Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Eps. 12


__ADS_3

Anna dan Mo Lian Cheng.



[Disisi lain diruangn Anna di rawat].


Setelah Anna bangun dari koma, Anna terus dirawat rumah sakit. Dan 2 minggu pun berlalu. Mo Lian Cheng terus menemanin Anna layaknya seorang pasangan yang sedang memberikan perhatian penuh kepada sang kekasih.


Dan Anna pun berpikir


"Rumah sakit ini ditanggung olehnya, tapi selama perawatanku akhir-akhir. Apa dia tidak berkerja?".


Anna pun mulai bertanya kepada Mo Lian Cheng.


Anna: Mo Lian Cheng.


Cheng: Ada apa? Apa kau merasa sakit.


Anna: Tidak, Aku ingin bertanya kepadamu.


Cheng: Tanya lah yang ingin kau tanyakan.[mengupas apel]


Anna: Apa kau tidak berkerja.


Cheng: Setelah selesai mengurusmu aku akan pergi bekerja.


Anna: Ohh... Baiklah.


Setelah mereka berbicara. Dokter dan suster pun datang untuk memeriksa keadaan Anna. Dan Dokter berkata bahwa beberapa hari lagi Anna sudah boleh di bawa pulang. Setelah Dokter dan Mo Lian Cheng berbicara tentang kelanjutan keadaan Anna. Dokter dan Suster pun pergi.


Anna: Cheng, Aku merasa bosan disini dan aku ingin keluar mencari udara segar.


Cheng: Baiklah kalau begitu kau tunggu sebentar.


Mo Lian Cheng pun datang dan membawa kursi roda.


Cheng: Kemari. Aku bantu kau berdiri.


Mo Lian Cheng pun membantu Anna berdiri untuk memapahnya. Mereka pun keluar untuk berkeliling mencari udara segar di pagi hari.


Anna: Cheng terima kasih karena telah merawatku dan mau menemani ku berkeliling.


Cheng: Tidak masalah selagi kau bisa bahagia.


Anna pun tersenyum, dan berkata didalam hatinya "kenapa jantung berdetak kencang" sambil tersenyum.


Setelah mereka berkeliling cheng pun mengajak Anna ke kantin rumah sakit untuk mengajaknya makan.


Cheng: Kau suka makan apa?


Anna: Terserah, aku tidak pernah memilih makanan.


Cheng: Baiklah, tunggu disini dan jangan ke mana-mana, dan jadilah gadis penurut.

__ADS_1


Anna: Iya aku tau. [tersenyum]


Cheng pun ternseyum dan pergi memesan makanan. Setelah memesan makanan Mo Lian Cheng pun kembali. Dan dia melihat Anna yang berbicara dengan seorang anak kecil yang di dekatnya. Cheng pun datang menghampiri.


Cheng: Apa dia adikmu.[mendekat]


Anna: Aku tidak tau tapi dia terus berkata bahwa aku mamanya.


Cheng: Anak kecil di mana mamamu?.


Anak kecil: Dia mamaku.[menunjuk Anna]


Anna pun kaget dengan jawaban Anak itu. cheng pun tertawa. Tak lama itu pun Mama dari anak itu datang.


Mama robby: Robby, kamu jangan berlari-lari lagi.[mengambil dan menggendong]. Maaf jika Anak saya merepotkan.


Anna: Tidak apa - apa.


Mama robby: Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.


Robby: Dadah mama kecil.[melambai tangan]


Anna: Dah.[melambai dan tersenyum]


Mo Lian Cheng terus menatap Anna. Dan berfikir jika mereka mempunyai anak nantinya maka akan menjadi keluarga bahagia. Dan Anna pun heran kenapa Mo Lian Cheng terus menatapnya.


Anna: Kenapa kau menatapku?


Cheng: Apa kau suka anak kecil?


Cheng: Aku tidak menyukai anak kecil, karena mereka menyusahkan.


Anna: Lalu jika kau punya anak nanti apa kau akan bersikap begitu kepada mereka?


Cheng: Kecuali itu anak kau dan aku.


Anna: Kau ini...terus saja menggodaku.


Cheng: Hahaha...


Setelah mereka berbicara. Makanan pesanan mereka pun datang. Sebelum Anna makan Mo Lian Cheng memesan roti sandwich untuk Anna, dan memotong nya menjadi bagian kecil.


Anna: Aku bisa memotongnya sendiri.


Cheng: Makanlah dan jangan terlalu banyak bicara.


Mereka pun akhirnya makan (sarapan). Setelah mereka selesai makan, Anna merasa bosan.


Cheng: Apa kau sudah kenyang?


Anna: Iya aku sudah kenyang.


Cheng: Apa kau lelah?

__ADS_1


Anna: Tidak, aku masih ingin berkeliling.


Cheng: Baiklah, aku akan mengajakmu berkeliling dan setelah itu kau istirahat.


Anna: Oke. [Senyum ceria]


Mereka pun pergi berkeliling dan Mo Lian Cheng mengajak Anna ke teras rumah sakit untuk melihat pemandangan. Yaitu sebuah tempat yang sudah disiapkan jika suatu saat Anna merasa bosan diruangan. Dan Mo Lian Cheng membantu Anna berdiri untuk duduk di kursi.


Anna: Aku tidak tau kalau ada pemandangan di rumah sakit ini.


Cheng: Apa kau menyukainya.


Anna: Iya disini membuat ku nyaman dan tenang. Dengan hembusan angin melepaskan semua masa lalu yang menyedihkan, dan kembali membuka lembaran baru. Dan menjalanin hidup seperti angin yang berhembus halus dan berlalu tanpa haluan.[memandang Mo lian Cheng dan tersenyum]


Cheng: Anna, Aku ingin berbicara denganmu, dan sebelumnya aku minta maaf karena merahasiakannya itu karena aku tidak ingin kau merasa sedih, namun cepat atau lambat kau akan mengetahuinya.


Anna: Ada apa cheng?


Cheng: Sebenarnya...


Anna: Ada apa Cheng dan apa yang ingin kau katakan, jangan membuatku penasaran.[memegang tangan Cheng]


Cheng: Anna sebenarnya orang tua mu sudah meninggal pada saat dibawa kerumah sakit.


Anna: Enggak..., gak mungkin, kamu berbohong kan cheng, itu bohong kan cheng.[mata berkaca]


Cheng: Anna Maafkan aku, Aku tidak bisa menyelamatkan orang tuamu.


Anna: Nggak..., Mama papa pasti masih hidup.


Cheng: Anna tenang lah....


Anna pun menangis keras dan histeris mendengar kabar orang tuanya bahwa mereka yang sudah pergi meninggalnya.


Mo Lian Cheng pun langsung memeluk Anna yang sedang menangis. Seketika kenangan mereka yang indah pun pecah menjadi serpihan kaca dan itu adalah hal terberat bagi Anna untuk menghadapi dan menerima kenyataan bahwa orang tuanya sudah pergi meninggalkannya.


Cheng: Anna..., Menangis lah sepuasmu, selagi itu membuat mu merasa lega.[memeluk]


Anna: Cheng, aku tidak punya siapa-siapa lagi. Aku seorang diri dan aku tidak sanggup menghadapi dunia yang kejam ini. [menangis]


Cheng: Jangan bodoh aku akan selalu ada untukmu. [memeluk]


Anna:[memeluk cheng sambil menangis]


Cheng: Aku akan selalu ada untukmu dan menjagamu.


Anna pun terus menangis hingga pada akhirnya ia tertidur di pelukan cheng karena kelelahan akibat menangis. Mo Lian Cheng pun memanggil Luchas yang mengikutinya dari belakang dan menyuruh nya untuk membawakan kursi roda.


Mo Lian Cheng pun menggendong Anna untuk kembali keruangannya dan meletakkan Anna di tempat tidur pasien dengan sangat perlahan agar dia tidak terbangun, dan menyelimuti. Setelah Cheng ingin melangkah keluar tiba-tiba Anna terbangun dan menarik tangan Cheng.


Anna: Tinggal lah sebentar.


Cheng: Baiklah. [Membelai kepala Anna seperti anak kucing]

__ADS_1


Cheng pun duduk sambil memegang tangan Anna, dan tak lama kemudian mereka tertidur sambil berpegangan tangan.


Next (☞゚ヮ゚)☞


__ADS_2