Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 84


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Madona melangkahkan kakinya menuju Ariella berbicara dengan pelan dan sombong.


"Ariella aku sudah pernah berkata, berapapun harganya aku tak akan membiarkanmu terlihat baik".


Ivander dan Elisa ,mereka bisa menyakiti Ariella karena Ariella pernah menyayangi mereka. Tapi Madona bukanlah siapa siapa, dia tidak layak untuk menyakitinya.


Ariella mendengus kemudian menampar wajahnya. Tamparan Ariella meninggalkan bekas di wajah Madona.


Madona memegang pipinya dengan Marah.


"Pelacur busuk, kamu berani memukulku?"


Plakk


Ariella kembali menampar Madona.


Mendapat dua kali tamparan Madona bertambah emosi.


"Sialan kau Ariella"


Madona menerjang dan menjambak rambut Ariella dengan kencang.


Ariella menahan sakit dengan menggertakkan giginya.


Dia melihat sekeliling. Madona lebih pendek darinya tapi Madona memakai heels yang cukup tinggi.


Mereka saling menjambak, namun kemudian Madona terhuyung ,sebelum dia jatuh dia menarik Ariella hingga dia ikut terjatuh.


Untungnya Lantai di lapisi dengan karpet sehingga ketika jatuh tidak terlalu sakit.


Madona berdiri dan berkata


"Di sini banyak wanita yang sudah menikah bukan? pasti ada yang berselingkuh , apa kalian tidak membenci wanita yang menjadi selingkuhan ini? Dulu dia merayu kakak iparnya dan sekarang dia merayu Presdir Carlson yang sudah memiliki istri , di kemudian hari dia akan merayu suami kalian"


Madona tau dia tak bisa melawan Ariella sendirian , maka dia membuat sesuatu yang membuat Ariella menerima kemarahan publik.


Benar saja mereka langsung mengumpat Ariella.

__ADS_1


"Benar benar tidak tau malu, pergilah,, dasar selingkuhan"


"Selingkuhan pergilah, dasar wanita murahan".


Dan masih banyak lagi hinaan dan makian yang ia terima.


Kaki Ariella terkilir ketika jatuh tadi, dia mencoba berdiri beberapa kali baru bisa.


kaki kirinya sangat sakit ,maka segala beban di tumpu dengan kaki kanannya.


Kejadian ini benar benar sama dengan kejadian tiga tahun yang lalu, dan dia hanya bisa melihat orang orang itu memakinya dan dia tak bisa melakukan apa apa.


"Daiva apa yang terjadi?".


Tiba tiba terdengar suara rendah tapi menusuk, mereka menoleh ke arah Carlson yang jalan di depan di ikuti Henry dan Daiva di belakangnya.


Mendengar suara Carlson Ariella segera merapikan rambutnya. kemudian mendongak, ia tak peduli bagaimana pandangan Carlson terhadapnya , Ariella hanya tak ingin kehilangan muka.


Madona dan Nisya saling pandang, sudut bibir mereka naik tanpa sadar.


Melihat Carlson yang sudah datang maka ini saatnya membuat pertunjukkan.


Carlson seperti biasa memakai setelan jas abu abu perak, wajahnya tenang dan langkahnya masih elegan seperti biasanya.


Mereka melihat Carlson yang berjalan serta membukakan jalan. Namun tatapan Carlson hanya tertuju pada Ariella yang saat ini sedang mengepalkan tangannya.


Bibir Ariella yang pucat itu di paksakan tersenyum.


Jelas jelas jika Ariella tersenyum tapi Carlson dapat melihat kesedihan dan juga luka di matanya.


Ariella juga sedang menatapnya, tidak lebih tepatnya melihat ke arah datangnya Carlson tapi pandangannya tidak fokus ke Carlson.Saat ini Ariella sedang takut.


Carlson sudah berada di sisinya memanggil namanya dengan lembut.


"Ariella"


"Hmmm"


Dia menjawab tapi tidak berani menatap Carlson.

__ADS_1


"Kamu memiliki aku"


Carlson menyentuh wajah Ariella kemudian mencium keningnya dan dengan lembut berkata


"Ariella lihat aku".


Sudah tak terdengar suara kebisingan, kini semua mata tertuju pada mereka. Sebenarnya apa yang sedang terjadi.


"Presdir Carlson lihatlah ke layar, lihatlah hal hal yang pernah dia lakukan sebelumnya, anda akan tau wanita seperti apa dia"


Madona berkata dengan nada ketidak sukaan.


Carlson menoleh ke sumber suara, tatapan matanya dingin.


"Henry" .


Mendengar suara Carlson ,Madona seketika langsung mundur, dia merasa takut dengan aura yang di keluarkan oleh Carlson.


Henry segera maju


"Presdir apa yang terjadi hari ini saya akan menyelidikinya dengan jelas, nama baik nyonya tidak boleh di kotori oleh orang orang kecil seperti mereka"


Nyonya??


Semua orang mendengar kata nyonya, jadi Ariella adalah...


Semua orang melebarkan mata mereka.


Ingin mendapat kepastian apakah istri yang sering di bicarakan Carlson sebenarnya adalah Ariella.


Ariella menatap Carlson , dia ingin menunjukkan senyumnya tapi malah air matanya keluar tanpa bisa di tahan.


Melihat air mata itu hati Carlson merasa sakit, kemudian dia menundukkan kepalanya dan mencium air mata Ariella.


Tapi semakin dia menciumnya, tangisan Ariella semakin deras dan baru berhenti setelah sekian lama.


💜💜💜💜💜💜💜


Jakarta Hujan guys.

__ADS_1


__ADS_2