Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 99


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


"Ayo cepat makan, setelah ini aku akan mengantarmu ke rumah sakit"


"iyaa"


-


Saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit, Carlson sangat sibuk sehingga tidak bisa menemaninya masuk ke dalam.


Dia sudah ada jadwal rapat penting.


"Carlson"


Ariella memanggilnya dengan pelan, Carlson pun mengangkat kepalanya.


"Aku ingin kamu memelukku sebelum kamu pergi".


Entah apa yang terjadi dengannya, rasanya hari ini dia tak ingin berjauhan dengan Carlson.


Carlson memeluk Ariella dengan erat.


"Masuklah"


"Hmmm"


Ariella berbalik dan masuk ke dalam rumah sakit. Setelah beberapa langkah dia kembali menoleh ke belakang.


Dia masih melihat Carlson masih berdiri di tempat yang sama mengawasinya. Ariella tersenyum dan melambaikan tangannya.


Sepanjang jalan Ariella masih terbayang kejadian semalam dan tadi pagi.


Ternyata kebahagiaannya selama ini ada di sampingnya.


Nanti dia akan menanyakan ibunya, apakah dia ingin cucu laki laki atau cucu perempuan.


Ariella berencana memiliki 2 anak laki laki dan perempuan.


Nanti dia akan meminta ibu untuk membantu mengurus anak anaknya, jika ada anak kecil dirumah ibunya pasti tidak akan bosan.


Ariella mendorong pintu bangsal, ruangan itu kosong dan juga rapi, seperti tidak ada orang yang menempati.


Ariella langsung menarik perawat yang sedang lewat.


"Dimana pasien di dalam"


Perawat melihat sekilas ruangan itu.


"Pasien di dalam sudah pergi tadi malam"


"Tidak mungkin"

__ADS_1


Ariella cemas mendengarnya, kemarin ibunya berjanji untuk tinggal disini bersamanya dan tidak akan kembali ke tempat itu lagi.


Kenapa tiba tiba dia keluar dari rumah sakit. Kecuali dia dibawa oleh orang lain.


Ariella mencoba kembali mengingat nomor yang sudah lama tidak dia hubungi.


Baru saja terhubung orang di seberang sana langsung bersuara.


"Ariella aku sudah menjemput ibumu pulang,jika kamu mau, kamu bisa pulang melihatnya, tidak melihatmu selama 3 tahun ayah sangat merindukanmu"


Tidak ada yang salah dengan ucapan Caessa , sama seperti ayah lainnya yang merindukan putrinya.


Tapi bagi Ariella ini semua hanya kepurapuraannya saja, Ariella tau Caessa sengaja membawa ibunya untuk mengancamnya.


Ariella mencoba berbicara dengan tenang.


"Mana ibuku, aku ingin berbicara dengannya" .


"Ibumu?? kondisinya tidak cukup baik untuk berbicara denganmu"


"Biarkan dia berbicara denganku"


Karena khawatir dengan ibunya, tangan Ariella menjadi gemetar.


Dia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana keadaan ibunya di tangan Caessa, luka di tubuhnya masih belum sembuh, apalagi kondisi psikis ibunya.


"Kondisi psikis ibumu tidak baik, dia selalu berbicara sembarangan , demi mencegah hal hal yang tidak di inginkan, Aku menguncinya di gudang belakang".


"Kamu harusnya tau jelas kondisi gudang itu karena sudah lama tidak ada yang membersihkannya , gelap dan lembab, dan juga ada banyak tikus dan kecoa".


"Caessa apa kamu tau apa yang kamu lakukan, kamu mengurung istrimu, itu tindakan kriminal"


Apa yang di lakukan Caessa membuatnya sangat marah , membuatnya berteriak ,menarik perhatian banyak orang.


"Kamu bisa memanggil nama ayahmu secara langsung , lagipula apa salahnya aku mengurung orang yang sakit jiwa"


"Aku tidak punya ayah sepertimu , cepat biarkan ibuku menjawab telpon, aku ingin berbicara dengannya"


"Ariella jika kamu benar benar ingin melihat ibumu, maka pulanglah, pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu, menyambut kamu pulang"


Setelah mengatakan ini Caessa menutup telponnya, dia tau jelas bahwa Ariella akan pulang untuk menyelamatkan ibunya.


Ariella sangat menyesal mengapa dirinya meninggalkan ibunya di rumah sakit sendirian.


Harusnya dia tau bahwa ayahnya tidak akan membiarkan ibunya begitu saja.


Ariella benci dengan dirinya sendiri yang terlena dengan kebahagiaan.


Ariella hanya mondar mandir, dia sangat khawatir, berfikir untuk menelpon Carlson untuk membicarakan hal ini.


Dia menelpon Carlson tapi tidak di jawab, mungkin dia sedang rapat.

__ADS_1


Akhirnya Ariella mengirimkan pesan kepadanya.


Menceritakan secara garis besar kepada Carlson. Dia harus bergegas pulang ke rumah dalam waktu tercepat.


Dia harus menyelamatkan ibunya, tak akan membiarkan sang ibu sendirian disana.


Ariella pergi menggunakan pesawat, lalu mencari taksi untuk sampai di rumahnya.


waktu sudah larut malam, dia mengetuk pintu,menunggu dengan gelisah.


Cuaca di kota ini lebih dingin daripada kota X.


Karena berangkat dengan buru buru Ariella tidak menggunakan baju hangat.


Hanya baju tipis yang melekat di tubuhnya.


Saat ini dia sudah sangat kedinginan, tubuhnya gemetar.


Setelah pergi selama tiga tahun, dia berfikir tidak akan pernah kembali ke rumah ini.


Ternyata hari ini dia akan kembali kesini dengan mudah , hatinya masih terasa sakit.


Jika kata orang keluarga adalah harta yang paling berharga.


Tapi baginya Ayah dan kakaknya bagai orang asing yang tak memiliki hubungan apapun dengannya.


"Kamu masih memiliki muka untuk pulang"


Elisa berkata dengan sinis.


"Apa kamu kembali untuk menghancurkan keluarga ini"


"Buka pintunya aku ingin melihat ibu"


Ariella datang tidak ingin berurusan dengan Elisa, tapi dia datang untuk menjemput ibunya pergi dari sini.


💜💜💜💜💜💜💜


Guys pernah ga sih kalian tuh berfikir.


" kok aku jahat banget ya? ucapanku nyakitin orang ga ya?, aku keterlaluan ga ya?"


walaupun niat kita ga gitu tapi suka takut bikin orang tersinggung atau sakit hati.


Dan takut kalau apa yang kita lakuin tuh bakal balik ke diri kita sendiri.


soalnya aku percaya ucapan kita tuh bakal balik ke diri kita sendiri.


aku kok suka gitu ya..suka introspeksi diri.


dan aku suka capek banget kalo ngomong telalu panjang, dan suka mikir ulang tadi aku ngomong apa aja sih.

__ADS_1


kalian gitu juga ga sih..


__ADS_2