Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 45


__ADS_3

Ariella diam-diam menatap Carlson, dia menggunakan jubah tidur putih, tali pinggangnya di ikat dengan asal ,dadanya sedikit terbuka.


Ariella menelan salivanya , melihat pandangan mata Ariella


"Kenapa?"


Carlson mengangkat alisnya bertanya dengan sedikit lucu.


Suara rendah dan seksi Carlson terdengar di telinga Ariella ,membuyarkan lamunannya.


Ariella terkejut melihat Carlson, wajahnya seketika terasa panas, dia merasa kalau dia tidak punya muka untuk melihat Carlson.


Dengan cepat membalikkan punggungnya


" Aku mau tidur"


Carlson menempel di sisi Ariella mengulurkan tangannya memeriksa dahi Ariella, kemudian mendekatkan kepalanya


" Wajahmu sangat merah, dahimu juga sangat panas ,apa kamu tidak enak badan?"


Carlson sangat dekat, dia yang tidak memakai kacamata ,ekspresi wajahnya terlihat lebih lembut dan matanya sangat dalam, ini terlihat lebih seksi.


Ariella yang melihatnya jantungnya berdetak dengan cepat , wajahnya panas, dan mulai berfikir macam-macam.


Dia bergegas menggelengkan kepalanya , memaki puspita dalam hatinya, menyalahkan Gadis sial itu karena telah banyak mengucapkan kata mesum padanya.


Melihat perilaku aneh Ariella , Carlson berkata dengan khawatir


"Ariella"


"Aku baik-baik saja, kamu cepatlah tidur "


Selama ini Ariella selalu merasa bahwa suara Carlson enak di dengar apalagi ketika memanggil namanya.


Tapi hari ini dia berharap Carlson tidak memanggil namanya dengan suara seksinya itu .


Tentu saja Carlson tidak tau, hanya memanggil namanya saja rasanya ia sudah ingin membuat dosa, bahkan ada fikiran jahat di dalam hatinya.


Lagi pula Carlson sudah menjadi suami sahnya lebih baik langsung menyerangnya saja .


Ariella kembali terkejut dengan pemikirannya ini


Gawat ini pasti gara-gara kutukan Puspita si gadis sial itu


Bagaimana dia bisa memiliki pemikiran seperti itu.


Melihat Ariella kembali menggelengkan kepala dan juga bergumam, Carlson merasa lucu .


"Ariella kenapa kamu?"

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, aku benar-benar baik-baik saja , aku tidak memikirkan apa-apa, kamu jangan sembarangan berbicara"


Carlson belum selesai berbicara , Ariella sudah menyela kata-katanya.


Membuat Carlson lebih bingung tidak tau apa yang sebenarnya dia pikirkan.


Melihat Ariella yang membungkus dirinya dengan selimut dengan erat Carlson menggelengkan kepalanya menghela nafas dalam diam.


Ariella bersembunyi dalam selimut, perlahan-lahan bergerak ke ujung ranjang ingin membuat jarak kepada Carlson ketika ia tak menyadarinya, jika tidak ia mungkin tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Mana dia tau baru saja dia bergerak, tangan panjang Carlson terulur dan menariknya kembali, membawanya kedalam pelukannya.


"Tidurlah dengan baik"


Ariella bahkan tidak berani bergerak bahkan bernafaspun menjadi sangat berhati-hati.


Dengan kaku berada di pelukan Carlson.


Wajahnya kebetulan menempel pada dadanya bidang telanjang, dengan jelas merasakan suhu tubuh Carlson yang panas.


Kamar itu tiba-tiba menjadi sangat sunyi hingga Ariella dapat mendengar nafas Carlson yang berangsur-angsur menjadi berat dan juga detak jantungnya yang bertambah menjadi cepat.


Ariella tiba-tiba teringat sesuatu,dia bergerak dan mendongak menatapnya, sekilas melihat pandangan matanya yang dengan api yang seolah bisa membakar dirinya.


"Carlson"


"Jangan sembarangan bergerak"


Carlson meraih tangannya , suaranya ketika berbicara sangat serak hingga Ariella yang mendengarkannya terasa sangat sakit.


"Carlson sebenarnya...."


Ariella belum sampat menyelesaikan ucapannya , Carlson mendorongnya dan berbalik, turun dari ranjang dan pergi dari kama.


Ariella memandang punggung Carlson yang pergi dengan cepat, bergumam kata-kata yang baru saja tidak di selesaikannya.


"Sebenarnya aku bersedia"


Carlson yang tidak mengerti maksud Ariella pergi ke kamar mandi lain, membuka keran shower dan mandi air dingin.


Meskipun kota xxx terletak di selatan tidak sedingin di bagian utara tapi di butuhkan keberanian untuk mandi tengah malam.


Dibawah guyuran air dingin pikiran Carlson penuh dengan wajah Ariella.


memikirkannya hingga ia merasa bahwa air shower ini tidak cukup dingin.


Dia benar-benar ingin pergi berendam di kolam yang dingin.


Sebenarnya ada solusi yang lebih baik yaitu pergi ke kamar meminta Ariella menuntaskan gairah yang sudah di bangkitkan olehnya.

__ADS_1


Tetapi Carlson tidak ingin melakukan hal itu , meskipun Ariella adalah istrinya dia harus melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan , tapi dia menghormati semua keputusan Ariella.


Selama dia tidak mengangguk dan berkata dia bersedia dia tidak akan pernah memaksa Ariella .


Setelah di kamar mandi untuk waktu yang lama, sedikit menurunkan panas di tubuhnya Carlson pergi ke balkon ruang tamu , menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya beberapa kali.


Carlson sendiri tidak tau, dia yang biasanya bisa mengendalikan diri terhadap hal-hal seperti itu , bagaimana bisa selalu kehilangan kendali ketika berhadapan dengan Ariella.


Ketika sebatang rokok habis Carlson kembali menyalakan sebatang rokok lagi setelah beberapa saat sudah ada beberapa puntung rokok yang berada di dalam asbak.


Mungkin karena Ariella adalah istri sahnya , karena ada identitas ini dia akan bereaksi ketika dia menghadapinya.


Setelah memikirkannya Carlson sampai berada di kesimpulan ini , setelah selesai merokok dia pergi ke kamar mandi untuk berkumur beberapa kali sampai tidak ada bau tembakau di mulutnya kemudian kembali ke kamar.


Di dalam kamar Ariella sudah tertidur nyenyak , nafasnya teratur.


wajah cantik itu terdapat rona merah di pipinya yang tampak lembut dan indah.


Bagus sekali dia setelah memancing gairahnya dia tertidur sangat lelap di sini dan membuat Carlson mandi air dingin.


Tiba-tiba Carlson ingin membawa pelaku yang membuatnya mandi air dingin ini untuk mandi air dingin juga.


Namun alih-alih membawanya mandi air dingin ,Carlson malah berbaring di sampingnya dan menarik kedalam pelukannya dan tertidur.


Malam ini Carlson hampir tidak tidur semalaman , Ariella malah tertidur dengan sangat lelap dan juga mimpi yang sangat indah.


Ketika bangun memikirkan mimpi indahnya Ariella mendongak melihat ke arah jendela balkon , hanya melihat mian-mian yang ada disana tetapi tidak melihat sosok Carlson.


Bagaimana bisa orang yang membaca koran setiap pagi itu tiba-tiba menghilang.


Ariella dengan ragu menolah kemudian melihat seseorang berbaring di sebelahnya, dia menutup matanya , wajahnya memerah dan nafasnya sedikit lebih cepat.


Mereka telah menikah begitu lama ,ini pertama kalinya Ariella bangun dan Carlson masih tertidur.


Carlson ini biasanya tertidur dan bangun dengan cepat, tidak pernah berubah karena hal apapun.


Apakah Carlson sakit? berfikir bahwa kemungkinan sakit Ariella dengan cepat mengangkat tangannya dan memeriksa dahinya.


Ketika menyentuhnya dia langsung menarik tangannya karena sangat panas


"Carlson bangun, cepat bangun "


Ariella dengan pelan menepuk wajahnya dengan pelan, Carlson tidak merespon kemudian dia menambah kekuatan tepukan tangannya.


____


guys gw liat-liat yang baca novel gw ini kebanyakan cowok atau mungkin bapak-bapak yang ga sabaran.


bener ga??

__ADS_1


__ADS_2