Carlson , Ariella melihat kotak makan yang dibawanya, secara tidak sadar menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


Tidak ingin Carlson melihat makanan yang ia siapkan begitu buruk.


Ariella segera mendorong pintu untuk masuk, wanita itu menoleh ke arahnya melihatnya sekilas kemudian matanya jatuh di kotak makan yang dibawa Ariella.


Bangsal ini ada 1 satu ruang tamu dan 1 kamar tidur , ruang tamu untuk istirahat yang didekorasi dengan sangat hangat , semua perabotan dan peralatan lengkap.


Ariella melihat wanita itu dan tersenyum


"Apakah Carlson di rawat disini ?"


Wanita itu memandangnya sebentar kemudian menunjukkan di dalam kamar


"Tuan muda ada di dalam kamar"


"Terima kasih "


Ariella mengangguk dan tersenyum dengan sopan kepada wanita itu ,meletakkan kotak makan di atas meja kemudian bergegas ke kamar untuk melihat Carlson.


Carlson yang menggunakan pakaian pasien sedang duduk di bersandar di ranjang rumah sakit.


Tangan kanannya di infus, tangan kirinya memegang koran.


"Carlson"


Ariella memanggilnya tetapi dia tidak mengangkat kepalanya seolah-olah dia tidak mendengar suara Ariella.


______


Guys kalian sudah vaksin belom?


kalau udah apa yang kalian rasain setelah vaksin?


gw rencana besok mau vaksin guys..


jaga kesehatan kalian yaa...


selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


tararengkyu.🥰

__ADS_1


__ADS_2