Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 65


__ADS_3

"Nak , Lama tidak berjumpa"


seorang pria paruh baya mungkin sekitar umur 50 tahunan datang menyapa Carlson.


berkata sambil menepuk bahu Carlson, terlihat sangat akrab.


"Hallo paman Liu"


Carlson membalas dengan sopan.


Mereka berbincang bincang mengenai Ibu Carlson.


Ariella hanya menjadi pendengar, ingin mengetahui lebih banyak tentang keluarga Carlson.


Dalam obrolan itu hanya tuan Liu yang banyak berbicara, Carlson hanya menjawab beberapa kata saja.


Tampaknya memang Carlson tidak suka banyak berbicara, apalagi dalam situasi seperti ini.


Carlson akan lebih banyak berbicara ketika dengannya saja, tidak dengan orang lain.


Apa karena dirinya yang terlalu bawel sehingga Carlson terpaksa berbicara lebih panjang ketika dengannya..


"Ini adalah....?"


Topik pria paruh baya itu tiba tiba berpindah kepada Ariella.


Ariella tersenyum ,bingung bagaimana ia akan menjawabnya.


tiba tiba mendengar Carlson berbicara.


"Ini istriku"


"kamu..kamu sudah menikah? mengapa tidak mengabari?"


Paman Liu terkejut mendengarnya.


Namun berbeda dengan Ariella yang merasa sangat terharu tapi juga gelisah.


Paman Liu ini dekat dengan keluarga Carlson,bisa di bilang kerabat dekat.


Apa dengan ini dia sedang memberi tahu kerabatnya.


"Gadis cantik ini kamu pintar juga mencari wanita, kamu menikah tiba tiba, kakek mu di rumah belum tahu bukan? hahaha dia selalu menginginkan kamu menikah dengan Eva"


"Paman Liu"


Carlson tiba tiba menyela ,suaranya lebih tegas daripada sebelumnya.


"Aku masih memiliki urusan, aku pergi dulu"


Carlson segera menarik Ariella.


Namun pikiran Ariella masih tentang ucapan pria tadi, menikahi Eva ,apa maksudnya.


Ariella ingin bertanya, tapi Carlson keburu di datangi oleh beberapa orang.


Dan Ariella sudah tidak mood untuk mendengarnya.


Kalimat menikahi Eva terus terngiang di kepalanya.


"presdir Carlson, para tamu sudah menunggu anda di dalam"

__ADS_1


Ucap Henry yang tiba tiba datang menghampirinya .


Carlson mengangguk dan menatap Ariella.


Namun ia malah mendapati Ariella yang sedang melamun.


"Kenapa?"


Ariella hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


" Tidak apa apa"


Carlson mengerutkan kening seakan tak percaya.


Kemudian menunduk menatap kaki Ariella.


Tapi karena Gaunnya terlalu panjang, ia tidak dapat melihatnya .


"Memakai heels terlalu lama bisa membuat lelah, disana ada tempat istirahat, kamu duduklah di sana"


Carlson mengatakannya dengan penuh lembut dan perhatian, terlihat kejujuran di mata hitam dan dalam itu.


Ariella jadi kesal dengan dirinya sendiri, kenapa dia begitu curiga hanya karna mendengar omongan paman Liu tadi.


Bukankah Carlson udah menikahinya, apa lagi yang harus di ragukan.


Ariella tersenyum dan mengangguk.


"Aku bukan anak kecil, bisa menjaga diriku sendiri, uruslah urusanmu terlebih dahulu"


Sejujurnya Ariella tidak ingin mengandalkan Carlson, tapi jika Carlson meninggalkan dia sekarang, apa yang harus dia lakukan.


Jika seorang wanita terlalu bergantung ke pada pria, maka dia bisa kehilangan dirinya sendiri.


Ketika ibunya menikah dengan ayahnya.


Awalnya hubungannya memang sangat baik.


Tetapi karena sang ibu tidak memiliki pendapatnya sendiri ,maka dia tidak lagi berarti apa apa.


Ariella kecil sering mendapati ibunya yang menangis di kamar diam diam.


Dulu dia berfikir akan melindungi ibu serta kakaknya.


Tapi mereka yang ingin ia lindungi malah menelantarkannya dengan kejam.


Ariella sangat enggan memikirkan hal hal buruk di masa lalu.


Tapi entah mengapa akhir akhir ini malah sering memikirkannya.


Jamuan makan malam masih berlangsung.


terdengar suara musik dan beberapa orang yang sedang berbincang.


Setelah Carlson pergi, ada beberapa yang mengarahkan pandangannya kepada Ariella.


Mengamati dari jauh tapi juga tidak ada yang menghampiri untuk berbicara dengannya.


Sebenarnya kedatangannya tidak terlalu menonjol.


Karena bintang utama malam ini adalah Carlton sang legenda dari grup Acess.

__ADS_1


Tapi sampai sekarang belum terlihat, benar benar sangat misterius.


Ariella datang ke tempat istirahat untuk duduk.


Baru saja duduk sudah ada pelayan yang mengantarkan makanan kecil dan teh.


"Nyonya , ini dari tuan Carlson untukmu, silahkan di nikmati"


Ariella tersenyum dan berkata terima kasih.


Sepertinya Carlson ingat kalau Ariella tidak makan malam ini.


Jadi dia segera mengatur orang untuk mengantarkan cemilan.


Sekarang sudah lebih dari jam 9 malam. Perut Ariella benar benar lapar.


Ariella memakannya


"Hmmm ini sangat enak dan manis"


Ariella mengambil sepotong lagi, baru menggigitnya.


Ada seseorang yang datang dan duduk di hadapannya.


"Ariella kita benar benar berjodoh, tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini, atau jangan jangan kamu yang mengikuti ku"


"Kamu....kamu bagaimana bisa di sini?"


Melihat Ivander yang tiba tiba muncul, Ariella mengerutkan kening.


Baru berkata bahwa cemilan ini enak, sekarang dia merasa kesulitan untuk menelannya.


Ivander tersenyum ringan, matanya terlihat Arogan dan menghina.


"Bukankah harusnya aku yang bertanya denganmu, mengapa kamu bisa ada disini"


Tatapan mata Ivander membuatnya risih.


Memang bukan hal aneh jika Ivander bisa datang kesini. Dia merupakan dari Kalangan atas. Sedangkan Ariella hanya staf dari perusahaan kecil.


Tapi sekarang Ariella tidak ingin berurusan lagi dengannya.


Pria didepannya ini dulu adalah pahlawan yang di harapkannya.


Tapi sekarang dia adalah orang yang tak ingin dia temui dalam hidupnya.


Ariella bangkit dan pergi, namun Ivander menahannya.


"Ariella duduk, aku ingin berbicara denganmu"


Ivander sengaja berkata dengan sedikit keras, kini meraka menjadi pusat perhatian.


Dia tak ingin menjadi lelucon.


Maka ia duduk dan dengan dingin berkata.


" Ivander tidak ada yang perlu di bicarakan diantara kita ,tolong jangan datang mengganggu hidupku lagi"


Ivander berdiri dan melihat Ariella ,tersenyum dengan pandangan merendahkan.


"Tapi aku ada, ikuti aku"

__ADS_1


Ariella melihat senyum Ivander dengan jijik.


💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2