
💜💜💜💜💜💜💜
Ketika di kota X Ivander melakukan berbagai cara untuk bisa bertemu dengan Carlton tapi tak pernah berhasil.
Namun ketika dia sudah kembali ke rumahnya, Grup Acess malah menghubunginya, Carlton meminta bertemu dengannya dengan membawa Ariella.
Ariella berada di kota X, Carlton juga dikabarkan berada di kota X. Dan hari ini Ariella baru sampai di sini, dan Carlton juga sudah berada di kota ini.
Ivander menebak bahwa Carlton sebenarnya menyukai Ariella, namun karena dia adalah istri bawahannya, maka Carlton tak bisa bertindak ketika berada di kota X.
Saat Ariella sampai sini, Carlton sudah pasti mengikuti kemanapun Ariella pergi, mengingat Carlton adalah pecinta wanita.
Tidak peduli apa yang di sukai Carlton dari Ariella, dan akan berapa lama dia akan menyukai Ariella.
Yang Ivander ingat hanya satu, selama dia membawa Ariella ke hadapan Carlton secara utuh, maka apapun permintaannya akan di kabulkan.
Ivander hanya menginginkan Grup Acess mau bekerjasama dengan Grup Primedia. Meskipun dia masih memiliki perasaan kepada Ariella.Tapi dibanding dengan Grup Acess, Ivander jelas lebih memilih Grup Acess.
Rumah Ariella tidak begitu besar, hanya 3 lantai, jika di bandingkan dengan rumah rumah daerah sini, Rumah Ariella sangatlah kecil.
Dirumah sekecil ini Ariella sudah berkeliling berkali kali tapi tak juga menemukan keberadaan ibunya.
Ariella terlalu impulsif, harusnya dia tau jika ayahnya sengaja membuatnya pulang, dan memindahkan ibunya ke tempat lain.
Dia sadar bahwa Caessa tak akan mungkin memberitahu keberadaan ibunya, Ariella harus memikirkan cara lain.
Dia menutup mata dan menghembuskan nafasnya, ketika dia membuka mata dia melihat ada cahaya putih, dia memfokuskan pandangannya.
Dia melihat benda putih mengkilat ada beberapa langkah darinya. Ariella mendekat untuk mengambilnya.
Itu adalah sebuah cincin platinum, Ariella ingat cincin ini dia beli untuk ibunya ketika dia mendapatkan gaji pertamanya saat mendesain.
__ADS_1
Cincin ini tak pernah lepas dari tangan ibunya, kemarin dia masih melihat cincin ini dipakai oleh ibu, kenapa sekarang bisa terlepas. Apa yang sebenarnya terjadi.
Ariella mengusap cincin itu, Cincin yang terdapat noda darah, pikiran Ariella semakin kacau.
Caessa datang bersama dengan Ivander.
Ivander tersenyum kepada Ariella.
"Ariella ayo bersiaplah, aku akan membawamu untuk menemui seseorang"
Ariella tak menghiraukan ucapan Ivander, Ariella justru menatap tajam Caessa.
"Caessa sebenarnya dimana kau sembunyikan ibuku?"
"Ariella selama kamu mau mengikuti tuan Ivander untuk menemui seseorang, nanti jika kamu kembali aku akan mempertemukan mu dengan ibumu"
"Biarkan aku menelponnya, selama aku bisa memastikan bahwa ibu baik baik saja, kalian mau membawaku untuk menemui siapa aku akan menurutinya".
Ariella menggenggam dengan erat cincin di tangannya.
Seorang pelayan yang sudah tua maju dan mengatakan hal ini, dia sudah tidak tahan dengan apa yang dia lihat selama dia bekerja di rumah ini lebih dari 10 tahun.
Caessa berteriak " Paman Liam apa yang sudah kamu lakukan"
Paman liam ,pelayan itu berani mengatakan ini karena sudah memutuskan untuk tidak lagi bekerja di rumah ini.
Paman liam menunjuk ke arah Ariella.
"Nyonya lompat dari lantai 3 dan jatuh tepat di sini dan langsung meninggal di tempat ,jasadnya sudah dibawa ke rumah duka"
Ariella sangat syok mendengarnya, hatinya sesak seperti di hantam batu, sangat sakit.
__ADS_1
Kemarin dia masih bisa melihat senyum ibunya.
Kemarin ibu masih mengatakan bahwa dia ingin hidup bersama Ariella. Namun kini dia mendengar ibunya sudah meninggal.
Dan Caessa tidak mengatakan padanya dan malah memberikan syarat untuk di setujuinya, sebenarnya apa arti anak dan istri bagi dirinya, Apa hanya sebuah alat.
Caessa orang yang sangat tamak dan haus kekuasaan, jika begitu Ariella bersumpah dia akan menghancurkan Caessa.
"Paman Liam terima kasih sudah memberitahuku"
Ariella membungkuk kepada sang pelayan tua itu.
Kemudian dia menatap Caessa, Ariella tidak menangis, juga tidak berteriak, Ariella mengangkat sudut bibirnya, tatapannya begitu dingin.
Caessa yang di tatap seperti itu oleh Ariella merasa menciut, tiba tiba dia merasa gentar.
"Ariella bibi sudah meninggal, sepantasnya jika kamu bersedih, tapi orang yang sudah mati tidak mungkin akan hidup kembali" ucap Ivander.
"Kamu pergi dulu denganku menemui seseorang setelah itu kita beri pemakaman terbaik untuk bibi agar dia bisa pergi dengan tenang" lanjut Ivander.
"Kita akan menemui siapa?"
"Carlton dari Grup Acess"
Ivander tidak mau menyembunyikan apapun dari Ariella.
Ariella menyetujui untuk pergi menemui orang itu dan mengikuti Ivander sebenarnya hanya untuk alasan, supaya dia bisa pergi dari tempat ini.
Ariella mengingat ibunya, dia mengepalkan tangannya.
"Caessa liat saja nanti pembalasanku" batinnya.
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜
males ngetik guys.