Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 51


__ADS_3

Berbagai media besar bahkan gagal memotret Carlton ,bagaimana bisa berita yang begitu menarik ini tersebar dan lagi siapa yang berani-beraninya menyebar berita ini.


Keluarga Carlton adalah keluarga yang terkenal kaya dan elit sangat mementingkan etika jadi selama ini tidak pernah terdengar desas desus buruk tentang keluarga Carlton.


Keluarga itu benar-benar sangat rendah hati dan berkualitas ,tiba-tiba mendengar berita itu hati Ivander menjadi sangat bersemangat.


Jika berita itu benar maka ia akan menyuruh Yadi untuk mengirim kan beberapa wanita cantik kepada Carlton.


Tapi jika berita ini salah ,mengirim wanita sama saja mencela dirinya,salah-salah malah membuat masalah untuk dirinya sendiri.


Jadi sebelum memutuskan ini Ivander harus tau darimana berita itu berasal dan seberapa besar berita itu dapat di percaya.


Tentu saja Yadi tau keraguan Ivander,kemudian dia menginfokan yang sudah ia cari tau.


"Tuan Ivander ketika mendengar berita itu aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya"


"Lalu apa yang kamu temukan?" Tanya Ivander.


Ivander sangat berharap berita ini benar, alangkah baiknya jika dia mengirim beberapa wanita dan akan menggerakkan Carlton .


"Aku menyuruh orang untuk menyelidikinya lebih lanjut ,berita itu di keluarkan dari Acess Entertainment, secara khusus Pemeran utama (Polaris) yang menyebarkan berita itu"


Yadi mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan sebuah foto


"Ini adalah aktris bernama Polaris, baru-baru ini sangat terkenal "


Wanita di foto itu memakai make up yang sangat tebal, tidak memperlihatkan wajah aslinya tapi secara keseluruhan panca indera dia adalah seorang wanita yang cantik.


"Polaris mengklaim bahwa dia pacar dari Carlton ,awalnya orang berfikir bahwa dia hanya ingin panjat sosial ,tapi siapa sangka dia benar-benar mengeluarkan foto dengan Carlton, Latar foto juga sepertinya rumah besar keluarga Carlton di Amerika" ucap Yadi


"Cari foto lain dan perlihatkan kepadaku"


Ivander makin bersemangat.


Tadinya ia merasa seakan tenggelam tapi setelah mendengar ini dia bagai menemukan secercah harapan.


Yadi menemukan dua foto lagi


"Tuan Ivander lihatlah bukankah latar belakang foto ini sama dengan sebelumnya "

__ADS_1


Ivander meminta yadi untuk mengirimkan foto-foto ini ke komputer kemudian di zoom, rumah di foto itu tidak megah tapi memperlihatkan seperti rumah bangsawan yang sangat santai dan nyaman.


Foto ini sama dengan media sebelumnya yang membuatnya yakin jika rumah ini adalah rumah keluarga Carlson di Amerika.


Difoto itu tampak tampan dengan gen yang sangat bagus, sekitar umur 28 tahun seharusnya jika memang itu adalah Carlton.


Berbagai media besar tidak dapat potret Carlson, tidan disangka malah terkuak oleh seorang gadis kecil.


Tampaknya berita tidak bisa di palsukan , Ivander dengan bersemangat berdiri dan berkata


" Cari cara untuk memanggil artis yang bernama Polaris itu ,aku harus mengkonfirmasi secara pribadi dengannya "


Mereka ingin menemui Carlton tapi berkali-kali masih gagal ,sekarang setelah mendapatkan cara yang menarik Ivander harus menangkap peluang itu.


"Tuan Ivander ketika aku mendapatkan berita ini tadi malam aku sudah mengundangnya tapi nona ini sangat keras kepala sama sekali tidan bisa di undang"


"Tidak bisa di undang? seorang gadis kecil pun kamu tidak bisa mengundangnya, apakah aku sendiri yang harus mengundangnya?" jawab Ivander .


Yadi menyeka keringatnya


"Gadis kecil itu adalah orang Carlton kamu harus melihat situasinya"


"Kalau begitu aku akan pergi menemuinya secara langsung" ucap Ivander


"Kalau begitu aku akan mengaturnya"


setelah mengatakan itu dia berbalik untuk menyelesaikan hal-hal untuk atasannya.


Sebelum yadi pergi Ivander segera berkata


"Yadi tidak peduli berita itu benar atau tidak kamu harus lebih dulu menemukan beberapa wanita yang berwajah cantik yang berbeda pasti akan ada yang disukai oleh Carlton"


"Tuan Ivander tenang saja aku ahlu dalam hal ini, aku jamin yang aku pilih tadi adalah yang terbaik,nanti tuan bisa mencobanya terlebih dahulu"


Ivander meraih cangkir teh diatas meja dan melemparkannya kearah Yadi


"Kenapa ada orang seperti mu di sampingku?"


"Tuan Ivander bukankah kamu dulu...."

__ADS_1


kata-katanya masih belum selesai Ivander langsung menatapnya dengan tajam,yadi segera mengganti topik pembicaraan.


"Aku salah berbicara dalam hatimu hanya ada nama Ariella "


"Apa yang kamu katakan?"


Terlintas sebuah ide licik di pikirannya.


"Tuan Ivander apa yang ingin kamu katakan?"


Yadi dengan hati-hati bertanya


"Siapa yang sebelumnya bekerja sama? seperti apa wanita yang tidak pernah di lihat Carlton? Ketika kamu pergi untuk mencari orang gunakan nona Ariella sebagai standar"


"Tuan Ivander....".


Yadi masih ingin mengatakan sesuatu tapi dia sangat takut melihat tatapan Ivander.


Hanya berkata dalam hati, kecantikan nona Ariella makin di lihat makin menajubkan ,kemana dia bisa mencari wanita seperti itu. Bukankah atasannya ini ingin mempersulitnya.


Jika bukan karena tuannya ini sangat mencintai nona Ariella, mungkin dia akan menyerahkan nona Ariella dan tidak perlu lagi mencari orang.


Yadi tiba-tiba terkejut dengan pikirannya itu , dia melirik sekilas kemudian menepuk-nepuk dadanya sendiri untuk menekan ketakutannya.


Jika idenya ini diketahui oleh tuannya maka dia akan di kuliti, Yadi tidak tau jika idenya ini juga terlintas oleh Ivander.


Yang di pikirkan Ivander saat ini, di benaknya semuanya hanya Ariella.


Ariella yang dulu berpacaran dengannya, Ariella yang sekarang menikah dengan orang lain.


Ariella yang dulu di dalam hatinya di penuhi oleh Ivander.


Ivander sangat tidak rela kepada Ariella.


______


dah langsung aja jangan banyak cakap.


jangan banyak rewel

__ADS_1


vote dan tinggalkan jejak kalian.


follow me.thankyou


__ADS_2