Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 57


__ADS_3

Mata Carlson memicing ,kemudian berkata


"Masukan nomer itu ke dalam daftar blacklist,lain kali kamu tidak boleh menjawab telpon darinya,tidak boleh bertemu dengannya lagi"


Carlson khawatir dengan Ariella gadis bodoh ini, sudah di lukai begitu dalam tapi masih tidak bisa melupakannya. Jadi dia membantunya dengan tegas, memotong perasaan yang seharusnya tidak perlu ada di hatinya lagi.


Kata-kata Carlson terdengar sangat posesif.


Ariella membuka telponnya dan memasukan nomor Ivander ke dalam daftar Blacklist.


Setelah itu Ariella menyerahkan ponselnya untuk di lihat oleh Carlson.


"Ini sudah aku masukan kedalam daftar Blacklist, aku tidak akan menemuinya di kemudian hari".


"Hmmm"


Carlson menatap Ariella dengan pandangan mata yang sulit di artikan.


"Tadi aku lupa satu hal,sekarang aku ingin menambahkannya ,tidak tau apakah boleh?" ucap Carlson.


"hal..hal apa? Apakah perlu bantuan ku?"


Ariella tidak tau apa hal yang di maksud oleh Carlson.


"Sangat membutuhkan bantuan mu"


Carlson mendekat ke Ariella,sudut bibirnya melengkung ,langsung memegang kepalanya.


Ariella sedikit marah.


"Carlson permainan kekanakan seperti ini cukup dimainkan satu kali saja"


Ariella berfikir jika Carlson hanya pura-pura ingin menciumnya, ketika ingin melanjutkan berbicara, Carlson sudah menciumnya dengan kasar.


Bibir mereka saling mel*mat satu sama lain, nafasnya menyatu , Carlson menciumnya dengan posesif dan semakin kuat seperti ingin menelan Ariella ke dalam perutnya.


Ariella lemas,,tangannya menarik sudut pakaian Carlson , Ariella bersedia dibawa ke dunia yang baru , namun ciuman panas ini terhenti , Ariella masih dalam hangatnya ciuman sengit itu.


Carlson malah sudah melepas pelukannya, dan menyeka bibir Ariella dengan ujung jarinya.


"Aku harus melanjutkan pekerjaanku ,istirahatlah lebih awal"


Ariella tercengang butuh waktu untuk tersadar.


Apa-apaan orang itu setiap kali selalu seperti ini. Ariella akhirnya mengerti bahwa perkataan yang dia maksud tadi adalah tidak menciumnya ketika pulang dari perjalanan bisnis tadi.


Ariella mengatupkan bibirnya yang masih terdapat jejak Carlson, ia berfikir bisakah kehangatan mereka ini dapat terus berjalan tanpa batas.


Selama Ivander masih ada di kota xxx masalah perusahaan akan sulit di tangani, Ariella sangat takut jika hari-hari yang hangat ini akan dirusak olehnya.


Di dalam hotel kota xxx di suite room ,Ivander sangat marah hingga membanting ponselnya.


Kemarin malam Ariella bukan hanya menutup telponnya tapi juga memblacklist nomornya.

__ADS_1


Apakah dia tidak akan memberikan kesempatan sama sekali, seumur hidupnya apakah dia bisa melihat wanitanya menjadi milik Carlson.


'Tidak,,tidak,,tidak'


Ivander menjerit dalam hatinya ,dia tidak akan pernah membiarkan Carlson mendapatkan keuntungan darinya, dia pasti akan merebut Ariella kembali.


"Yadi...!!!"


Ivander berteriak ,kemudian dia baru ingat jika yadi di tangkap dan di penjara.


Dia bahkan tidak bisa membebaskannya.


Memikirkan ini membuatnya pusing.


Orang yang menggantikan Yadi masuk.


"Tuan Ivander apakah ada yang ingin tuan perintahkan?"


"Apa kamu sudah membuat janji dengan artis yang bernama polaris?"


Terlepas jika wanita itu adalah wanita Carlton atau bukan selama masih ada kesempatan kecil, maka Ivander akan tetap memanfaatkannya.


Pria yang menggantikan Yadi bernama Harmon .


Mark ayahnya yang mengirimnya untuk Ivander.


"Tuan Ivander orang itu telah berjanji untuk menemui kita ,tapi tempatnya di tentukan olehnya, kita hanya perlu perjalanan setengah jam untuk sampai disana"


Ivander melangkahkan kakinya kemudian pergi.


Dia sudah tidak sabar dan tak ingin membuang-buang waktu bertemu dengan Carlton, ingin membuat kerjasama secepat mungkin.


"Ivander"


Setelah sampai di lobby hotel, terdengar suara lembut memanggil namanya.


Ketika mendengar suara itu Ivander berbalik, dahinya berkerut ,kemudian berkata.


"Kondisi tubuhmu tidak begitu baik, tidak beristirahat di rumah ? siapa yang membiarkanmu berkeliaran disini?"


"Ivander"


wanita itu melangkah kearahnya ,mengangkat tangannya membantunya merapikan jasnya.


"Kamu pergi begitu lama,orang-orang dirumah sangat mengkhawatirkan mu,jadi ayah memintaku untuk datang menjagamu"


"Kamu tidak harus datang melayaniku, pergilah istirahat, aku masih punya urusan untuk di tangani" Ivander meraih tangannya .


"Ivander sebenarnya aku tau apa sebenarnya tujuanmu datang ke kota xxx ini"


Wanita itu tersenyum getir suara yang di keluarkan dari lebih lembut dan menyenangkan untuk di dengar dan ekspresinya juga sangat menyenangkan.


"Tau apa kamu?" kata Ivander dengan nada sedikit tegas, Ia selalu melihat bayangan Ariella di tubuh wanita ini.

__ADS_1


Ia selalu tidan tega jika berkata kasar padanya.


"Ivander aku tau aku tidak berguna, tidak bisa memberikan anak untukmu ,dan kita tidak bisa...."


Ketika berbicara sampai disini mata wanita itu bergelinang air mata dan meneteskan air matanya, terlihat sangat menyedihkan.


"Mengapa kamu menangis? aku tidak menyalahkan mu "


Ivander menunjukkan ekspresi tidak berdaya ,mengulurkan tangan dan memeluk wanita itu.


Wanita itu mendongak menatap Ivander.


" Ivander kamu adalah anak tunggal dan harus memiliki anak, maka cara apapun yang kamu lakukan aku bersedia membantunya"


"Elisa kamu....Apa yang kamu katakan itu benar? di jika wanita itu adalah..."


Ivander senang karena itu memang yang seharusnya.


siapa sangka jika Elisa selalu keguguran dan tidak bisa memiliki anak lagi dan tidak mampu memberikan keturunan untuk keluarganya.


Jadi jangan menyalahkan Ivander jika dia pergi mencari wanita lain untuk bisa memberikan keturunan bagi keluarganya.


Elisa masuk ke dalam pelukan Ivander.


" Ada beberapa hal jika kamu yang melakukan nya maka hasilnya tidak akan baik, jika aku yang pergi mungkin akan mendapat hasil yang berbeda , sifatnya itu aku yang sebagai kakaknya lebih tau dan lebih memahaminya"


"Maksudmu?"


Ivander tidak percaya bahwa apa yang dia pikirkan sama dengan apa yang ada di dalam hatinya.


Jika benar maka kesempatan untuk Ariella kembali ke padanya akan semakin besar.


"Aku akan meluangkan waktu untuk bertemu dengan Ariella" ucap Elisa.


"Elisa kamu sangat baik padaku"


Ivander memeluk Elisa erat-erat, seolah-olah yang dipeluknya adalah Ariella.


Ivander mencium dahi Elisa.


"Elisa selama kamu sukses membantuku mengenai hal ini aku akan memperlakukanmu dengan baik di kemudian hari"


_______


Guys nikmatin aja alur ceritanya,,kan udah gw kasih tau sebelumnya kalo novel ini ga sama kayak novel bucin yang lainnya.


ini adalah novel versiku oke..


dah vote dulu baru komen.


eh btw kalo ada salah nulis atau apa harap maklum soalnya abis ngetik ga gw koreksi lagi,,langsung gw ajuin.


setelah itu baru di di review ama pihak noveltoon .

__ADS_1


lolos baru di up sama pihak NTnya...


__ADS_2