Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 60


__ADS_3

" Hidangan sudah datang, duduk lah dan temani aku makan"


Eva sedikit merasa bersalah, karena ingin menyebarkan rumor tentang Carlson ,dia malah menyalahkan Rury.


Keluarga Eva tidak ada aturan antara atasan dan bawahan, mereka boleh makan di meja yang sama.


Tetapi Rury tetap tidak berani untuk makan di satu meja yang sama.


"Nona makan lah dengan perlahan, aku akan makan nanti"


"Apanya yang nona? Sekarang aku suruh kamu duduk dan makan. maka patuhi perintahku"


Eva mengambil sendok lalu makan, bahkan ia berbicara sambil makan.


" Lagipula begitu banyak makanan, aku tidak bisa menghabiskannya sendiri, sayang jika tidak habis"


Rury mengingatkan aturan keluarga yang tidak boleh berbicara ketika makan.


" Jika kamu seperti ini di lihat oleh tuan muda, maka kamu akan di suruh untuk belajar etika lagi"


Eva hampir tersedak mendengar kata- kata Rury, di dalam keluarganya memang ada aturan , tapi sekarang di sedang tidak ada di rumah, apa dia juga harus mematuhi peraturan tersebut.


Bola matanya berputar, lalu mengancam


" Jika kamu berani mengingatkan hal itu lagi, aku akan segera mengirimmu ke Afrika"


Melihat Rury segera menutup mulutnya, Eva sangatlah puas, dan melanjutkan makan dengan sangat lahap.


Memangnya kenapa kalau Carlton sangatlah hebat, apakah dia akan mengaturnya untuk seumur hidup.


_


Sudah beberapa hari tidak ada proyek baru, Teknologi Inovatif di selimuti kabut yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Semuanya khawatir dan serba tidak pasti. Mood yang kacau, dan seluruh Divisi Bisnis menjadi malas ,tidak ada yang bekerja dengan baik.


William sedang menelpon, sepertinya dia sudah memiliki kekasih.


kata- kata cinta terdengar di telinga.


Ariella yang ada di sampingnya bergidik mendengarnya.


Lindsey dan hellen sedang duduk bersama melihat sosial media, sepertinya mereka lupa kalau sekarang adalah jam kerja.


"Ternyata Carlton dari grup Acess sangatlah tampan, tapi wajah ini terlalu tegas, tidak seperti pengusaha, lebih seperti seorang prajurit."


"Carlton memang sangat tampan, tapi masih sedikit lebih buruk dari presdir kita.

__ADS_1


Tapi mereka memiliki wajah yang sangat menarik."


"Carlton kelihatannya sangat tegas, tetapi terdengar rumor kalau dia sangat mesum.


jauh dari kata kriteria yang setia kepada pasangannya."


Lindsey dan Hellen sedang membicarakan Carlton yang mereka lihat di sosial media, tapi mereka tidak mengetahui jika yang mereka lihat bukanlah Carlton yang asli.


Itu adalah sebuah gosip yang sengaja di sebarkan oleh Eva, dan di besar-besarkan.


Setelah Carlton datang ke kota X ,maka setiap berita besar ataupun kecil selalu terkait tentang nya.


Walaupun Ariella tidak memperhatikan, tetapi dia banyak mendengar berita.


Sukses di usia muda, menjadi kaisar bisnis, suka bergonta ganti wanita.


wanita baginya sudah seperti pakaian.


Namun semua tak ada hubungannya dengan Ariella yang hanya orang biasa.


Hanya saja setiap hari Ariella melihat berita mengenai orang ini.


Ariella jadi mengingat masa lalu, mengapa Ivander tidak begitu bersinar seperti Carlton.


Tidak di bicarakan sebegitunya.


Tapi memikirkan hal ini, Ariella menjadi sedih, perasaannya tak tertahankan.


Dia hanya ingin terus bahagia bersama Carlson.


Memikirkan Carlson ,bibir Ariella tanpa sadar tersenyum dengan manis.


Dibandingkan dengan Carlton, Carlson benar-benar seperti orang petapa.


Mereka sudah tidur satu ranjang selama ini, namun tidak ada yang terjadi sejauh ini.


Ariella sebenarnya bisa merasakan keinginan Carlson selama ini.


Di malam yang tenang dan berbagi ranjang dan selimut bahkan suara nafas saja terdengar sangat jelas.


Sesekali terjadi pergesekan di sengaja ataupun tidak, selalu ada percikan api yang ingin membesar, dapat ia dengar deru nafas Carlson yang semakin berat, dan juga detak jantungnya sendiri yang semakin kacau.


Ariella tidak bisa mengatakan pemikirannya, tapi ia tak berani.


Kemunculannya yang tiba-tiba dan tepat waktu dapet memberi warna di hidupnya yang suram.


Tapi karna begitu tiba-tiba , kebahagiaannya yang seperti ini yang membuatnya tidak tenang, apakah ini sebuah mimpi.

__ADS_1


Terlebih lagi sekarang ada Ivander yang ada di sekitarnya, dengan sengaja melihatkan bekas lukanya dan menertawakan kepolosan dan kekanakannya.


"Carlson" gumamnya dengan lembut.


Ariella tersenyum, menyebutkan nama ini membuat kepercayaan diri yang besar baginya.


Seolah-olah ketika mengucapkannya, ia seperti memiliki dunia.


Ponsel yang ia letakkan di atas meja tiba-tiba bergetar dan membuatnya tersadar.


Apa yang ia lakukan di jam kerja seperti ini, malah melamun.


Ariella mengambil ponsel dan melihatnya ternyata telpon dari Carlson.


Dia bisa mendengar suara seksi Carlson.


" Sedang apa?"


"Ti..tidak sedang apa-apa."


"oh"


hanya satu kata dari Carlson malah membuat jantung Ariella makin berdetak dengan kencang.


wajah Ariella tiba-tiba memerah. Namun kemudian dia berkata


" kenapa?"


" Nyonya Carlson ,sudah waktunya makan"


suaranya terdengar begitu tenang.


namun Ariella merasa jadi Carlson sedang tersenyum.


Ariella pun tak bisa menahan tawa, matanya begitu cerah dan berseri.


dengan semangat dia menjawab


"Siap tuan Carlson"


Namun di ujung telpon Hening, tak ada suara apapun. Ariella tiba-tiba langsung gugup takut dia mengatakan hal yang salah.


Ketika dia kembali ingin berbicara dan menjelaskan, tiba-tiba terdengar suara dari ujung telpon.


"Apakah kamu ingin pergi bersama"


Suara Carlson yang begitu rendah dan seksi terdengar begitu lembut di telinganya.

__ADS_1


Carlson menunggu jawaban Ariella, berharap Ariella menyetujui untuk pergi bersama.


Ariella terkadang tak ingin memikirkan hal sekitar, ingin bebas pergi berada di samping Carlson, mengumumkan dengan keras bahwa ia adalah istri Carlson.


__ADS_2