Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Eps. 31


__ADS_3


"Cinta tidak harus memilik satu sama lain, tetapi cinta cukup melihat dia bahagia dengan keputusannya. Walaupun itu melepaskannya dengan orang yang dia cintai agar dia bahagia."


Setelah tiba di apartemen Mo lian cheng memarkirkan Mobil. Dan membukakan pintu untul Anna dan berjalan sambil berpegangan tangan. Tak lama itu mereka sampai.


Cheng: Kau beristirahat lah dulu, aku akan membawakan barang-barang mu.


Anna: Tidak, aku akan pergi untuk menonton TV.


Cheng: Kau baru sampai, dan baru sempuh beristirahat lah.


Anna: Apa kau memerintah ku. (menatap sinis)


Cheng: Oke..oke. Tuan putri, aku akan pergi membawakan cemilan untuk mu.


Anna: Terima kasih cheng.(senyum)


Tidak lama setelah itu Mo lian cheng membawakan Anna keripik dan minuman untuk Anna. Setelah membawakan itu semua, Mo lian cheng pergi ke atas untuk membersihkan dan membereskan barang-barang yang di bawa sewaktu di rumah sakit.


Pada saat sampai di atas Cheng menerima telpon dari papa nya.


Cheng: Ada apa?


Papa: Apa seperti ini kau menyapa orang tua mu. (nada tinggi).


Cheng: Baiklah baiklah, ada apa paa?


Papa: Papa sudah menangkap orang yang menyebabkan kematian keluarga kim, namun orang ini tidak ingin berbicara.


Cheng: Apa papa serius..


Papa: Iya, papa sudah membawanya ke markas Naga Putih. Kau bisa pergi ke sana.


Cheng: Baiklah. Aku akan segera kesana.( mematikan telpon).


[Disisi lain Vila keluarga Mo].

__ADS_1


Papa cheng: Anak durhaka ini, berani sekali dia mematikan telpon ku.(emosi).


Mama cheng: Sudah lah sayang.


Papa cheng: Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan nya nanti.


Mama: Anak dan Papa sama saja, bikin repot. (menghela nafas).


[apartemen Mo lian cheng]


Anna menoton TV sambil bersantai, dan memakan cemilan yang disiapkan Mo lian cheng. Setelah hampir 2 jam lamanya ia menonton TV. Akhirnya Anna tertidur di atas sofa. Pada saat cheng hendak turun ke bawah, Cheng melihat Anna yang sedang tertidur.


Mo lian cheng langsung mengambil selimut dan medekati Ann sambil menyelimuti. Cheng mematikan TV. Ia ingin membangunkan Anna namun, tidak tega karena Anna sedang tertidur pulas.


Mo lian cheng menulis sebuah surat dan meletakkan nya di atas meja. Sebelum pergi ia mencium dahi Anna, dan tidak lama. Cheng pergi keluar pada saat menutup pintu ia memandangi Anna dan akhirnya ia menutup pintu dengan enggan hati.


Cheng: Kalian tolong jaga apartemen ini, jangan sampai ada yang masuk satu pun.


Pengawal: Baik tuan.


Para pengawal atau bisa di bilang sebagai bawahan yang mengikuti Naga Putih, Menghormati atau memberi salam kepada Mo lian cheng.


Mo lian cheng pergi menuju sebuah ruangan bawah tanah dan di sana sudah ada Luchas yang berusaha mengintrogasi. Luchas langsung memberi hormat (membungkuk) di hadapan Mo lian cheng.


Presdir: Apa kaus sudah menguntrigasinya.


Luchas: Saya sudah berusaha keras dan menggunakan segala cara, tapi orang ini tetap tidak ingin mengakui dan mengatakan siapa dalang itu.


Presdir: Baiklah.


Penjahat: Hehe... Aku tidak akan memberitahukan kepada kalian, jika itu kalian membunuhku sekali pun. Aku tidak akan memberitahunya.


Penjahat itu berpikir, jika dia memberitahu semua nya maka semua anggota keluarganya akan terancam. Dan orang yang menabrak keluarga Kim adalah adiknya yang dipaksa. Jika itu terjadi maka orang tuanya, anak dan istri termasuk anak yang dikandung sang istri baru 5 bulan juga akan ikut mati jika ia memboncorkan semu itu.


Mo lian cheng terus berkata hal, itu berulang-ulang hingga Mo lian cheng menyuruh bawahannya untuk memukulnya berkali-kali, sampai suatu ketika orang itu memberi petunjuk.


Penjahat: Orang itu tidak lah lain, musuh dari Naga Putih. Dan kalian pasti tau mereka siapa! Mereka kembali, dan mengetahui bahwa kau sangat dekat dengan Anak keluarga Kim. Walaupun kau menyembunyikan status mu,mereka tetap mengetahui. Dan orang itu bersembunyi di dekat Anak keluarga Kim.

__ADS_1


Luchas: Katakan siapa dia.( nada besar)


Penjahat: Aku tidak tau dia siapa, pada saat ia datang ke rumah ku. Dia mengancam ku dan akan membunuh keluargaku, orang yang menabrak keluarga kim adalah adik ku yang di paksa oleh nya. Dan aku ingin kalian mengabulkan permintaan ku, Tolong jaga keluarga ku anak dan istri ku yang ada di kandungan.


Presdir: Tenang, kami tidak akan menyakitimu. Jika kau bekerja sama dengan kami.


Penjahat: Ak...aku hanya cukup kalian melindungi keluarga ku, karena mereka segalanya bagi ku.


Presdir: Tidak masalah, bekerja sama lah maka kau akan selamat.


Penjahat: Ba..ba..baiklah.


Presdir: Baiklah, Luchas sembuh kan lukanya dan bawa kelurga nya ketempat yang aman.


Luchas:Baik Tuan.


Presdir: Dan satu hal lagi, jika kau berani untuk mengkhianati Naga Putih. Konsekuensi mu akan jauh lebih berat dari pada apa yang di lakukan orang itu.


Penjahat: Terima kasih, Tuan.


Luchas membawa pergi Penjahat itu (bisa di bilang dia juga sebagai paksaan).


Pada saat Mo lian cheng masuk ke ruangannya, Luchas masuk.


Luchas: Tuan..


Presdir: Ada apa.


Luchas: Apa anda yakin dengan hal ini..


Presdir: Aku tidak pernah salah menilai orang, (berdiri). Lagi pula dia juga tau jika mengkhianati Naga putih.


Luchas: Baiklah Tuan, saya menghargai keputusan Taun. kalau begitu saya permisi dulu.( berjalan pergi).


Tidak lama Luchas pergi, cheng menatap jendela dan terus memikirkan Gadis Kecil. Setelah cukup lama melakukan hal di Markas Mo lian cheng merasa lelah dan pergi meninggalkan Markas Naga Putih dan kembali ke apartemennya untuk bertemu dengan Gadis Kecil.


Next (☞゚ヮ゚)☞

__ADS_1


__ADS_2