Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 94


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Mereka semua tau Carlson baru saja menelpon Ariella.


Entah apa yang di bicarakan Ariella sehingga membuat Presdir mereka dengan egoisnya ingin segera kembali ke kota X.


Mereka telah mengikuti Carlson selama bertahun tahun, baru kali ini mereka melihat Carlson yang egois seperti ini.


Rapat penting yang telah di atur kini dia tinggalkan begitu saja, apa sekarang Carlson tidak lagi kasian tapi juga jatuh hati padanya.


--


"Nona Ariella setelah ibumu sadar jangan ada tekanan, dan lagi masalah kekerasan yang di terimanya, jangan diam saja, segera minta perlindungan hukum".


Ariella memperhatikan wajah ibunya, usianya kini baru 50 tahun tapi wajah dan juga tubuhnya jadi terlihat lebih tua dari seharusnya.


wajahnya pucat serta tubuhnya yang kurus kering, membuat Ariella terenyuh, dia mengulurkan tangannya dan mengusap wajah sang ibu.


"Bu.."


Suaranya tercekat, dia tak tau lagi harus mengatakan apa, setelah 3 tahun, kini dia kembali bisa memanggil sang ibu.


"Ariella"


Ibunya memanggil Ariella dengan suara lirih, matanya masih terpejam. lalu dengan melambaikan tangannya


" Ariella cepat lari,, cepat lari".


Ariella langsung memeluk ibunya.


"Ariella tidak apa apa, aku tidak apa apa bu, jangan khawatir".

__ADS_1


Sepertinya sang ibu mendengar kata kata Ariella, sehingga ibunya kembali tenang.


Namun tak lama ,tidur sang ibu kembali tidak tenang. Dia terus mengigau menyuruh Ariella untuk pergi.


Ariella merasa sedih melihatnya, ibunya sesakit ini, apalagi fisiknya juga banyak luka memar.


begitu parahnya dia mengalami luka fisik dan psikis. Sebenarnya apa yang dialami ibunya selama 3 tahun terakhir ini.


"Nyonya Carlson"


Dokter masuk dan mengangguk menyapa Ariella.


"Presdir Carlson mengatur kami untuk menangani ibumu, apakah anda bisa membantu"


Ariella hanya mengangguk.


Kemudian sang dokter kembali berbicara.


"Nona Ariella ibumu mengalami kekerasan, luka luar bisa di sembuhkan, tapi kita akan membahas mengenai psikologisnya,Jika ingin di sembuhkan pasti akan banyak waktu dan usaha "


Dan lagi waktu itu Ivander juga mengatakan bahwa ibunya sakit dan tak bisa pergi dari tempat tidur, berarti benar dan Ivander tidak menipunya.


"Nyonya Carlson tak perlu khawatir karena tuan Carlson sudah mengatur psikiater terbaik untuk ibu anda, kami akan mengusahakan agar ibu anda segera pulih" .


Carlson hanya bertanya dia ada di rumah sakit mana, kemudian dia sudah mengatur segala sesuatunya dengan baik.


Sekarang meskipun Carlson tidak menemaninya tapi dia merasakan perhatian Carlson.


Setelah dokter pergi, sang ibu yang belum sadar.


Dia berkata dengan lemah.

__ADS_1


"Ariella ibu bersalah padamu"


Ibunya terus mengulang kata kata itu, dia merasa bersalah karena tidak membantu Ariella 3 tahun lalu.


"Bu Ariella yang salah faham pada ibu, ibu tidak salah"


" Ariella pergi, jangan kembali ke rumah itu lagi".


Dia melambaikan tangannya lagi.


Kini Hati Ariella tidak sesak saat mengetahui bahwa dia hanya salah faham kepada ibunya, ternyata ibunya datang untung melindunginya.


Ibu membuka matanya dan menatap wajah Ariella.


"Ariella maafkan ibu" .


Ariella mengangguk dengan berlinangan air mata.


"Aku yang salah paham pada ibu"


Ibu mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Ariella dan tersenyum


" Ariella ku semakin cantik"


"Karena ibu Cantik maka melahirkan anak yang juga cantik". Ariella menyeka air matanya dan tersenyum.


"Ariella ibu lihat kamu baik baik saja ,ibu sudah serasa lega"


"Ariella baik baik saja, ibu jangan khawatir, Ibu tidurlah aku akan menjaga ibu, ketika ibu bangun nanti, ibu akan tetap melihat Ariella"


Pintu ruangan di ketuk dari luar, Ariella baru ingin mengucapkan silahkan masuk, tapi pintu sudah di dorong oleh Carlson.

__ADS_1


💜💜💜💜💜💜💜


emmm besok up ga ya...


__ADS_2