
"Kamu sebegitunya tidak percaya padaku".
pandangan matanya dalam.
Bertatapan dengan pandangan matanya yang dalam Ariella kembali memikirkan setiap tindakan Carlson selama ini.
Dia sedikit ragu apakah dia sudah berfikiran terlalu jauh. Tidak,,hanya karena foto punggung yang mirip dengan Carlson , artinya dia punya hubungan dengan wanita lain.
Tetapi setelah memikirkannya dengan cermat Ariella kembali ragu, seperti sebelumnya dia juga tidak pernah berfikir bahwa Ivander akan mengkhianati perasaannya tapi pada akhirnya.....
Dia tidak ingin mengulangi lagi apa yang terjadi di masa lalu. Mumpung sekarang dia masih belum memiliki perasaan lebih baik bagi keduanya berpisah dari awal.
Setelah memikirkannya Ariella kembali berkata
" Carlson bukannya aku tidak mau mempercayaimu ,tapi aku benar-benar tidak bisa percaya 100% padamu, lagi pula tidak ada perasaan diantara kita dan juga hanya beberapa orang yang tau kita menikah. Orang berstatus sepertimu setelah bercerai tidak ada masalah sama sekali "
Ketika Ariella mengatakan ini ,dia sangat tenang dan tidak emosional sama sekali.
Namun dia merasa hatinya tidak merasa nyaman.
Selama ini Carlson sangat baik dalam segala aspek, dia berfikir bahwa mereka berdua bisa dapat berlanjut.
"Apa dalam hatimu kamu selalu melihat hubungan kita seperti ini?"
Carlson mengerutkan keningnya berkata dengan suara berat.
Ariella menggigit bibirnya sambil mengangguk.
Kemudian Carlson kembali menahan kepala Ariella menciumnya lagi dengan kasar , tidak kali ini bukan ciuman melainkan gigitan.
Ariella merasakan rasa sakit, tidak bisa mendorongnya, dia mencubitnya dengan keras .
Ariella menggunakan tenaganya dengan kuat.
Carlson merasa kesakitan karena di cubit oleh Ariella, tapi dia masih tidak melepaskannya sangat lama hingga Ariella berfikir dia akan mati lemas dalam pelukan Carlson.
Dan kemudian akhirnya Carlson melepaskannya. Carlson menatapnya, matanya dalam dan sulit di mengerti
"Apa kamu fikir dengan ini akan menyelesaikan masalah, kita sudah dewasa tolong hadapi masalah ini dan jangan menghindar "
Setelah mengatakan itu Ariella mengatupkan bibirnya yang robek karena di gigit oleh Carlson.
Dia menggunakan mata yang lembut menatapnya , karena Ariella mengatakan perkataan seperti ini, jadi dia menginginkan jawaban yang jelas.
Dan Carlson malah menghindari masalah , ketenangan Ariella dan sikap acuh tak acuhnya membuat Carlson marah.
Dia berfikir bahwa meskipun pernikahan mereka berdua tidak memiliki cinta tetapi juga tidak akan begitu rentan.
Carlson bahkan tidak tau mengapa Ariella mengusulkan kata pisah
"Ariella sepertinya kamu tidak pernah mengingat perkataan yang ku ucapkan sepenuh hati "
__ADS_1
Setelah mengucapkan kata itu Carlson kemudian berbalik dan menuju ruang kerja.
Melihat punggungnya Ariella tertegun sejenak .
perkataan yang dia ucapkan? Carlson tidak terlalu banyak bicara , kebanyakan Ariella masih bisa mengingatnya.
Malam kedua ketika mereka hidup bersama , dia berbicara panjang lebar dengannya, berbicara apapun yang terjadi jangan mudah mengucap kata pisah.
Sifat Carlson bukanlah orang yang melakukan hal dengan impulsif, hal-hal yang dilakukannya selalu difikirkan dengan baik.
Ariella kembali ragu apakah benar dia yang terlalu berfikir terlalu jauh, punggung itu kebetulan mirip dengan Carlson tapi itu bukan dia.
Ariella mengambil ponsel dan mencari berita topik utama , anehnya berita terpanas tadi pagi sudah tidak ada jejak sama sekali.
Bahkan Ariella merasa bahwa apa yang terjadi merupakan ilusinya sendiri.
Di saat bersamaan Carlson menerima telpon dari Daiva. Memberitahunya mengenai gosip yang di buat oleh Eva.
Tapi dari Grup Acess Entertainment telah menangani hal ini.
Dia seharusnya sudah menduga bahwa Eva si pembuat masalah itu tidak mungkin membuat hal-hal ceroboh seperti itu tanpa tujuan.
Ternyata dia secara tidak sadar di tusuk oleh gadis kecil itu , tetapi sekarang dia mengerti bahwa Ariella bisa mengatakan perkataan seperti itu.
Moodnya yang tadinya jelek sekarang seketika rileks.
Ariella ragu apa yang akan dilakukannya setelah ini.
Carlson keluar dari ruang kerja, ada sedikit senyum di wajah tampannya , menatap Ariella dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
"Apa itu karena kamu melihat berita pagi ini?"
Ariella mengangguk, Carlson tersenyum
"Apa kamu fikir pria di foto itu adalah aku?"
Ariella berkata
"Apa itu bukan kamu?"
Carlson berjalan ke sisinya , memaksa Ariella masuk ke dalam pelukannya
"Apakah kamu masih ingat tentang adik ku yang suka membuat masalah yang pernah ku sebutkan padamu?"
Tentu saja Ariella ingat, dia masih mengingat ekspresi wajah Carlson ketika menyebut adiknya itu.
Sepertinya dia sangat pusing karena adiknya.
Memikirkan hal ini Ariella tiba-tiba menyadari
"Maksudmu gadis yang bernama Polaris itu adalah adikmu?"
__ADS_1
"Kalau begitu aku boleh menganggap mu marah karena cemburu"
Jawab Carlson tanpa menjawab pertanyaan Ariella.
Bibirnya sedikit terangkat , matanya memancarkan kebahagiaan.
Ariella hanya terdiam , dia sangat malu tidak mencari tahu dengan jelas dan marah pada Carlson begitu lamanya.
Ini terlalu jauh dari standar istri yang baik , Carlson tersenyum
"Apa kamu masih ingin marah padaku?"
Ariella tidak bersuara hanya dengan patuh meringkuk dalam pelukannya , mendengarkan detak jantung yang kuat dan stabil dengan hati-hati mengulurkan tangan untuk memeluk pinggang Carlson.
Carlson menundukkan kepalanya, mengulurkan tangan meraih dagunya agar mendongak
"Tatap aku dan jawab aku"
Nafasnya yang hangat berhembus di wajahnya, wajah Ariella tanpa sadar memerah kemudian dia berbisik
"Aku tidak marah , aku hanya sedih"
Carlson mengerti dia pernah di lukai dengan begitu kejam , pasti akan ada keraguan dan ketakutan di dalam hatinya.
Carlson menundukkan kepalanya dan menciumnya , berbeda dengan ciuman yang tadi kalo ini ciumannya sangat lembut.
kemudian dia berkata
"Jangan takut setiap kata yang ku ucapkan padamu itu berlaku"
"Aku tidak"
suara kecil Ariella itu terdengar.
Carlson pernah mengatakan bahwa ia tidak akan memaksanya untuk melakukan hal-hal yang Ariella tidak ingin lakukan.
Ariella bukannya tidak mau tetapi dia agak khawatir dan takut.
Ariella berbicara dengan gagap tetapi sangat lucu , hingga Carlson benar-benar ingin memakannya .
Carlson tersenyum dan bertanya
"Apanya yang kamu tidak ?"
"Aku besok harus pergi mencari client , aku pergi istirahat dulu "
Ariella dengan asal untuk menemukan alasan melarikan diri , Carlson biasanya sangat menarik tapi ketika dia bersikap lembut benar-benar membuat Ariella tidak berdaya.
Sebelum Ariella benar-benar siap untuk berterus terang kepadanya ,Ariella lebih tenang untuk menjauh darinya jika tidak dia tidak akan tau caranya dia di makan.
____
__ADS_1
guys sorry yaa kalau masih banyak belepotan nulisnya.
wah besok udah weekend aja , kalian jalan kemana nih?