
💜💜💜💜💜💜💜
Mendengar suara Carlson, Ariella kembali mengingat perkataan Elisa dan membuatnya tertawa.
"Ada apa?"
" Tuan Carlson barusan ada yang mengatakan padaku kalau benda milikmu itu sangat besar dan ganas" ucap Ariella dengan ketus dan tertawa.
Mendengar hal ini Carlson tau jika Ariella baru saja bertemu seseorang dan mengatakan hal yang tidak tidak tentangnya . Takut Ariella akan percaya maka Carlson dengan cepat menjelaskan.
"Aku tidak,aku...."
"Aku hanya bercanda" potong Ariella sebelum Carlson meneruskan ucapannya. Lalu dia tertawa.
"Carlson aku percaya padamu".
Ariella akan selalu percaya apa yang di katakan dan di lakukan oleh Carlson, lagipula jika memang benar pernah terjadi, itu hanya masa lalu, dan dirinya adalah masa depannya.
Mendengar ucapan Ariella membuat Carlson bernafas lega. Ariella tertawa mendengarnya.
"Tuan Carlson, Nyonya Carlson ingin mengajakmu berkencan, apakah kamu mau?".
"Hmmm" jawab Carlson.
"Jawabanmu ini berarti iya atau tidak?".
Ariella tau Carlson sudah mengiyakan, tapi Ariella hanya ingin membuat Carlson lebih banyak berbicara.
"Iyaaa"
"Sarangan, Aku akan pergi duluan, nanti kalau kamu sudah tidak sibuk, kamu nyusul ya".
Setelah selesai menelpon, Ariella langsung bersiap, dan memanggil taksi untuk pergi ke tempat wisata sarangan.
Sarangan adalah tempat pariwisata paling terkenal di kota ini, ada banyak pengunjung yang datang setiap harinya.
Namun kebanyakan mereka pergi ke daerah utara, mereka tak tau jika di selatan ada pemandangan yang sangat bagus.
Di bagian selatan tempat wisata ini sedang akan di kembangkan, banyak tumpukan salju disana, dan lagi disana ada danau es.
Memang benar tidak boleh masuk ke area itu, tapi Ariella mengetahui jalan rahasia untuk bisa masuk ke dalam.
Dulu Ariella sering datang kesini sendiri sambil membawa kanvas dan menggambar di dekat danau es.
Ariella sudah sampai di pintu masuk tempat itu, seperti dugaannya bahwa akan banyak wisatawan yang datang.
Tak lama Carlson juga sudah datang, selamanya dia hanya memakai setelah jas abu abu perak, entah karena suka dengan warnanya atau memang malas menggantinya .
__ADS_1
Karena cuaca sangat dingin, dia memakai coat warna hitam panjang, terlihat menawan dan anggun disaat bersamaan.
Ariella langsung melihatnya, kehadirannya menjadi pusat perhatian, banyak dari mereka yang terpesona dan membicarakannya.
Sama dengan Carlson ,dia langsung bisa menemukan dan melihat Ariella.
Penampilan Ariella juga menarik perhatian para pria, hanya saja dia tidak menyadarinya.
"Tuan Carlson, nyonya Carlson di sini" Ariella tertawa sambil melambaikan tangan kearah Carlson.
Dia sengaja mengatakan itu agar wanita di sekitar tau bahwa pria ini adalah miliknya,
Carlson berjalan ke arah Ariella, pandangan yang tadinya dingin berubah lembut ketika bertemu dengan istrinya itu.
"Dingin?"
"Tentu saja dingin" jawab Ariella nakal sambil mengerjapkan matanya kearah Carlson.
Udara memang sangat dingin, mengingat ini adalah musim salju, tapi karena ada Carlson dia tidak merasa dingin lagi.
Carlson yang ingin melepas coatnya segera di tahan oleh Ariella. Dia masuk ke dalam pelukan Carlson.
"Kamu peluk aku begini saja, aku tidak akan kedinginan lagi".
Carlson membalas pelukan Ariella dengan erat dan mengecup dahi Ariella.
Ariella mendongak menatap Carlson lalu mencuri ciuman bibir Carlson.
Carlson menatap Ariella dan menciumi wajahnya.
" Apakah begini sudah lebih baik"
"Haaa?? Apa?"
Mengapa perkataan Carlson agak sedikit aneh.
"Ariella"
"Hmmm?"
Ariella menatap Carlson sambil mengedip ngedipkan matanya, terlihat sangat lucu.
"Wajahmu saat tertawa sangat cantik"
Ariella yang seperti itu terlihat terang dan energik. Ini pertama kalinya Carlson mengatakan hal ini membuat Ariella tersipu malu.
"Kamu juga sangat tampan saat tertawa"
__ADS_1
wajah Carlson biasanya sangat datar, mungkin hanya sekitar 2 kali dia melihatnya tertawa.
Carlson saat tertawa membuatnya jauh lebih tampan dan mempesona, siapapun akan tenggelam didalamnya.
Ariella menarik tangan Carlson
"Ayo aku akan mengajakmu ke tempat rahasia"
Carlson tidak mengatakan apapun ,hanya mengikuti Ariella, kemanapun mereka pergi, sekalipun itu adalah tempat berbahaya, dia akan lalui asalkan dengan Ariella.
Dia akan menemani Ariella sampai akhir.
Mereka sudah berjalan sangat jauh, semakin ke pinggiran namun Ariella tak mendengar suara Carlson sepatah katapun.
Ariella mendongak menatap Carlson.
"Carlson kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak ingin tau dan tidak bertanya aku ingin membawamu kemana"
"Selama tempat itu adalah tempat yang ingin kamu kunjungi aku akan mengikuti mu".
"Apakah kamu tidak ingin tau?" jawab Ariella dengan tidak puas.
Jika Ariella tidak bertanya, Carlson juga tidak akan berbicara, ia hanya akan diam mengikuti kemanapun Ariella membawanya.
Jemari mereka bertautan , selama perjalanan saling bergandengan tangan, melewati jalan kecil hingga ujung, dan melewati bukit bukit kecil.
Akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, didepan sudah terlihat danau es.
"Lihatlah danau itu es itu, bahkan kita masih bisa melihat rumput di bawah bongkahan es, seolah ada kehidupan dalam kebekuan, dan kita akan lebih cantik saat musim semi datang"
Mata Ariella berbinar dan sedikit meloncat, tangannya menunjuk kearah danau es itu, tanpa melihat reaksi Carlson.
Dia mendongak menatap Carlson.
"Apakah menurutmu ini tidak indah?"
"Tidak, sangat indah"
Namun keindahan ini tidak sebanding dengan kecantikan orang yang ada di sampingnya. Kecantikan Ariella sangat sulit di jelaskan, namun ketika melihat dan merasakannya dapat membuatnya tenang dan bahagia.
Carlson pernah pergi ke berbagai tempat yang lebih indah, namun tempat ini jauh lebih indah karena ada seseorang yang dia cintai ada di sampingnya.
💜💜💜💜💜💜💜
guys jujur lagi males ngetik, enakan baca daripada nulis 😁😁😁😁
jumat berkah mari kita saling mendoakan.
__ADS_1
Semoga sehat semuanya yaa, lancar rezekinya, bahagia dan berkah hidupnya, jadi orang yang lebih bermanfaat.
Amiin...