
💜💜💜💜💜💜💜
"Apa kamu suka?" tanya Ariella.
Carlson berfikir maksud pertanyaan Ariella, apakah suka dengan dirinya atau dengan pemandangan ini.
"Suka" jawab Carlson singkat seperti biasa. Tak peduli Ariella atau pemandangan ini, Carlson menyukai keduanya.
Mendengar itu tentu Ariella merasa senang, dia menggenggam tangan Carlson dan menatapnya.
"Tuan Carlson ayo aku akan mengajakmu menggali permata"
"Menggali permata?".
Carlson merasa hal ini seperti permainan yang di lakukan oleh anak kecil, tapi untuk Ariella dia mau melakukannya.
Dia terus mengikuti langkah Ariella dan mendengarkan istrinya bercerita.
"Sebenarnya tempat ini di temukan oleh ibu, dia mengajak ku kesini, namun setelah itu dia tidak mau datang lagi dan hanya aku yang sering datang kempat ini".
Hati Ariella terasa sesak saat mengingat tentang ibunya, namun dia langsung bisa menguasai hatinya, sekejap langsung bisa tertawa.
Dia akan hidup dengan baik, lebih baik dari kehidupan sebelumnya, dia tidak ingin membuat pengorbanan ibu yang telah melindunginya menjadi sia sia.
" Sekarang dan seterusnya aku yang akan selalu menemanimu" ucap Carlson.
Kata kata Carlson memang selalu singkat, seperti sudah menjadi ciri khasnya, tapi selalu berhasil menerobos kedalam relung hati Ariella.
Pria yang tak banyak bicara namun selalu melakukan dan membuktikan dengan tindakan justru adalah pria yang bisa di andalkan.
"Ibu bahkan memberikan nama pada danau es ini, coba kamu tebak".
"Ranran?"
Mengingat ibu mertuanya sangat mencintai Ariella, jadi hanya itu yang di pikirkan oleh Carlson.
Mendengar Carlson menyebut nama Ranran dengan mudahnya, suara itu terasa lebih indah di dengar saat Carlson yang menyebutnya.
Bagaimana Carlson bisa tau nama kecilnya? Tiba tiba saja wajah Ariella merona.
__ADS_1
Biasanya hanya ibu dan Elisa yang memanggil dengan nama itu.
Namun baru kali ini dia mendengar Carlson memanggilnya Ranran. Tapi dibanding dengan nama itu, Ariella lebih suka jika suaminya itu memanggilnya Nyonya Carlson.
Ariella mengelus pipinya yang memerah lalu berkata " Bukan itu, coba pikirkan nama lain".
Carlson berfikir dengan serius, dia bukan tipe orang yang romantis, jadi dia tak bisa menebak ibu mertuanya memberikan nama apa untuk danau es ini.
"Carlson ayo boba tebak lagi, aku beri kamu 5x kesempatan".
Carlson dengan serius memikirkannya, dan dia menjawab "Ariella??"
Mendengar itu Ariella memutar bola matanya.
"Tuan Carlson bisakah kamu berfikir sedikit romantis".
Carlson kembali serius berfikir namun dia menyerah dan menggelengkan kepalanya.
membuat Ariella sebal.
"Ibu memberi nama danau es ini Lautan cinta, nama ini memiliki arti yang sangat luas, cinta terhadap pasangan, cinta antar keluarga maupun sahabat".
hmmm?? hanya ini jawabannya, apa dia tidak ingin tau mengapa ibu memilih nama ini, rasanya Ariella ingin menggigitnya saking kesalnya.
Melihat wajah kesal Ariella, dia bertanya " Ada apa??"
"Carlson mengapa kamu tidak bertanya, mengapa ibu memilih nama ini"
"Mengapa?"
Ahh Ariella langsung melepas tangannya dan berjalan, dia semakin kesal, ia tau sekarang mengapa Carlson tak segera menikah ,pasti dia sering membuat wanita kesel sebelumnya hingga ia bertemu dengannya.
Tapi tiba tiba Ariella berbalik dan memeluk Carlson dengan erat.
" Kamu jangan sedih aku tidak memandang rendah dirimu".
Carlson tidak mengatakan apapun, kini keduanya bergandengan tangan menyusuri danau.
Sampai akhirnya mereka bertemu sebuah pohon tua besar, Ariella mengambil dua buah ranting dan memberikan kepada Carlson, lalu mencari tempat dan menggalinya.
__ADS_1
"Tuan Carlson ayo kita menggali permata bersama"
Hal seperti ini belum pernah Carlson lakukan sekalipun saat dia masih kecil.
Kini saat usianya 28 tahun Carlson malah melakukan ino karena diajak oleh istrinya, anehnya Carlson juga tidak merasa keberatan, justru hatinya senang tak bisa di jelaskan dengan kata kata.
Setelah cukup lama, sebuah kotak tembaga terlihat di hadapannya. Ariella berkata dengan gembira.
"Akhirnya aku menemukanmu"
"Apa??"
Melihat wajah girang Ariella tentu Carlson langsung bertanya. Dia juga penasaran dengan apa yang di temukan Ariella.
"Sayangku"
Ariella membersihkan dan membuka kotak itu dengan hati hati.
Di dalam kotak itu masih ada kotak bludru kecil, setelah Ariella membuka ,ia mengambil sebuah cincin dalam sana.
"Lihat ,hari ini aku mengajakmu menggali kesayanganku ini".
Carlson terperangah, tidak menyangka masa kecil Ariella akan melakukan hal seperti ini. Suka main, suka ribut dan juga menyembunyikan barang kesayangan.
Kemarikan tanganmu, tanpa berkata apapun Carlson memberikan tangannya. Ariella ingin memasangkan cincin ini ke jari Carlson.
"Cincin ini ku berikan kepadamu, kamu pakai dan kamu tidak boleh melepasnya selamanya"
Ariella tidak mengatakan bahwa cincin ini pemberian ibunya.
Dulu ibu berkata " Ranran, nanti ketika kau sudah dewasa dan menemukan seseorang yang kamu cintai dan juga pria itu orang yang tulus sehingga kamu ingin menghabiskan sisa umurmu bersamanya, maka datanglah kesini, gali cincin ini dan berikan padanya".
Dulu ketika dia masih punya hubungan dengan Ivander , entah mengapa ia tak pernah berfikir akan memberikan cincin ini pada Ivander.
Tapi setelah bertemu dengan Carlson entah mengapa dia ingin memberikan cincin ini padanya, ini juga sebagai bentuk perasaannya terhadap Carlson.
"Carlson aku ingin bersamamu seumur hidupku, apa kamu dengar".
💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1