Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
bab 59


__ADS_3

Ivander menatap Eva dengan waktu yang lama, gadis muda ini harusnya tidak berani untuk bermain-main dengannya.


Ivander memberi isyarat untuk asistennya.


mengeluarkan cek dan menuliskan sebuah uang sebesar 1 milyar.


"Sekarang km bisa mengatakannya"


Eva dengan muka sok serius


"Carlton sebenarnya adalah orang yang sangat mesum, berita ini pernah mencuat tetapi segera di blokir oleh keluarganya"


"Apa yang pernah dilakukan aku tak ingin tau, yang aku ingin tau bagaimana aku bisa menemuinya dan juga wanita seperti apa yang ia sukai" jawab Ivander.


Eva kembali mendekat dan Ivander mundur, ia ingin sekali menutup hidungnya.


" Seorang pria tentu saja menyukai wanita cantik , dia akan menghadiri pesta amal malam ini


, kamu bisa menemuinya. walaupun dia adalah pria berkuasa dari grup Acess tapi dia tetap pria yang punya gairah, tetapi kriteria wanitanya terlalu tinggi"


sama sekali memberikan kesempatan Ivander untuk berbicara


" selain berparas cantik tentu juga harus beraura , jika tuan Ivander bisa menemukan wanita dengan kriteria seperti itu dan memberikannya kepada Cartlon maka sama saja dengan memasukkan banyak uang ke dalam kantongmu"


Eva mengatakan banyak kata tapi Ivander menangkap kata kunci yaitu makan malam amal dan wanita cantik beraura baik.


Memikirkan wanita cantik dan beraura, tanpa sadar Ivander memikirkan sosok Ariella, hanya dia yang masuk dalam kriteria tersebut


Walaupun Ariella tidak seceria dan sepolos yang dulu tapi sekarang dia sudah menjadi sosok dewasa dan semakin mengagumkan.


jika dulu ia di ibaratkan seperti bunga yg belum mekar , maka sekarang dia seperti bunga yang sudah mekar dan berduri.


Ariella yang seperti itu, yang begitu cantik dan dewasa sekarang bukan lagi miliknya.


Seharusnya Ariella hanya miliknya begitupun dengannya yang seharusnya milik Ariella.

__ADS_1


jika bukan karena desakan orang tua dan juga karena Carlson yang merebutnya semua tidak akan seperti sekarang ini.


Memikirkan hal ini Ivander mengepalkan tangannya dengan erat dengan amarah di wajahnya.


Sekarang dia sudah bukan lagi remaja yang


tidak berguna. sekarang dia tidak akan mau di tindas oleh orang tuanya dan bisa melindungi Ariella-nya.


Dia harus mendapatkannya, jika tidak bisa lagi mendapatkannya, maka hancurkan dia.


Ivander melonggarkan kepalan tangannya dan tersenyum menatap polaris


"Apakah kamu yakin Carlton akan menghadiri acara jamuan pesta amal?"


Eva tersenyum cerah namun juga mengerikan. Ia memperhatikan ekspresi Ivander, ia bisa melihat dibalik ekspresi Ivander seperti menyimpan kesengsaraan namun juga kelicikan.


Beda dengan Carlson ,walaupun dia suka tersenyum mengerikan tapi dibaluti dengan percaya diri.


Eva merasa jijik dan ingin segera pergi dari hadapan Ivander. Jadi dia segera menarik bibir merahnya, tersenyum dan berkata.


Mendengar penuturan Eva, Ivander pun berfikir bahwa ia juga pernah mendengar mengenai jamuan makan malam pesta amal ini, namun dia tidak mendengar bahwa Carlton dari grup Acess akan ikut berpartisipasi.


Jika benar seperti yang gadis kecil berambut kuning ini katakan, maka ia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Carlton dan membuat cara agar ia bisa bekerja sama dengan grup Acess.


Dia juga memikirkan untuk mencari wanita yang sesuai dengan kriteria presdir Acess itu, namun apakah Asisten bodohnya itu bisa menemukan wanita atau tidak.


Melihat Ivander tidak merespon dengan waktu yang lama, Eva pun bertanya dengan tidak sabaran.


" Tuan Ivander sebenarnya puas tidak dengan informasi ini"


Ivander menatap Eva sedikit lama, mencari apakah masih ada jejak informasi di wajah make up tebalnya itu, dia memikirkan lagi dan lagi.


Ivander pun berdiri dan berkata


" Jika begitu kamu makanlah jika semua informasi ini benar maka aku akan menambahkan sejumlah uang untukmu"

__ADS_1


"Tuan Ivander jangan lupa membayar tagihan makannya"


Eva sambil melambaikan tangannya dengan memegang cek.


ia tersenyum dengan sangat lebar.


setelah Ivander pergi, Eva ketawa senang sambil berputar-putar .


Carlton adalah pria kuno dan kolot, jelas- jelas terkenal dan juga seorang kaisar dalam bisnis.


tapi dia menjalani kehidupan yang sangat monoton dan membosankan.


Dia hidup lebih dari 20 tahun , punya pacar pun sudah 3-4 tahun lalu, itupun hanya bertahan 1 sampai 2 bulan saja. juga bertemu dangan kekasihnya hanya sekali duakali.


Makanya dia di tinggalkan oleh pacarnya karna terlalu sibuk hingga tak pernah menemui kekasihnya.


Eva curiga, apakah Carlton tidak tau bagaimana memuaskan kekasihnya.


Sehingga membiarkan calon kakak iparnya itu kekeringan dan mati.


Memikirkan Carlson ia jadi sangat sedih, jika dia tidak mau mengejar wanita, takutnya garis keturunan keluarga akan terputus di Carlton.


Alasan ia menyebar desas desus tengang Carlton itu demi keturunan keluarganya.


Rury yang sudah tak tahan pun berbicara


"Polaris , jika tuan muda tau apa yang kau lakukan, dia pasti akan mengikatmu dan mengirim mu kembali ke Amerika"


Ketika mendengar perkataan Rury, Eva malah manjadi marah


"Rury kamu masih bicara seperti itu, terakhir kali jika bukan karena kau yang mengatakannya, aku tak akan berakhir seperti ini"


" Polaris kejadian terakhir jelas-jelas kamu yang menyuruh untuk menelponnya, kenapa jadi menyalahkan aku"


kejadian terakhir adalah ulah polaris yang ingin menyebar rumor tentang Carlson , tapi gadis itu menolah untuk mengakuinya dan malah memfitnahnya.

__ADS_1


__ADS_2