Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
EPISODE 36


__ADS_3

Jawaban Ariella ini sangat membuat Carlson puas,Carlson memeluk Ariella dan dengan lembut mencium bibirnya.


Banyak orang di sekitar yang melihatnya, Ariella sangat malu, dan mendorongnya dengan keras, tapi malah di peluk lebih erat dengan Carlson.


Carlson,pria ini biasanya terlihat lembut dan elegan, selalu berkarisma dalam melakukan apapun.


Namun kali ini tenaganya luar biasa, bagaimanapun Ariella mendorongnya sama sekali tidak bisa lepas.


Apa yang terjadi dengan orang ini, apa terjadi masalah baru-baru ini? dari waktu ke waktu berubah membuat Ariella susah mengejar ritmenya.


Saat Ariella benar-benar sudah sangat malu, Carlson akhirnya melepaskannya, dan berkata


" Ini adalah hadiah Terima kasih untuk mu"


Hati Ariella kacau, Namun ketika melihat tatapan amarah dari Madona di kejauhan sana, ia tidak merasa begitu lagi.


Lalu malah masuk ke dalam pelukan Carlson, pria ini adalah suaminya, dia mau mengumbar kemesraan dengannya sama sekali tidak peduli dengan pandangan mata orang lain. Terutama Madona yang tidak ada hubungannya itu.


Melihat Ariella masuk ke dalam pelukannya, Carlson kemudian membalas pelukan Ariella dan berbisik.


"Waktu ku malam ini akan ku berikan untukmu, apalagi yang ingin kamu lakukan"


"Biarkan aku berfikir dahulu" Ariella mendongak.


Ia berfikir dengan keras apa yang akan di lakukan dengan Carlson setelah ini.


Saat ini ponsel Carlson berdering,


Mendengar Carlson berkata


"Tunggu Sebentar aku angkat telpon dulu"


Ariella mengangguk


"Baiklah"


Carlson pergi kesamping untuk menjawab telpon, Ariella melihat sekeliling, ia melihat toko yang menjual jus segar, kemudian dia pergi untuk membeli 2 gelas jus jeruk.


Setelah Ariella sudah membawa jusnya ,Carlson kembali dan berkata.


"Ariella aku ada sedikit urusan mendesak yang harus di tangani, tidak bisa menemanimu jalan-jalan lagi, aku akan menyuruh orang untuk mengantarmu pulang"


Carlson selalu sangat sibuk, Ariella mengetahuinya, dengan perhatian berkata


" Kamu uruslah urusan mu , aku bisa pulang sendiri dengan naik bus atau MRT"


Carlson tidak banyak bicara, mengangkat telpon menghubungi henry, menyebutkan dengan jelas posisinya. Menyuruh Henry datang untuk mengantar Ariella pulang.


Setelah menelpon Henry , Carlson berkata


" Mungkin aku tidak pulang malam ini, kamu pulang dan istirahatlah lebih awal, jangan menungguku, dan tidak boleh menemui Ivander lagi"


Ariella mengangguk , tidak keburu untuk bicara.


Carlson sudah melangkah pergi dengan cepat.

__ADS_1


Ini pertama kalinya dia melihat Carlson begitu khawatir.


Dia pergi dengan terburu-buru, apa yang sebenarnya terjadi.


Yang bisa terfikirkan oleh Ariella adalah Ivander. Memikirkan kata-kata Ivander di sore itu membuat hati Ariella panik dan kacau.


Dia cepat-cepat mengambil ponselnya dan menelpon Carlson , tetapi Carlson sedang dalam panggilan telpon lain.


Dia menelponnya beberapa kali dan masih sama saja.


"Nyonya Carlson aku datang untuk mengantarmu pulang" Ucap Henry


Ariella menutup telpon dan buru-buru bertanya


"Henry apa ada masalah dengan Carlson? Apakah Ivander dari Primedia melakukan sesuatu terhadap perusahaan?"


Henry berkata


" Presdir tidak akan ada masalah, Tuan Ivander dari Grup Primedia tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap perusahaan, kamu jangan khawatir"


Henry adalah orang yang di percaya Carlson , apa yang di suruh Carlson untuk tidak di ucapkannya. Jika ingin tau dari mulut Henry pasti akan sangat sulit.


Ariella harus percaya pada Carlson, percaya dia bisa menangani masalah yang berhubungan dengan Ivander, tapi dia belum bisa tenang.


Setelah menaiki mobil ia segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Carlson, tapi tetap masih berada dalam panggilan lain.


Tidak bisa menghubungi Carlson hati Ariella bertambah cemas , kembali mencari nomor ponsel yang diangkatnya siang tadi.


Melihat nomor itu, ia ragu ingin bertanya atau tidak, setelah memikirkannya Ariella akhirnya menyimpan ponselnya.


Pada saat yang sama Carlson duduk di mobil yang di kemudikan oleh supirnya pak Gunawan,


dan dengan cepat bergegas ke Club terbesar di kota xxx mesyeu.


Gunawan supirnya telah bekerja kepada keluarga Carlson selama 20tahun, ia juga melihat Carlson tumbuh dewasa.


Saat ini dia melirik kaca spion dan melihat wajah Carlson yang sangat suram, Carlson jarang memiliki ekspresi seperti itu, kecuali gadis kecil di rumah kembali membuat masalah.


Terakhir kali Carlson sangat marah, sudah setengah tahun lalu, ketika gadis itu memasuki lingkaran hiburan, dalam waktu setengah jam mereka sudah sampai di mesyeu.


Ketika turun dari mobil ekspresi wajahnya sudah lebih baik dari sebelumnya.


Tetapi di wajahnya masih tertulis Orang asing jangan mendekat.


Seorang pria berusia 20 tahun bergegas mendekat


"Tuan muda akhirnya kamu datang"


"Dimana Polaris?" tanya Carlson dengan berjalan.


"Dia ada di ruang VIP musim semi di lantai 3" Pria itu bergegas berlari di depan untuk memimpin Carlson


VIP musim semi, setelah mendengar tempat itu alis Carlson semakin mengerut dan langkahnya semakin cepat.


berada di mesyeu ini mencium aroma alkohol yang menyengat di dalamnya.

__ADS_1


menyaksikan pria dan wanita saling berciuman dan berpelukan, urat di dahi Carlson muncul .


Ada keinginan untuk membangun kembali tempat ini.


"Tuan muda Liftnya ada di sini" pria itu berkata dengan hati-hati.


Carlson hanya melirik sekilas sekeliling dan mengikuti pria itu masuk lift menuju lantai 3 dan masuk ke ruang VIP musim semi.


Tempat seperti ini yang Carlson lihat tampak banyak bakteri dimana-mana.


Jika dia bisa ,ia ingin berhenti bernafas untuk sejenak, pria itu sejak kecil tumbuh di keluarga Carlson, ia tau penyakit kebersihan Carlson.


ia berjalan memimpin Carlson.


"Tuan muda polaris ada di dalam"


ia segera membuka pintu itu, ia melihat pemandangan yang membuat Carlson menarik nafas dalam-dalam.


Jika bukan karena dia memiliki pendidikan yang sangat baik dia pasti akan bergegas masuk ke dalam dan melempar sekelompok pria untuk keluar dari ruangan tersebut.


Di tengah ruangan terdapat seorang wanita menggunakan kamisol dan hotpans berteriak dan menari dengan sangat dekat dengan seorang pria.


Ada beberapa beberapa pria duduk di sofa di ruangan itu, ada yang bersiul, ada juga yang berteriak. Pandangan para pria itu bagaikan serigala lapar.


Carlson berjalan sambil melepas jasnya , menarik wanita yang pakaiannya minim itu dan mengenakan jasnya di tubuhnya.


Kemudian berkata dengan dingin


"Apa kamu tau apa yang kamu lakukan "


Wanita itu mengerjapkan matanya yang indah mengulurkan tangan untuk menyentuh dagu Carlson.


"Carlton bagaimana kamu bisa datang"


ia berbicara sambil terkikik


" Jangan bilang kamu datang untuk melihatku menari, aku akan menari sekarang untuk kamu lihat"


Carlson menghempaskan tangan kecil yang sembarangan menyentuhnya. Carlson menggendongnya dan membawanya pergi , bahkan Carlson tidak ingin berbicara sepatah katapun.


"Teman-teman aku akan pergi dulu, kita akan bermain lagi lain kali"


Berada di gendongan Carlson ,tidak lupa ia masih mengirim ciuman jarak jauh untuk beberapa pria itu.


Carlson melirik tajam, menahan tangannya tidak mengijinkan dia untuk bergerak lagi.


________


guys jaga kesehatan kalian yaa...


dan jangan lupa doain Author biar cepet sembuh..


hari ini demam tinggi lagi...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


selamat istirahat , ini udah tengah malam.


__ADS_2