
Ketika mendengar suara itu semua orang menoleh ke belakang , melihat seorang pria memakai jas silver berdiri tegak di belakang mereka.
Dibalik kacamata berbingkai emasnya tampaknya tersenyum tapi senyum itu membuat orang yang melihatnya bergidik sampai ke tulang.
Membuat orang tanpa sadar mundur beberapa langkah ,yadi yang pertama tersadar.
"Oh kupikir siapa, ternyata presdir Carlson dari Teknologi Inovatif kebetulan tuan juga muda ingin menemuimu, kalau begitu kamu juga ikut pergi bersama kami"
Carlson bahkan tidak menatap Yadi sama sekali, berjalan ke arah Ariella dengan langkah elegan ,mengulurkan tangan dan mengusap kepalanya.
"Menyuruhmu untuk tidak keluar di malam hari selalu tidak patuh ,benar-benar harus di hukum'
Suaranya seperti biasa tidak aja lonjakan emosi sedikitpun,hanya ada sedikit untuk Ariella.
Pulang kerja tidak langsung pulang ke rumah ,sudah begitu larut masih keluar untuk jalan-jalan, lihat bagaimana aku menghukum mu nanti.
Setelah mendengar suara Carlson semua ketakutan dan kekhawatiran hilang dalam sekejap, dia mendongak dan tersenyum kepadanya. Pandangan mata bertemu dengan cukup lama.
Ariella baru teringat bahwa Carlson sedang dalam perjalanan bisnis, bagaimana bisa dia dia di sini , Ariella membuka mulut ingin bertanya.
Tapi Carlson malah mengangkat tangannya dan menempelkannya pada bibir Ariella.
" Jika ingin mengatakan sesuatu maka katakan nanti saat sudah pulang ke rumah "
Ariella diam mengangguk dengan lembut.
Melihat Carlson dan Ariella,,dan juga beberapa anak buah yang dibawanya melangkah mundur.
Yadi berteriak marah.
"Kalian semua cepat bawa pasangan ini untuk bertemu tuan Ivander".
Mungkin karena aura menekan Carlson yang begitu kuat ,anak buah yadi itu melihat dari jauh tapi tidak ada yang berani melangkah maju.
Tidak hanya anak buahnya yang tidak berani ,bahkan Yadi juga gemetar.
Tidak tau mengapa seorang Presdir dari perusahaan kecil bisa menekan dan membuat nyalinya menciut.
Padahal Carlson tidak melakukan apa-apa, tidak berbicara apa-apa, tapi auranya seakan memandang rendah mereka.
Carlson ini adalah presdir dari perusahaan kecil,apa yang harus di takuti, yadi berkata seperti ini tapi dia masih tidak punya nyali untuk mendekat.
Dia mulai menyesal, tadinya ia ingin membawa Ariella kepada Ivander tapi malah sekarang membuatnya kesulitan.
Yadi memandang Carlson, ia ingin membawa pergi anak buahnya tapi ia merasa malu ,mau menyerang pun langsung hilang nyali.
Bahkan Puspita yang biasanya bertempramen panas pun langsung tidak fokus , bagaimana bisa ada pria yang begitu tampannya di dunia ini. Dia menatap Carlson tanpa sadar menelan salivanya.
__ADS_1
Pria ini dibanding dengan foto,malah aslinya lebih tampan ,jika bukan pria Ariella mungkin dia sudah menerjang ke pelukannya.
Saat ini petugas patroli setelah menerima telpon langsung bergegas ke lokasi ,tanpa bertanya ,hanya melihat situasinya polisi sudah tau jika yadi adalah orang jahat itu.
Polisi itu berkata
"Karena kamu sangat suka membuat onar,ikutlah denganku ke kantor untuk meminum teh"
Yadi berkata dengan sombong
"Apa kamu tau aku orang siapa?kamu ingin membawaku untuk meminum teh kurasa kamu sudah bosan untuk bekerja lagi"
"Aku tidak peduli siapa kamu,kamu sudah membuat masalah di wilayah ku ,maka kau harus siap secara mental"
Polisi itu seorang pria muda yang tak kenal rasa takut ,tidak peduli dia orang siapa jika sudah jatuh ke tangannya,pertama-tama tangkap dan masukkan ke penjara,baru nanti akan diproses kasusnya.
"Tangkap lah"
Yadi mengulurkan tangannya agar mudah untuk di borgol
"sini sini sini tangkaplah kami, aku ingin melihat siapa nanti yang akan mendapat kesialan"
Orang yang ada dibelakang Yadi adalah Ivander, ketika berada di kota Kyoto yadi banyak membuat masalah,tapi karena dia adalah orang Ivander maka mereka akan melepaskannya.
Pusat Grup Primedia ada di Kyoto, kekuasaannya juga besar di sana.
Di kota ini primedia sama aja dengan perusahaan biasa ,jadi tidak mudah untuk membelanya.
Pemimpin tim polisi mengambil borgol dan memborgol yadi.
"Hey anak tua kita lihat siapa yang akab mendapatkan sial"
Polisi membawa yadi dan dengan cepat meringkus beberapa anak buahnya.
Ketika ingin pergi Pemimpin polisi itu dengan baik mengingatkan.
"Berwajah cantik seperti ini jangan keluar di malam hari ,jangan biarkan orang-orang ini mengingatmu".
Ariella benar-benar merasa malu,dan melirik Carlson sekilas,melihat wajahnya yang tenang seperti biasanya ,baru merasa Lega.
Ariella segera menarik tangan puspita
"Carlson ini adalah sahabat terbaikku dan juga satu-satunya yang terbaik , Puspita"
Carlson tersenyum dengan sopan.
"Nona Puspita,Hallo"
__ADS_1
Sekian lama tidak mendengar jawaban Puspita,Ariella menoleh menatapnya ternyata dia malah sedang melamun menatap Carlson.
Ariella benar-benar merasa malu mengapa Puspita bersikap seperti ini ,saat berada di hadapan Carlson langsung gagal fokus.
Ariella segera mencubitnya, Puspita langsung tersadar.
"Sial benar-benar sangat tampan".
Ariella terdiam,tiba-tiba dia menyesal telah mengatakan bahwa dia sahabat terbaiknya,dia harusnya pura-pura tidak mengenal gadis busuk ini.
"Kepribadian nona Puspita benar-benar sangat berani tidak heran kamu bisa menjadi teman yang baik dengan Ariella"
Sangat jarang Carlson bisa mengucapkan kalimat yang begitu panjang dengan orang yang baru di kenalnya.
Perilaku dari Carlson membuat ia merasa bahwa dia sedang mentertawakannya ,mengatakan bahwa sifat mereka sama jadi mereka bisa berteman.
Puspita segera berkata
"Tuan Carlson Hallo ,aku sudah lama mendengar namamu ,melihatmu hari ini ternyata lebih tampan dibandingkan di foto"
Carlson tersenyum
"Ariella sering menceritakan tentangku padamu?"
Puspita mengangguk
"Tentu saja dia tidak mudah berkencan dan aku juga satu-satunya sahabatnya ,jika dia tidak bercerita denganku dengan siapa lagi dia akan cerita"
"Dia memberitahumu bahwa kami sedang berkencan?"
Tatapan Carlson beralih ke arah Ariella yang sedang mencubit puspita ,melihat wajahnya yang begitu merah .
"Puspita kamu mabuk,tutup mulutmu dan jangan berbicara"
Ariella mencubit puspita dan kembali berkata
"Sudah larut aku akan mengantarmu pulang"
"Tuan Carlson apa kamu membawa kendaraan?"
Puspita mengabaikan peringatan Ariella.
"Jika ada maka tolong untuk mengantarku pulang,aku akan sekalian mengatakan apa yang diceritakan Ariella mengenaimu ".
Jika ingin Carlson mengantar Puspita pulang Ariella sama sekali tidak keberatan ,tapi ketika memikirkan puspita memiliki kemampuan untuk melakukan omong kosong hati Ariella menjadi panik.
________
__ADS_1
selamat membaca..
😁😁😁