Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Eps. 28


__ADS_3


waktu pun berlalu setelah Anna tertidur karena efek obat ia terbangun. Dan Mo lian cheng duduk di sampingnya.


Cheng: Kau sudah bangun. Apa kau ingin minum?


Anna: Hm..


Cheng pergi mengambil air minum, dan tak lama setelah itu ia kembali dan memberikan Anna minum. Setelah Anna minum, Anna tidak berbicara apa pun lagi.


Cheng: Ada apa denganmu?


Anna: Aku tidak apa-apa.


Tiba tiba dokter dan suster masuk ke ruangan Anna. Dokter memeriksa keadaan Anna dan Suster memperbaiki infus Anna. Sebelumnya transfusi Anna sudah dicabut, namun hanya 2 kantor saja dan sekarang masih ada sisa 1 kantong darah, karena keadaan Anna sudah stabil. Suster mencabut transfusi darah nya.


Dokter: Keadaan Nona Anna sudah membaik, tinggal tunggu beberapa hari Nona Anna sudah boleh pulang.


Cheng: Baiklah.


Anna: Terima kasih dokter.


Dokter: Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu.


Dokter dan Suster pergi meninggalkan ruangan dan datang ke ruangan yang lainnya untuk memeriksa keadaan pasien yang lain.


[Disisi lain di kampus Royal Holloway].


Pada saat jam istirahat.


Jennie: Stella kenapa kau tidak makan, makanan mu?.


Stella: Membosankan. (menusuk-nusuk makanan).


Tina: Apa menunya tidak enak? Kalau memang begitu kita akan pergi makan di luar.

__ADS_1


Stella: Aku hanya merasa bosan tidak ada peri kecil.(kesal + sedih).


Jennie: Apa kau merindukan Anna.


Stella: Iya..


Tina: Memang benar, semenjak kejadian waktu itu. Aku tidak menyangka bahwa Dila akan melakukan hal yang begitu kejam kepada Anna.


Jimie: Maaf aku...


Yang lain: Kenapa?..


Jimie: Jika bukan karena ku, mungkin Anna tidak akan terluka.


Bernard: Memangnya kau bersalah kenapa..


Stella: Sstttt....


Jimie: Jika waktu itu, aku tidak melibatkan Anna. Mungkin Anna tidak kan terluka.


Stella: Jika aku bertemu dengan dia lagi..akan ku hajar wajahnya yang penuh drama itu.


Tak lama setelah itu Dila datang menghampiri, Sebelumnya mereka sudah pergi ke luar negri namun Dila kembali karena ingin meminta surat pindah.


Pada saat sampai di sana, Dila mendengar percakapan mereka, atas perbuatan yang telah ia lakukan.


Teman-teman yang lain seketika terkejut dan menoleh ke arahnya. Dila merasa canggung atas perbuatannya itu.


Tina: Mau apa kau kemari.


Stella: Apa kau masih ada muka untuk berhadapan dengan kami.


Jennie: Buat apa kau menghampiri.


Dila: Ak...aku hanya ingin berpamitan kepada kalian.

__ADS_1


Stella: Kenapa harus berpamitan, pergi ya pergi sana jangan sok baik di depan kami.


Jennie: Dila, sebenarnya kami semua sangat baik kepadamu, termasuk Anna. Tapi ini kah balasan terima kasih mu.


Dila: Sebenarnya...(menunduk).


Tina: Sebenarnya apa, kenapa kau melakukan hal yang begitu keji kepada Anna? Ternyata kami sudah salah menilai mu dan kami juga telah salah kepada orang sepertimu.


Dila merasa sangat bersalah dan ingin menangis. Namun, itu semua tidak ada gunanya karena waktu tidak bisa di ulangin dan kesalahan yang di perbuat tidak bisa di hindari, maka dari itu yang hanya ada adalah rasa bersalah dan penyesalan.


Dila: Ak..aku tau aku bersalah, aku... mau minta maaf.


Jimie: Ingin minta maaf?


Dila hanya menatap diam dengan tangan gemetar.


Stella: Minta maaf kepada kami tidak salah?


Jennie: Dila, kau tidak perlu minta maaf kepada kami..karena yang seharusnya yang memaafkan mu bukan kami semua melainkan orang yang kau lukai dan kau khianati waktu itu.


Dila: Tapi... aku...


Stella: Aku tidak ada selera makan, kalian makan saja. (beranjak pergi).


Tina: Aku juga.


Dan teman-teman yang lain juga ingin pergi, tak lama setelah itu Tommy mengajak Jennie untuk pergi ketaman dengan teman-teman yang lain untuk mencari udara segar. setelah beberapa langkah Dila berbicara.


Dila: Aku akan berbicara kepada Anna, tapi bisa kan kalian menemani ku.


Teman-teman yang lain berhenti, dan mereka melihat satu sama lain dan setuju untuk menemani Dila ke rumah sakit dimana Anna berada sekarang. Tepat pukul jam 7 malam mereka semua sudah sampai dirumah sakit.


Setelah berbicara dan menjawab singkat mereka pergi meninggalkan Dila. Dan Dila pergi meninggalkan kampus, walau sebenarnya ia tidak rela berpisah dengan teman-temannya, apa boleh buat. Karena dia telah menghancurkan pertemanan mereka dengan sendirinya.


Dila sebenarnya merasa takut untuk pergi kerumah sakit karena ancaman Mo lian cheng, Namun, demi sebuah maaf dan menebus kesalahan. Ia harus berani.

__ADS_1


Next (☞゚ヮ゚)☞


__ADS_2