
💜💜💜💜💜💜💜
"Pergilah rumah ini tidak menyambutnya"
Elisa menatap sekilas pada Ariella lalu pergi.
"Apa kamu tuli, aku cuma mau menemui ibuku, siapa juga yang mau pulang ke rumahmu"
Rasanya Ariella ingin menampar Elisa , kejadian beberapa hari lalu saja dia belum membuat perhitungan kepada Elisa, karena telah berbohong mengenai kondisi sang ibu.
"Elisa buka pintunya, biarkan adikmu masuk".
Terdengar suara Caessa di belakang Elisa.
Elisa tak pernah membantah perintah Ayahnya, dia selalu menuruti apapun perkataan ayahnya.
Setelah pintu terbuka, Ariella langsung menerjang masuk. Tapi Ariella langsung di halangi oleh 2 pelayan yang di perintahkan oleh Caessa.
"Jik ingin bertemu dengan ibumu, kamu harus berjanji satu hal padaku"
"Jangan harap aku akan menjanjikan apapun kepadamu" .
"Kamu sendiri yang memutuskan untuk datang kesini"
Caessa tertawa
" Bawa nona ke kamar untuk berganti pakaian, kemudian telpon tuan muda Ivander, tanyakan apakah dia sudah sampai atau belum"
Hahahaha
Ariella menatap pria di hadapannya ini, berfikir apakah benar orang ini adalah ayahnya?
Saat ini yang di lihat Caessa adalah keuntungan, tidak ada melihat Ariella sebagai keluarga.
"Caessa aku ingin menemui ibuku, jika kamu masih memiliki rasa kemanusiaan, biarkan aku bertemu dengannya , aku akan membawanya pergi"
"Tunggu sampai kamu dan Ivander melakukan hal hal yang harus di lakukan, baru kamu bisa bertemu dengan ibumu"
Caessa memberi isyarat untuk pelayan agar segera bertindak.
Ariella menyapu pandangannya kepada mereka satu persatu.
"Caessa apa kamu pikir kamu bisa melakukannya?walaupun aku harus mati, aku tak akan membiarkanmu berhasil".
Ariella tidak benar benar ingin melakukannya.
Dia baru saja menjadi wanita Carlson, masih ingin memiliki banyak anak dengan Carlson dan juga membawa ibunya untuk hidup bersama dengannya.
Tatapan Ariella sangat tajam, pelayan pun takut dengan Ariella, dia segera menghempas kan tangannya.
__ADS_1
Dia datang kesini untuk mencari ibunya bukan untuk di tindas seperti ini.
Caessa tidak mempedulikan lagi, dan lagipula ini sudah ada di dalam rumah.
Dia tidak takut jika Ariella akan kabur, saat ini dia hanya tinggal menunggu tuan Ivander datang menjemput Ariella.
Selama mereka melakukan hal hal itu, semua akan menjadi mudah untuknya.
Caessa menoleh kepada Elisa.
"Elisa tenanglah, kita hanya membutuhkan anak darinya, posisi nyonya Ivander tetap akan menjadi milikmu".
"Ayah aku..."
mata Elisa sudah berembun
"Aku tau kamu yang paling sayang padaku"
"Karena yang ayah punya hanya kamu satu satunya"
Caessa menepuk nepuk pundak Elisa.
"Jika aku tidak sayang kepadamu, maka aku harus menyayangi siapa?"
"Ayah siapa ayah kandung Ariella?"
Tidak mendapat jawaban dari sang ibu, maka Elisa menanyakannya kepada ayahnya.
"Kamu tidak perlu mengurusi hal ini, lebih baik kamu jaga adikmu , karena dia datang sendiri maka jangan biarkan dia kabur, dan soal ibumu jangan dulu sebarkan hal mengenai berita itu"
"Ayah mengenai ibu..."
Bagaimanapun wanita itu adalah ibunya, Elisa merasa tidak tega.
"Hmmm?"
Caessa mendengus dan menaikkan alisnya.
Elisa menunduk lalu berkata
"Aku akan pergi mengawasinya"
Ariella mencari di seluruh rumah tapi tidak menemukan ibunya , kemana ibunya pergi? Dia tak bisa memikirkan selain pergi ke rumah ini.
Apa di sembunyikan ke rumah Ivander oleh ayahnya, jika mereka bekerja sama kemungkinan memang di sembunyikan disana.
Dia ingin pergi ke rumah Ivander, tapi masalahnya rumah itu dijaga dengan ketat, dan lagi jika dia kesana sama saja dia masuk ke kandang singa.
saat ini Elisa menyuruh orang untuk terus mengikutinya, pasti akan sulit untuk keluar dari rumah ini.
__ADS_1
Tidak tau apakah Carlson sudah melihat pesannya atau belum, dan apa yang akan di lakukan Carlson jika menemukan masalah seperti ini.
Memikirkan Carlson, Ariella mencari tempat untuk duduk, dia ingin menghubungi Carlson untuk menanyakan pendapat Carlson, apa yang harus dia lakukan.
Dia mengambil ponselnya dan baru ingat jika ponselnya mati sejak naik ke pesawat dan lupa mengaktifkannya.
Setelah ponselnya menyala dia melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Carlson.Dia pasti cemas, Ariella langsung menghubungi Carlson tapi tidak aktif.
Carlson saat ini sedang terbang untuk menyusul Ariella.
Karena kemarin ketika rapat penting Carlson tiba tiba pergi, maka semuanya di atur ulang hari ini.
Carlson rapat virtual selama beberapa jam dan tidak melihat ponsel.
Ketika selesai rapat dia melihat banyak telpon masuk dari Ariella dan juga beberapa pesan masuk yang di kirim Ariella.
Carlson segera menghubungi Ariella tapi tidak aktif, kemudian dia menyuruh orang untuk mengambil rekaman cctv di rumah sakit untuk tau lebih jelas.
Akhirnya dia menyuruh orang untuk memeriksa Bandara, orang tua Ariella sudah pulang dan Ariella juga sudah menaiki pesawat beberapa jam yang lalu.
Bahkan Ivander yang selalu ingin bertemu dengan Carlton, juga terbang ke kotanya.
Carlson dapat menghubungkan apa yang akan terjadi.
Carlson segera mengambil tindakan, dia menghubungi orang Grup Acess yang bertanggung jawab di kota itu untuk membuat janji temu dengan Ivander.
berkata bahwa Carlton ingin bertemu dengan Ivander.
Setelah turun dari pesawat, Carlson mendapatkan kabar jika orangnya sudah membuat janji dengan Ivander .
"Daiva katakan pada Ivander jika dia membawa nona Ariella secara utuh kepada ku, aku akan memberikan apapun yang dia inginkan".
Carlson mungkin bisa saja pergi ke rumah Ariella, tapi berfikir jika dengan menggunakan identitas Carlton maka dia akan lebih mudah untuk menghentikan mereka.
Caessa itu orang yang sangat kejam, dulu dia sudah menyakiti Ariella ,sekarang dia kembali akan memanfaatkan istrinya.
Jika tidak memikirkan perasaan Ariella, Carlson sudah lama ingin menghancurkan Caessa.
💜💜💜💜💜💜💜
Baru up guys, seharian othor tidur abisnya ujan jadi enak aja buat molor..
suami berangkat kerja, lanjut tidur lagi.
btw guys othor mo nanya, kalian punya temen ga sih?? kok othor gapunya temen yah..
yang bener bener real temen yah...
1 pun othor gapunya guys.
__ADS_1
makanyaa othor seneng deh kalo kalian pada baik sama othor..hihihi
dah yaa...sehat sehat kalian...