
💜💜💜💜💜💜💜
"Aku tidak akan membiarkan Ivander berbuat macam macam"
Walaupun Grup Primedia itu punya kuasa, tapi dia tak bisa berbuat sesukanya, apalagi ini adalah negara hukum.
Dan yang lebih penting adalah Ariella lebih percaya kepada Carlson.
Kalaupun Ivander melakukan sesuatu Carlson tidak mungkin akan diam saja.
"Ariella"
Puspita tiba tiba memeluk Ariella dan menepuk punggungnya dengan kuat.
"Ariella semangat, berjanjilah jangan biarkan si brengsek itu melukaimu".
"Puspita kamu tenang saja, tidak ada yang akan menyakitiku lagi"
Ariella tersenyum dan berkata dengan tegas.
Karena selalu ada orang yang selalu menemaninya, selalu mendukungnya dan tak akan meninggalkannya, yaitu suaminya ,Carlson.
-
Dalam perjalanan pulang Ariella pergi membeli semprotan cabai untuk selalu dibawa di dalam tas untuk berjaga jaga.
Ariella tidak ingin Carlson terluka, jadi dia harus bisa melindungi dirinya sendiri baik baik.
Jika dia bisa menjaga dirinya dengan baik, maka tidak akan ada kejadian dimana nanti ada orang yang mengancam Carlson menggunakan dirinya.
Sehingga membuat pekerjaan Carlson berantakan.
Kembali kerumah, mian mian langsung menyambutnya, menggonggong beberapa kali.
Ariella langsung menggendongnya.
"Sayang sudah lapar kah?"
Ariella tidak menginap di tempat Puspita karena tak tega meninggalkan anjing kecil ini di rumah.
Mian mian menggonggong menjawab pertanyaan Ariella.
Ariella pun bergegas mengambil mangkuk dan menaruh makanan untuk mian mian.
"Bocah kecil makanlah".
Mian mian bergegas memakan, Ariella memperhatikannya dengan lembut, namun tiba tiba pandangannya berubah menjadi bayi kecil, dengan tangan mungil memegang dot ,lalu bayi itu tersenyum dan memanggilnya ibu dengan sangat menggemaskan.
Tiba tiba Ariella tersadar, ia segera menepuk nepuk wajahnya, apa yang sedang ia pikirkan.
untung saja tak ada yang melihatnya.
__ADS_1
Kemudian dia berlari ke kemar untuk mandi, setelah selesai Ariella keluar dan melihat mian mian yang sudah selesai makan.
Anjing kecil itu terus saja mengikuti langkah kaki Ariella.
"Mian mian, diam lah aku ingin mengambil gambar mu".
Ariella ingin kembali mendesain, maka dia akan belajar menggambar lagi, menggunakan mian mian sebagai objeknya.
Lagipula bagaimanapun hasil gambarnya mian mian tidak akan protes padanya.
Mian Mian juga sangat patuh, duduk dan tidak bergerak dan Ariella menggambar dengan serius.
Meskipun tangannya masih terasa kaku tapi hasil gambarnya masih lumayan.
Setelah selesai dia memperlihatkan kepada Mian Mian.
"Sayang lihatlah, bagaimana hasil gambar ibu?".
Mian mian menggonggong senang.
"Terima kasih"
Ariella mengelus kepalanya,
"Sudah larut tidurlah"
Saat ini sudah jam 9 malam, biasanya kalau ada Carlson di rumah, dia sudah tidur dan Carlson masih berada di ruang kerjanya.
Setelah lama akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Carlson.
Telpon langsung tersambung,terdengar suara Carlson yang sangat enak di dengar.
"Kenapa belum tidur"
"Aku tidak bisa tidur karna ga ada kamu disini"
Sebenarnya di ingin mengatakan ini, tapi akhirnya dia malah mengatakan.
"Ingin tau apakah kamu masih sibuk?".
"Hmmm,,,Masih ada sedikit yang belum aku selesaikan"
"Carlson, bos besar mu itu Carlton bukan, dia membuatmu sibuk setiap hari, apa dia akan memberimu uang lembur" .
Tiba tiba saja Ariella jadi sedikit membenci Carlton dari Grup Acess itu. Kenapa dia begitu banyak memberi pekerjaan kepada Carlson.
Sehingga Carlson sangat sibuk, dia bahkan sering tidur larut dan bangun pagi pagi sekali.
Carlson terpaku dengan pertanyaan Ariella yang tiba tiba menyebut nama Carlton.
" Dia memberiku uang yang sangat banyak, semakin banyak pekerjaan ku, maka uang yang akan ku dapat akan semakin banyak".
__ADS_1
"Kalau begitu tak perlu mengumpulkan banyak uang, aku tak ingin kamu terlalu lelah" .
Lagi pula Ariella juga menghasilkan uang, bisa menghidupi mereka berdua, ia hanya tak ingin Carlson terlalu lelah.
Carlson tersenyum, suaranya terdengar di telepon.
"Jika aku mengatakan kalau aku adalah Carlton, apa yang kamu pikirkan?" .
"Kamu bukan Carlton"
Ariella tidak menginginkan Carlton, pria legendaris yang tampan dan kaya raya, rumornya suka bergonta ganti wanita.
Bagaimana mungkin orang seperti itu di bandingkan dengan Carlson.
Itu tidak benar.
Sebenarnya Carlson ingin mengatakannya langsung,tapi yaa...
"Aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan, jangan matikan telponnya, jika ada sesuatu panggil aku".
"Apakah kamu menggunakan cara ini untuk menemaniku?"
"Hmm"
"Kalau begitu kamu letakkan saja ponselnya, jika ada apa apa nanti aku akan memanggilmu" .
Hati Ariella merasa hangat ada Carlson yang menemani walaupun sedang jauh.
Ariella berbaring di lantai, ponselnya di taruh di bantal.
Dia membayangkan ada Carlson di sampingnya.
"Carlson"
"Hmmm"
Benar saja pria itu langsung merespon, Ariella tersenyum dengan nakal.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin memanggilmu, ingin tau kamu mendengar ku atau tidak".
"Jika ada yang ingin kamu katakan padaku, katakan saja aku sudah selesai bekerja"
Ariella berfikir, memang ada yang ingin dia diskusikan dengan Carlson.
"Carlson aku ingin mengundurkan diri dari Perusahaan dan menjalankan studio desain gaun pengantin dengan Puspita apakah kamu akan mendukungku?"
Dengan suara rendah Carlson berkata
"Ariella aku akan selalu menghormarti dan mendukung apapun keputusanmu".
💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1
Kalo ada typo typo maap yaak...