Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 112


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Udara di luar sangat dingin mengingat salju turun terus menerus.


Ariella berbaring di kamar dengan menghidupkan penghangat ruangan.


Perasaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya, kini dia mengingat Carlson, berfikir untuk menghubunginya.


Namun saat ingin menelpon Carlson ,ponsel Ariella sudah berdering.


Terlihat nomor yang paling dia hindari dan ia benci di layar ponsel.


Ariella hanya melihat dan mendiamkannya, tidak berniat untuk mengangkat panggilan telpon tersebut.


Tak lama kemudian sebuah pesan singkat masuk dari Elisa.


"Aku saat ini berada di Restauran lantai 3 di hotel kamu menginap, aku membawa beberapa barang yang ibu tinggalkan untukmu, turunlah, kita bertemu sebentar"


Elisa sangat tahu apa kelemahan Ariella. Setelah mengirim pesan Elisa dengan santai menunggu Ariella,dia sangat yakin Ariella akan datang.


Sesuai dengan pikiran Elisa, 10 menit menunggu ,kini Ariella telah datang.


Ariella yang takut dingin menggunakan baju yang sangat tebal dan tidak mempedulikan penampilan.


Meskipun demikian tidak mengurangi kecantikan Ariella.


Terkadang itu membuat Elisa iri, dan lagi Ariella juga bisa menentang keinginan ayahnya, dan dia juga mendapat cinta yang lebih dari ibunya, iri Ariella sering mendapatkan prestasi dan iri karena semua orang dengan mudah menyukainya.


Itulah mengapa dia ingin menginjak injak Ariella,dan memandang tinggi dirinya agar Ariella iri terhadapnya.


3 tahun telah berlalu, tapi Ariella masih begitu hebat, apalagi sekarang dia telah menikah dengan seorang pria kaya dan memiliki kekuasaan, juga pria yang begitu mencintainya.


Sedangkan dirinya, dari dulu bahkan dari kecil masih terus mengejar dan mengharapkan Ivander menjadi miliknya. Berharap ketika Ivander menoleh ke belakang akan selalu ada Elisa yang selalu ada dan mendukungnya.

__ADS_1


Elisa juga berharap agar Ivander segera memakaikan baju pengantin untuknya. Mengingat nama Ivander dia jadi berfikir apakah benar dia mencintai Ivander, namun Elisa tidak dapat menemukan jawaban yang tepat.


Mungkin semua itu karena sejak kecil dia selalu di doktrin oleh ayahnya bahwa ia akan menikah dengan Ivander.


Jadi dia selalu berfikir bahwa Ivander adalah miliknya, namun ketika mengetahui Bahwa Ivander bertunangan dengan Ariella, maka Elisa bertekad untuk mengambil Ivander kembali.


Dari kecil Ariella sudah mengambil perhatian teman temannya, dan ketika dewasa dia masih saja mengambil perhatian prianya.


Memiliki adik seperti Ariella bagaimana dia tidak iri.


Dan sekarang Elisa masih sama, selalu iri dengan Ariella. Dia tidak ingin melihat adiknya bahagia tanpa melakukan apa apa.


"Ariella kamu datang" Ucap Elisa tersenyum merekah diwajahnya.


"Dimana benda yang ingin kau berikan kepadaku" Jawab Ariella tanpa basa basi. Dia tidak ingin duduk bersama Elisa.


"Duduklah lebih dulu, aku memiliki beberapa kata yang menarik untuk kamu mendengarnya".


"Aku datang kesini hanya untuk mengambil barang yang ibu tinggalkan untukku, aku tidak tertarik dengan ucapanmu"


"Hal yang ingin aku ucapkan ada kaitannya dengan Abraham, kamu yakin tidak tertarik untuk mendengarnya?" tanya Elisa sambil tersenyum.


"Apapun tentangnya aku bisa mendengarnya langsung dari suamiku dan tidak perlu mendengar dari orang lain". jawabnya datar.


"Apakah dia pernah memberitahumu bahwa kami pernah tidur bersama?" tanya Elisa dengan senyum menggoda.


"Aaaahh ternyata kalian pernah tidur bersama?" jawab Ariella sambil mengangguk seolah mengerti.


"Apa kamu tidak percaya?"


Elisa merasa cara ini akan membuat Ariella terpukul, tapi nyatanya Ariella menanggapinya dengan tenang.


"Elisa memangnya kenapa kalau kalian pernah tidur bersama? itu bukan urusanku,lagi pula semua itu hanya masa lalu, istrinya sekarang adalah aku". Jawab Ariella sambil tersenyum.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau kamu itu istrinya, kalian sudah menikah terlalu lama tapi dia tidak juga menyentuhmu, apakah kamu tidak memikirkan hal lain?".


Semalam ketika melayani Ivander, Elisa mendengar kata Ivander bahwa Ariella dan Carlson belum pernah melakukan hubungan suami istri.


Bukankah Carlson terlihat seperti pria tidak normal, Ariella juga sama. Mereka menikah sudah lama, tidur di satu ranjang tapi tidak melakukan apa apa, bukankah itu aneh.


Ariella diam tidak menanggapinya, dia merasa hubungan ia dan Carlson, cukup mereka berdua saja yang tau, orang lain tak perlu tau.


Melihat Ariella yang diam saja, Elisa merasa bahwa ini adalah kartu yang pas untuk menyerang Ariella.


"Kau tau Ariella, suamimu itu sangat ganas saat di atas ranjang, saat pertama kami melakukannya, dia membuatku selama tiga hari tidak bisa turun dari tempat tidur".


"Elisa kamu ini seorang perempuan, tau malu lah sedikit". Ariella tertawa dan berbalik untuk pergi.


" Ariella apakah kamu tidak merasa mengapa Carlson menikahi mu,bukankah karena wajah kita yang mirip, Baginya kamu adalah pengganti diriku".


Mendengar ini Ariella membalikkan badannya dan menatap Elisa.


Wanita di depannya ini adalah kakaknya.


Dia cantik dan lemah lembut tapi sayangnya tidak tau malu.


Elisa tidak punya kemampuan apapun kecuali hanya bisa bersikap dan berbicara seperti anak kecil seperti ini.


Ariella tidak tau harus mengasihaninya atau membencinya.


Sebenarnya Ariella tau Elisa menggunakan nama ibunya agar Ariella mau keluar dan bertemu dengannya.


Ariella menyetujui menemuinya karna berharap Elisa masih memiliki hati, namun apa yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang di pikirkan Ariella.


Keluar dari Restauran Ariella mengambil ponselnya dan segera menghubungi Carlson. Baru satu deringan telpon sudah diangkat dan mendengar suara seksi Carlson.


"Ariella"

__ADS_1


💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2