Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Eps. 30


__ADS_3


Malam pun tiba, tepat di pukul jam 7 malam. Sesuai dengan janji mereka. Jennie dan yang lain telah sampai di rumah sakit, tapi Dila belum juga sampai. Dengan terpaksa dan berberat hati Tina menelpon Dila.


Dila: Halo..


Tina: Kamu dimana? Kami sudah sampai!


Dila: Aku ada di dekat rumah sakit, tapi aku tidak berani untuk masuk.


Tina: Jika kau ingin menebus kesalahan mu maka cepat kemari, jika tidak kami akan meninggalkan mu dan kau akan menebusnya sendiri.


Dila: Ba..baiklah.


Tina mematikan telpon nya, dan Dila merasa takut dan hampir membuatnya mati lemas. Setelah beberapa menit berlalu Dila datang, tanpa basa basi mereka langsung pergi keruangan Anna. Pada saat sampai di sana, pengawal yang ada di depan menghadang Dila untuk masuk karena tidak di berikan izin, karena ini hal yang cukup penting, mereka akhirnya berdebat dan bersi keras untuk membawa Dila bertemu dengan Anna.


Tepat pada saat itu, Mo lian cheng tidak ada di rumah sakit karena Mo lian cheng pergi keluar untuk membelikan Anna cemilan dengan tangannya sendiri.


Karena Anna mendengar hal itu Anna mencoba untuk turun dari kamar pasien, dengan susah payah dia berjalan dan menggerakkan kaki yang masih terasa lemas. Anna tetap menguatkan diri dan membawa infus sambil berjalan keluar.


Pada saat membuka pintu Anna terkejut melihat teman-temannya yang sedang ribut di luar. Pengawal terkejut melihat Nona Anna.


Pengawal: Nona, Anda belum sembuh kenapa anda keluar dan berjalan.


Anna: Aku hanya ingin melihat apa yang terjadi.


Pengawal: Maaf kan say Nona, karena telah membuat anda merasa berisik dan tidak nyaman.


Anna: Tidak apa-apa.


Teman- teman yang melihat Anna sudah bisa berdiri langsung menghampiri. Satu persatu dari mereka menghampiri Anna sampai suatu ketika Anna melihat Dila. Walaupun Anna merasa kecewa dan tidak ingin bertemu, tapi Dila tetap temannya karena Anna tau kalau Dila melakukan itu karena suatu hal.


Jennie: Apa kau masih merasa tidak enak badan, kalau memang benar kita ke dalam saja.


Anna: Baiklah.


Mereka semu masuk ke dalam ruang namun Dila masih tetap di luar dan tidak beranjak masuk.

__ADS_1


Anna: Apa kau tidak ingin masuk? (senyum).


Teman-teman yang melihat Anna yang begitu berbaik hati. Dan teman-teman yang lain merasa bahwa jika suatu hal ini terjadi pada mereka, mungkin mereka tidak akan berbaik hati seperti Anna.


Dila akhirnya masuk ke dalam ruang.Dan Stella, Jennie, Tina membantu memapah Anna berjalan dan tidur di tempat pasien.


Anna: Kenapa kalian datang kesini?


Jennie: Itu kar..karena..


Anna: Ada apa.


Stella: Dila ingin meminta maaf pada mu.


Dila: Anna, ak...aku tau aku bersalah karena telah melukai mu, sebenarnya aku merasa iri pada mu karena setiap keberuntungan selalu memihak kepada mu. Aku hanya merasa bahwa aku terlalu egois untuk semua hal, aku telah merenggut kebahagiaan terbesar mu. Aku sekali lagi minta maaf untuk semua ini.


Anna: Apa maksudmu kebahagiaan besar?


Dila: Seb...sebenarnya aku tidak bermaksud mencelakakan orang tua mu, tapi keluarga ku terpaksa melakukannya karen ancaman seseorang.


Dila: Anna, aku hanya ingin memberitahu mu bahwa ada seseorang yang ini membunuh keluarga Kim.


Anna: Katakan siapa orang nya?


Dila: Aku tidak tau jelas siapa dia, tapi yang pasti keluarga ku di ancam dan harus melakukan hal itu.


Tak lama setelah itu Mo lian cheng masuk dan terkejut melihat Dila.


Cheng: Kenapa kau masih berani menampakkan dirimu di hadapan ku? Apa kau bosan hidup.


Cheng: Pengawal!!! bawa orang ini keluar.


Anna: Cheng, jangan melakukan hal itu.


Cheng: Aku hanya tidak ingin melihatnya lagi.


Anna: Ku mohon tenanglah jangan membuat keributan, sudah cukup bagi ku melihat kalian bertengkar karena ku. Jika memang ke hadiran ku membuat kalian semua menjadi jauh satu sama lain, lebih aku mati saja di waktu kecelakaan itu.. Tapi kenapa aku masih hidu....Kalian semua membuat ku bingung...(menangis)

__ADS_1


Jennie: Anna...


Anna: Aku merasa hancur, aku hanya tidak ingin orang terdekat mu pergi dan berpisah.(menangis). Walaupun Dila menyakitiku aku sudah memaafkannya. Tapi kalian malah membuat ku sulit. Aku minta kalian pergi lah dari hadapan ku. Dan jangan ganggu aku. (menangis).


Mereka yang melihat Anna sedih, langsung keluar dan berpamitan kepada Anna karena tidak ingin mengganggunya. Cheng juga ikut keluar dan tidak mengganggu Anna sama sekali. Setelah beberapa menit kemudian Cheng melihat bahwa Anna terus menangis, tanpa suatu ketika Cheng mencoba untuk masuk dan melihat Anna yang sudah tertidur. Cheng langsung menyelimuti Anna dan mencium dahinya sebagai ucapan selamat malam.


1 minggu pun berlalu, pada saat Anna telah sembuh dan sudah bisa berjalan. Dan dokter mengatakan bahwa Anna sudah bisa di bawa pulang. Mendengar kabar itu Anna terlihat sangat senang, Mo lian cheng langsung pergi mengurus uang pembayaran rumah sakit. Dan Anna sedang siap-siap membereskan barang-barangnya dan tak tertinggal boneka kelinci putih yang diberikan Mo lian cheng. Setelah selesai mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


Pada saat di perjalanan Anna merasa lapar. Mo lian cheng mendengar perkataan Anna bahwa dia lapar, Mo lian cheng langsung membawanya ke sebuah restoran yang ada di pinggir jalan. Setelah sampai dan memarkirkan Mobil, Mereka langsung masuk dan duduk. Tak lama setelah itu pelayan pun datang.


Pelayan: Permisi tuan, Ini daftar menu nya dan apa yang ingin Tuan dan Nona pesan?


Cheng membuka menu, dan ia melihat-melihat daftar yang ada.


Cheng: Kami pesan sandwich dan salad. Dan sebuah Jus,untuk Nona ini.


Anna: Cheng...aku bukan hewan yang terus makan sayuran, itu membosankan.


Cheng: Kau harus cepat sembuh, dengan memakan sayuran tubuh mu akan cepat membaik


Anna: Tapi aku bukan hewan.


Anna: Tuan, saya ingin memesan beberapa daging panggang dan pizza yang di campur dengan sayuran.


Pelayan: Baiklah, Dan Tuan ingin memesan apa?


Cheng: Jika memang begitu, kami akan memesan semua menu yang ada di sini.


Pelayan: Baiklah, kalau begitu mohon tunggu sebentar.


Pelayan pergi ke ruang masak dan memberikan catatan. Setelah satu jam lamanya untuk menyiapkan semua pesanan yang ada. Para pelayan langsung membawakan semua menu makanan yang ada. Anna merasa terkejut dan tertawa senyum melihat karena perilaku Mo lian cheng yang seperti ke kanak-kanakan.


Mereka berdua akhirnya makan bersama, setelah beberapa waktu makanan itu tidak di habiskan karena mereka telah kenyang.


Pada saat telah selesai makan, Mo lian cheng pergi meninggalkan sebuah uang dan tip di atas meja. Mereka langsung pergi meninggalkan restoran. Dan kembali ke sebuah apartemen Mo lian cheng.


Next (☞゚ヮ゚)☞

__ADS_1


__ADS_2