
Hari pun berlalu seperti biasa. Namun, bedanya Anna menjadi pendiam dan tidak banyak berbicara. Mo Lian Cheng merasa sedih atas apa yang dia alami.
Sampai suatu ketika Mo Lian Cheng bertanya kepada Luchas hal apa yang di sukai perempuan. Luchas hanya tau kalau wanita suka Deposit, tas, barang-barang mewah, dan travel.
Dan pada saat Mo Lian Cheng melakukan hal yang dikatakan Luchas, Anna tidak menyukai barang-barang itu dan Anna hanya mengucapkan "Terima Kasih" dan diam.
Mo Lian Cheng merasa bingung bagaimana cara menghiburnya, ia pun menelpon Fara (Sekre.perusahan).
Presdir Cheng: Fara apa kau tau barang yang di sukai anak perempuan.
Fara: Apa presdir kita sedang jatuh cinta.[menggoda]
Presdir Cheng: seperti nya kau butuh liburan di india.
Fara: Haha...
Presdir Cheng: Cepat katakan atau aku akan memotong bonus bulanan mu.
Fara: Oke oke, Cukup mudah.. tapi sebelum itu. Boleh saya bertanya seperti apa perempuan presdir itu.
Presdir Cheng: Hmm kira- kira dia berumur 20 tahun.
Fara: Oh saya mengerti, biasanya untuk anak perempuan mereka lebih suka berbelanja dan jalan-jalan.
Presdir Cheng: Sudah ku coba tapi dia menyukainya.
Fara: Jika dia tidak suka bagaimana dengan memberikannya barang-barang imut.
Presdir Cheng: Barang-barang imut seperti apa?
Fara: Seperti boneka, biasanya jika seorang merasa sedih dia akan lebih cenderung sembuh dengan barang-barang imut.
Presdir Cheng: Baiklah, Jika itu berhasil aku akan menaikkan bonus mu.
Fara: Presdir yang terbaik.
Mo Lian Cheng pun mematikan telpon dan menyuruh Luchas untuk menjaga pintu agar tidak ada yang masuk. Presdirpun pergi ketoko boneka dan memilih boneka kelinci putih yang imutnya seperti gadis kecil.
Sebelum memilih, ada karyawan wanita yang mengagumi ketampanannya.
Karyawan wanita: pria sangat tampan, dia tipe ku.
Padas saat presdir cheng hendak membayar boneka itu tiba karyawan wanita itu meminta nomor telpon presdir namun presdir berkata bahwa ada seorangw wanita yang sedang menunggunya, karyawan wanita itu pun merasa patah hati.
Dan karyawan wanita yang lain pun berkata:" sungguh beruntung wanita, yang memilikinya".
Mo Lian Cheng pun pergi meninggalkan toko boneka, setelah tak lama kemudian presdir sampai dirumah sakit dan bergegas keruangan Anna, pada saat presdir hendak masuk ke dalam ia melihat Anna yang sedang duduk sambil mengupas apel.
Cheng: Hei.
__ADS_1
Mo Lian Cheng pun memberikan boneka Kelinci itu kepada Anna sambil tersenyum. dan berkata "Jangan bersedih lagi"
Anna: Bagaimana kau tau, kalau aku suka boneka.[senang]
Cheng: Apa kau menyukainya.
Anna: Iya.[tersenyum]
Tiba- tiba Cheng mencium dahi Anna dan wajah Anna merona.
Cheng: Jika kau suka, aku akan membelikan lebih banyak lagi untukmu.
Anna: Tidak usah.
Cheng: Kenapa..
Anna: aku menyukai boneka ini, jika kau membelikan lebih banyak aku akan kesusahan untuk bermain dengan mereka.
Cheng: Baiklah, aku tidak akan memaksa.
Mo lian cheng pun mengambil apel yang ingin Anna kupas. Dan menggantikan dirinya untuk mengupas.
Cheng: Biar ku bantu.
Anna: Terima kasih cheng, karena telah merawatku sampai sekarang dan maafkan aku karena menyusahkanmu.
Cheng: Tidak masalah, selagi kau merasa bahagia dan berada disisiku aku akan berusaha membahagia kan mu.
Cheng: Jangan khawatir, aku akan selalu berada disisimu.
Anna: Bagaimana kau tau apa yang aku pikirkan?
Cheng: Aku hanya menebak-nebak saja.
Anna: Cheng, jika aku sudah boleh keluar dari rumah sakit nanti. Mau kah kau menemaniku untuk pergi ke pemakaman orang tuaku.
Cheng: Baiklah gadis kecil, kau tidak perlu sedih karena masih ada aku disisimu.[mengelus kepala Anna]. Ini makan lah apelnya.
Anna: Terima kasih cheng.[merasa aman]
Mo lian cheng pun tersenyum dan memperhatikan Anna makan, dan Anna merasa tidak nyaman diperhatikan jika dia sedang makan. Walaupun itu sudah biasa dan sering kali cheng memperhatikan Anna makan namun Anna merasa kurang nyaman.
Cheng pun tersenyum sambil memperhatikan Anna memakan Apel. Tiba Anna menyodorkan apel kepada cheng namun cheng tidak mau. Dan Anna pun membuka mulut cheng dengan tangannya dan memasukan apel secara paksa.
Anna: Berhentilah menatapku.[kesal]
Cheng: Apa kau merasa malu di perhatikan pria tampan sepertiku.[membagakan diri] ( ´◡‿ゝ◡`)
Anna: Narsis.
Cheng: Anna..
__ADS_1
Anna: Ada apa?
Cheng: Anna aku menyukaimu. Apa kau juga menyukaiku.
Anna pun terkejut dengan jawaban Mo Lian Cheng.
Anna: Kenapa kau menanyakan itu.
Cheng: Aku hanya merasa takut jika kau pergi setelah sembuh nanti.
Anna pun memegang tangan cheng. Dan Membelai rabutnya.
Anna: Aku tidak akan pergi darimu.
Cheng: Apa berarti kau menyukaiku.
Anna: Walaupun aku menyukaimu tapi aku belum siap menikah dengan mu.
Cheng: Tidak masalah, aku masih bisa menunggumu.[bahagia]
Anna: Terima kasih.
Mo lian cheng pun memeluk Anna karena bahagia. Setelah Anna selesai makan apel, Anna pun merasa lelah dan ingin tidur. Cheng pun menyelimuti Anna, dan membelai rabut Anna.
Cheng: Semoga mimpi indah gadis kecil.[mencium dahi].
Satu jam pun berlalu, Anna terbangun dan melihat Cheng tertidur sambil memegang tangannya seakan-akan takut kehilang. Anna pun membelai rambut cheng dan cheng terbangun.
Cheng: kau sudah bangun.
Anna: Apa aku membangunkanmu?
Cheng: Tidak gadis kecil.
Anna: [tersenyum]
Cheng: Apa kau haus.
Anna: Iya.
Presdir cheng pun mengambilkan air minum dan memberikannya kepada Anna. Tak lama setelah itu dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Anna.
Dokter: Keadaan Nona Anna sudah membaik, besok dia sudah boleh pulang.
Anna: Terima kasih dokter.
Dokter: Baiklah, kalau begitu saya permisi.
Dokter dan suster pun pergi, dan cheng menyuruh Anna untuk kembali istirahat. Akibat di infus Anna sering merasa lelah, ia pun tertidur sambil memeluk bonekanya.
Next (☞゚ヮ゚)☞
__ADS_1