
💜💜💜💜💜💜💜
Hellen ternyata dari awal sudah memperhatikan mereka.
Carlson dan Ariella menggunakan syal couple.
Hanya orang bodoh yang percaya jika mereka hanya kebetulan bertemu.Lindsey akhirnya mengerti maksud Hellen.
Ariella kini berlari ke tempat di mana terakhir kali ia dan Carlson berpisah.
Rasanya sudah tak sabar ingin cepat menemui Carlson.
Ariella sudah berkeliling sekali tapi belum juga menemukan Carlson.
Dia baru ingat kalau masih ada yang namanya ponsel.Buru buru dia segera menghubungi Carlson .
"Ada apa?"
Terdengar suara rendah Carlson di seberang telpon.
"Kamu dimana? aku baru sampai di tempat terakhir kali kita berpisah"
" Mengapa kau kembali?"
"Karena aku ingin pergi denganmu"
"Sudah tidak takut?"
Ariella menggigit bibirnya kemudian berkata.
"Bukankah ada kamu?"
Ya , ada Carlson. kenapa juga harus takut.
Carlson diam tidak segera menjawab.
Cukup lama tak ada jawaban membuat Ariella semakin gelisah.
"Kamu dimana?"
"Berbaliklah"
Mendengar suara Carlson, Ariella langsung membalikkan badannya.
Dia melihat pria tinggi dan tampan itu ada di depannya.
Melihat Carlson ada beberapa langkah di depannya, Ariella merasa lega.
Carlson berjalan menghampiri Ariella.
Kemudian menarik Ariella kedalam pelukannya.
__ADS_1
Carlson mengelus kepala Ariella .
'Aku terus berada disini' batinnya.
--
Dampak dari Primedia sangat mempengaruhi para karyawan. Bahkan sudah ada yang mencoba untuk mencari pekerjaan lain.
Tapi para petinggi Teknologi Inovatif malah terlihat damai damai saja.
Seolah tak ada masalah apapun.
Di ruang Direktur lantai 23, Carlson sedang berdiri memandang kota ini.
Teknologi Inovatif ini perusahaan lama, tapi perkembangannya sangat lambat.
Gedung ini berada di tempat strategis dan juga ada di tengah kota. Harganya juga sangat mahal.
Tapi karena ingin memiliki tanah ini, Grup Acess membeli Tanah berserta gedung ini dan isinya.
Tok tok tok.
Henry datang untuk melaporkan sesuatu.
"Direktur Carlson, Semua berjalan seperti rencana anda".
Banyak perusahaan telah membatalkan kontrak dengan Teknologi Inovatif.
karena tak perlu susah payah mengusir tikus tikus liar.
"Ya"
Carlson menjawab dengan singkat.
Henry masih mencoba menunggu perintah Carlson selanjutnya.
Namun kemudian Henry berkata.
"Apakah masalah Grup Acess yang telah membeli Teknologi Inovatif perlu di umumkan sekarang?"
"Umumkan" jawab Carlson tegas.
" Tuan Carlson, Ivander dari Grup Primedia ingin membuat janji temu dengan anda"
Carlson menoleh menatap Henry, dengan datar berkata.
" Semua orang dari Grup Primedia tidak ada yang ku temui, apakah kamu belum mengingatnya?"
Henry mengerti bahwa Ivander membuat sang presdir marah besar. Melawan Ivander bagi Carlson sangatlah mudah.
Dan Ivander itu sampai sekarang masih mencoba bertemu dengan Carlton.
__ADS_1
Tetapi dia tak tau bahwa dari awal dia sudah bertemu dengan Carlton.Malah dia sudah menyinggungnya.
"Polaris beberapa hari yang lalu menyebar rumor sembarangan tanpa bukti, mengatakan bahwa anda pecinta wanita. Dan Ivander kali ini sedang mencoba untuk mengirimi anda seorang wanita"
Mendengar nama adiknya di sebut ekspresi tenang Carlson berubah.
"Taruh beberapa orang untuk mengawasinya agar tak membuat masalah, jika nanti tertangkap oleh ku, ikat dia dan bawa pulang ke Amerika" .
Hanya gadis kecil itu yang mampu membuat masalah kepada presdir mereka.
-
Berita mengenai Grup Acess yang telah membeli Teknologi Inovatif kini sudah menyebar.
Para karyawan merasa sangat senang.
Bagaimana tidak, karena Perusahaan mempertahankan mereka.
Bahkan memberikan kesejahteraan bagi para karyawan dan meningkatkan sesuai kualifikasi mereka.
"Oh tuhan, ternyata perusahaan Teknologi Inovatif sudah diakuisisi oleh Grup Acess dari setengah tahun yang lalu, ternyata presdir Carlson adalah orang yang di kirim oleh grup Acess untuk memimpin Teknologi Inovatif"
"Ya ya, orang yang beruntung adalah kita, dapat bekerja di sini, dan lagi ada Grup Acess di belakangnya, tidak perlu takut lagi jika Primedia menggertak kita".
Ariella ikut mendengar mereka bergosip.
Dia juga merasa lega.
Sudah 6 bulan perusahaan ini di beli oleh Grup Acess.
Selain senang karena kesejahteraan karyawan terjamin, Ariella juga senang karena Ivander tak akan mengganggu Carlson lagi.
Ini benar benar berita bahagia, bahkan semua karyawan kini sangat bersemangat.
Ariella selalu melihat Carlson yang tenang dan santai ketika Ivander mencoba menghancurkannya. Ternyata karena ada Grup Acess di belakangnya.
Kini setelah semua di umumkan Ivander terlihat seperti seorang badut.
Dia malah menghancurkan rencananya sendiri yang ingin bekerja sama dengan Grup Acess.
Dikemudian hari di pastikan dia tak akan lagi bisa bekerja sama dengan perusahaan besar itu.
💜💜💜💜💜💜💜
hallohaa...aku sempetin up..
maap yaak kalo ada yg kurang.
soalnya ga aku baca ulang lagi.
thankyou and borahae.
__ADS_1