
💜💜💜💜💜💜💜
"Jangan pasang wajah pura pura menyedihkan itu, aku bukan pria yang biasa kau goda"
mel'ihat Elisa berekspresi seperti itu, Ariella tampak jijik.
" Elisa kamu selalu menganggap Ivander sebagai harta, maka jika kalian ingin memiliki anak kalian jangan lagi membawa bawa namaku, itu sangat membuatku jijik, Dan lagi aku menemui mu hanya karena alasan ingin tau bagaimana keadaan ibu"
"Ibu..."
Elisa tak melanjutkan kata katanya, jika Ariella di kasih tau yang sebenarnya tentang keadaan ibu, walaupun melarangnya dia pasti dengan kerasa kepala akan pulang.
Jika Ariella pulang maka Ayahnya akan menahan Ariella dan melakukan segala cara agar Ariella menyetujui untuk menikah dengan Ivander.
Kemudian Elisa mengubah ucapannya.
" Ibu baik baik saja bahkan dia menitip salam kepada mu, Ibu ingin kamu mendengar pengaturan ayah"
Elisa tau betul kelemahan Ariella.
Mungkin tak ada tempat untuk ayahnya, tapi selalu ada tempat untuk ibunya.
Elisa memutar balikkan fakta agar Ariella juga membenci ibunya. Dan mengurungkan niat Ariella jika ingin pulang.
"Dia...Dia mengatakan itu?"
Ariella kembali teringat kejadian 3 tahun lalu, ibunya menangis, memohon agar Ariella mengalah pada kakaknya. Jadi bukan hal tidak mungkin jika ibunya mengatakan hal itu.
Walaupun dia mencoba untuk tidak peduli, tapi dalam hatinya tetap merasa sakit hati.
Dia selalu bermimpi jika Ibunya membelai kepalanya dan berkata bahwa sang ibu sangat menyayanginya.
"Ibu juga memberitahu agar kamu merubah sifatmu, masa lalu adalah masa lalu, jangan membiarkan hal buruk mendekam di hatimu, lagi pula kita ini kakak adik, siapapun yang melahirkan anak Ivander bukankah sama saja"
Elisa memperhatikan setiap perubahan ekspresi Ariella, ada kesedihan di matanya.
Elisa merasa berhasil. Kemudian kembali mendorong kartu bank ke arah Ariella.
__ADS_1
"Ariella aku tau sifatmu ,aku tidak akan memaksa untuk melakukan hal hal yang tidak kamu inginkan. Ambilah kartu ini dan pergi kemana pun yang orang tak dapat menemukanmu, agar kamu tak terluka lagi"
Ya inilah tujuan Elisa, dia berharap agar Ariella pergi meninggalkan kota ini.
Tiga tahun lalu Ariella di paksa pergi dari kota kelahirannya dengan membawa nama buruk.
Ariella yang sekarang tidak akan mudah di lukai dengan seorang Elisa.
Ariella tersenyum lalu berkata.
"1 M ?? hanya dengan 1 M kamu ingin aku pergi meninggalkan kota ini? kamu memang terlalu memandang rendah diriku, jika kau memberi aku 2 M mungkin aku akan memikirkan untuk pergi kemanapun yang kamu inginkan"
"Ariella sejak kapan kamu jadi seperti ini"
Elisa merasa terkejut.
"Lalu kamu mau aku bagaimana? Apakah aku harus menunggu jebakan mu dengan tenang dan kemudian kau akan melukai ku lagi begitu???"
Seolah olah Ariella mengingatkan kejadian 3 tahun lalu.
"Nona Elisa kamu tidak perlu khawatir apa yang akan di lakukan oleh Tuan Ivander kepadaku, aku beri tahu, aku sudah menikah, suamiku sedang menungguku di luar sekarang, aku pergi dulu"
"Ariella sudah menikah?"
Elisa terpaku untuk waktu yang lama, kemudian tiba tiba dia langsung berlari ke arah jendela.
Dia melihat Ariella berjalan ke arah seorang pria .
Pria itu mengambil tas Ariella untuk membantunya, kemudian sebelah tangannya mengusap kepala Ariella.
Ariella tersenyum kepada sang pria, kemudian membantu membenarkan syal yang di pakai oleh pria itu.Syal couple.
Setelah memperhatikan Ariella , dia tau bahwa Ariella telah melewati kehidupannya dengan baik. Apa karena kebahagiaan yang dibawa oleh pria itu.
Kemudian Elisa melihat pria itu merangkul pinggang Ariella dan keduanya pergi bersama.
Melihat punggung pria itu, Elisa merasa sangat familiar . apakah pria itu merupakan orang yang ia kenal di masa lalu.
__ADS_1
--
"Kamu akan membawaku jalan jalan kemana?"
Carlson menggandeng tangan Ariella ,dia tidak mengatakan apapun ingin mengajaknya kemana.
Carlson menoleh menatap Ariella.
"Aku ingin membawamu pergi ke tempat dimana kesukaan para wanita"
Hari ini cukup cerah, karena kejadian kemarin yang membuat merek sedikit ada konflik tapi Carlson selalu memiliki cara untuk menebusnya.
Jadi Carlson berinisiatif mengajak jalan jalan Ariella, dia juga tidak begitu tau akan pergi kemana, namun akhirnya dia meminta saran kepada asistennya Daiva.
Menurut Daiva wanita pasti akan suka berbelanja dan juga melakukan hal hal romantis.
Akan tetapi untuk hal romantis Carlson bingung harus melakukan apa, jadi dia memilih untuk mengajaknya berbelanja.
"Shoping?"
Ariella langsung menebak dengan benar tujuan Carlson. Tampaknya memang benar jika wanita suka berbelanja.
Tempat ini adalah pusat di kota ini. ada banyak toko dengan berbagai macam merek dan juga banyak makanan di sini.
Biasanya Ariella hanya sering jalan jalan disini.
Lagi pula sangat jarang sang presdir akan meluangkan waktu untuk menemaninya.
Jadi dia tak akan menolaknya.
Carlson biasanya akan sibuk, dia juga tidak begitu familiar dengan kota ini.
Mana mungkin ada waktu untuk sekedar jalan jalan.
Jalan jalan kali ini pun Carlson meminta saran kepada Daiva dalam bentuk laporan.
Tapi dia melihat tidak ada senyum di wajah Daiva ketika ia meminta di buatkan jadwal langkah langkah jalan jalan ini.
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜
kaku banget kan si Carlson.