
"Masalahmu itu juga masalahku, memang seharusnya aku membantumu"
Elisa tersenyum dengan lembut.
Ivander tertawa
"Karena kamu sudah datang, tinggallah disini dengan baik,tunggu sampai masalah ini selesai kita akan kembali ke kyoto bersama"
"Oke ,,aku mendengarkan mu"
Elisa mengangguk dan tersenyum.
"Kalau begitu aku akan mengantarmu" ucap Ivander.
Elisa menggelengkan kepalanya
"Bukankah kamu ingin mengurus sesuatu, jamu tidak perlu memperdulikan ku ,uruslah urusanmu terlebih dahulu, aku akan ke kamar sendiri"
Ivander memeluknya dan memberinya ciuman ,dan berkata dengan lembut
"Elisa kamu begitu perhatian ,bagaimana bisa aku tidak menyayangimu"
Elisa tersenyum lembut ,tangan kecilnya menepuk dada Ivander.
"Sebagai tunanganmu, menjagamu dan mengkhawatirkan mu itu sudah seharusnya"
"Aku akan menyuruh orang untuk mengantarmu keatas, kondisi tubuhmu tidak baik, jangan berkeliaran"
Elisa memandangnya dan berkata
" Aku ingin melihatmu pergi"
"Kalau begitu aku akan pergi dulu ,kamu juga cepatlah keatas"
Melihat punggung Ivander yang semakin menghilang, tatapan elisa yang lembut itu menghilang, kedua sisi tangannya mengepal sambil bergumam.
"Ivander aku bersamamu selama tiga tahun ,demi dirimu dan sampai aku keguguran, tapi kamu tidak pernah melupakannya, menurutmu apa yang harus aku lakukan"
Di Hotel bintang 5 kota xxx, Eva melihat menu makanan yang luar bisa mahalnya.
Dia memanggil pelayan dan memesan makanan dengan harga termahal sebanyak 10 jenis hidangan.
Rury yang ada di sebelahnya ingin membuka mulutnya beberapa kali ,tapi tidak jadi melakukannya.
Eva tau apa yang akan dia katakan , paling-paling
"Polaris kamu memesan beberapa makanan , jangan begitu,uang tuan muda di dapatkan tidak dengan cuma-cuma, berhematlah sedikit siapa tau dia bisa bekerja sama dengan mu untuk membuatkan drama terbaru"
__ADS_1
Eva sangat memahami orang-orang yang ada di sekitarnya, sebenarnya mereka adalah orang yang di kirim Carlton untuk mengawasinya , sama sekali tidak bisa disebut sebagai orangnya.
Ya sudah jika kakak dirumah yang kolot itu mengawasinya, ingin ikut campur masalah ini dan itu yang membuatnya tidak memliki kebebasan.
Dan lagi siapa yang ingin menggunakan uang Carlton, ia tidak ingin memakai uangnya karena dia masih marah dengan kakaknya itu.
Dia masih marah karena Carlton melemparkannya ke kolam renang ,hampir saja membuatnya mati tenggelam.
mengingat hal ini api di hatinya tidak padam.
Huh, ingin rasanya berkelahi dengannya dan membuatnya tidak berdaya.
Dia ingin kakaknya mengingat pelajaran ini, jangan berani lagi menindasnya lain kali.
Dia ingin membantah Carlton sebagai balas dendam, makanya dia menyebarkan gosip bahwa kakaknya itu pencinta wanita.
Dia ingin membuat gadis-gadis menjauh darinya, tidak ingin ada wanita yang menikah dengannya, maka dengan adiknya menyayanginya itu udah syukur.
Hanya saja Eva tidak pernah membayangkan dengan asal menyebarkan rumor,malah yang terpancing adalah tuan muda dari grup primedia yaitu Ivander.
Mengenai Ivander, eva langsung teringat dengan rivalnya yuma yang licik dan tidak tau malu, tuan muda grup primedia ini benar-benar sangat tidak tau malu.
Eva ingin memanfaatkan situasi ini.
Orang yang ia tunggu berjalan kearahnya .
Meskipun ia membenci Ivander di dalam hatinya tapi dia tidak menunjukkannya di luar , dia tetap tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Tuan Ivander disini"
Ivander menoleh dan mengerutkan keningnya.
Eva tau dia pasti risih dengannya , ia mengakui bahwa wajah ini di poles khusus olehnya , blush on nya terlalu tebal.
Eva sengaja berdandan seperti ini agar sedikit jelek, jika dia di sukai tuan muda grup primedia ini maka akan menjadi kesialannya.
"Kamu polaris?
Ivander menilai Eva ,ia tidak percaya jika Carlton memiliki selera yang seperti ini, jika di lihat malah seperti badut.
Eva tersenyum menaikkan alisnya
"Ya itu aku,, kenapa? melihatku seorang artis terkenal apakah ingin foto bersama?"
Ivander mendengus di dalam hatinya ,ia benar-benar tidak tertarik dengan artis ini , tidak perlu melihat badannya yang kurus ,melihat wajahnya yang memakai blush on tebal saja membuatnya tidak berselera.
Ivander secara langsung mengutarakan niatnya.
__ADS_1
"Polaris sekertaris ku seharusnya sudah memberitahumu apa tujuan ku bertemu dengan mu "
Eva melihatnya dan kemudian berkata
"Tidak berbicara sambil makan? Aku sudah memesan, setidaknya kamu membiarkanku untuk makan baru berbicara"
Ivander berkata
"Kamu bisa memberitahukan berita itu terlebih dahulu,kemudian kamu bisa makan dengan santai, lagian aku yang akan membayar semua tagihannya"
"Kamu yang membayar semua tagihannya?"
Eva mencondongkan tubuhnya lebih dekat dan menggelengkan kepalanya.
"Meskipun aku makan sampai mati kekenyangan itu hanya menghabiskan sedikit uangmu,kamu bersikap seperti ini ingin mendapat berita dariku?"
"Apa yang kamu mau? katakan saja"
Ivander mundur karena blush on wanita itu benar-benar menjijikkan.
Eva mengangkat tangannya dengan angka 1.
"kamu berikan aku segini, berita apapun yang kamu inginkan semuanya ada"
"100 juta?" tanya Ivander.
"100 juta? kamu kira aku mau meminta makan?"
Eva melambaikan tangannya di hadapan Ivander
"Ini adalah 1M"
"Kamu terlalu berani membuka mulutmu "
yang berbicara adalah Harmon yang ada di belakang Ivander.
"Tuan Ivander sebenarnya kamu yang membuat keputusan atau orang di belakangmu yang membuat keputusan"
Eva adalah orang yang tidak takut untuk membuat masalah ,selain Carlson dia benar-benar tidak takut pada siapapun.
Jika bisa bekerjasama dengan Grup Acess 1M ini bukanlah apa-apa ,masalahnya adalah apakah benar-benar gadis ini memberikan informasi yang bermanfaat.
_______
dahlah langsung baca aja jangan banyak cincong🤣🤣🤣🤣.
Ayo makan siang dulu biar ga lemes, biar kuat menghadapi kenyataan.
__ADS_1