Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 35


__ADS_3

Ariella melihat Madona menatap dirinya dengan penuh kebencian.


"Maaf tolong aku, rekomendasikan beberapa syal untuk pria" Ucap Ariella.


Madona hanya diam dengan geram.


Salah satu staf datang dan berkata dengan manis


"Apa itu untuk pacarmu?pacarmu,,,sangat tampan"


Ariella tersenyum.


Ia mengambil syal polos dari beberapa motif syal yang dibawa staf toko itu, merasa bahwa motif dan bahan ini sangat cocok untuk Carlson.


"Bagaimana kalau kamu coba?" Ariella memandang Carlson dengan pandangan penuh harap.


Meskipun Ariella tidak begitu mengerti mengenai barang mewah ,tapi dia mengerti barang yang dikenakan oleh Carlson semuanya adalah barang-barang buatan tangan kelas atas.


Dia khawatir jika Carlson akan menolak untuk mencobanya.


Ariella menahan nafas untuk menunggu jawaban Carlson, dan Carlson langsung mengangguk tanpa berfikir.


"Ya"


Carlson mengangguk menyetujuinya.


Staf wanita itu maju untuk membantu untuk memakaikannya.


Ariella mengambil syal itu.


"Aku saja"


Tinggi Ariella 168cm , Carlson memiliki tinggi 188cm. Carlson sedikit menundukkan kepalanya agar Ariella lebih mudah memakaikan syalnya, dan karena ini wajah mereka berdua sangat dekat , bahkan mereka bisa merasakan nafas mereka satu sama lain.


Tadinya Ariella sangat fokus, tapi nafas Carlson berhembus di lehernya , membuat wajah Ariella tanpa sadar memerah.


Madona yang ada di dekatnya melihatnya dengan pandangan cemburu, kedua tangan yang ada di sisi tubuhnya keduanya mengepal ingin memisahkan Ariella menjauh dari sisi Carlson.


Ariella juga menyadari pandangan kecemburuan Madona.


'orang ini benar-benar tidak berubah selalu ingin merebut suami orang lain' batin Ariella.


Bibir Ariella terangkat ketika membantu Carlson memakaikan syal, bibir merahnya mencium ujung sudut bibir Carlson.


Ekspresi Carlson sedikit terpana, Ariella segera mundur dengan wajahnya yang memerah dan bertanya


"Apa kamu suka?"


Yang Ariella tanya adalah apalah dia suka dengan syal ini tapi Carlson salah memahaminya, mengira apakah ia menyukai ciumannya atau tidak.


"Suka"


Suaranya yang rendah dan seksi, wajahnya yang biasanya dingin saat ini tersenyum samar, terlihat sangat hangat.


"Kalau begitu kita ambil yang ini"


Ariella memalingkan wajahnya tidak berani memandang Carlson.


Harga syal itu 20juta, dulu walaupun memukul Ariella hingga mati, ia pun enggan untuk membelinya. Kali ini demi Carlson dia menghabiskan banyak uang.


Dihadapan pembeli yang membeli dengan mudahnya, staf juga senang sikap mereka bertambah ramah.

__ADS_1


" Nona Syal ini ada pasangannya apakah anda mau sekalian"


Ariella tidak memikirkannya dengan cepat melambaikan tangan


"Tidak perlu aku tidak membutuhkannya"


Jika ia membeli satu lagi artinya dia harus mengeluarkan 20juta lagi, yang akan menguras tabungannya selama ini.


Ketika Ariella menolak malah mendengar Carlson berkata


"Tolong keluarkan syal tipe yang sama model wanita untuk istriku"


Ketika mendengarnya staf itu segera mengambilkan syal itu.


"Ternyata kalian adalah suami istri, syal ini adalah syal yang di keluarkan brand kami tahun ini untuk pasangan muda , model ini belum ada di tahun-tahun sebelumnya"


Carlson dulu juga memakai syal buatan tangan designer keluarganya, dibandingkan dengan brand-brand terkenal ini.


Carlson memakaikan syal ini pada Ariella , kulit Ariella putih, memakai warna biru navy ini membuat kulitnya terkesan lebih putih.


Membuat orang tidak tahan ingin segera menggigitnya.


Untuk membalas jadi Carlson mendekat pada Ariella dan mencium sudut bibirnya.


Kemudian dengan suara rendah berkata


"Apa kamu suka?"


Ariella pertamanya mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya.


Carlson melihatnya tersenyum kemudian berkata


Ariella meraih tangannya , tetapi ketika melihat pandangan mata Carlson yang mempertanyakan, akhirnya ia kalah darinya.


Paling-paling dia menghabiskan 40juta untuk 2syal.


habis-habisan dia kali ini, di kemudian hari ia akan berhemat selama 1tahun baru akan terkumpul kembali.


Tidak boleh membiarkan Carlson berfikir jika dia pelit , Carlson memiliki Asisten kemanapun ia pergi , jadi dia biasanya tidak membawa kartu dan uang tunai , tentu saja ia tidak memiliki kesadaran untuk membayar.


Melihat Ariella melakukan pembayaran dengan kartu ,dia juga tidak mengatakan agar dia saja yang membayar , selain itu juga ia telah memberikan Black Card serta kartu ATM pribadi Carlson kepada Ariella .


Bagaimana Ariella ingin menggunakan,itu terserah padanya.


Setelah Ariella selesai menggesekkan kartu , Carlson baru menyadari jika Ariella tidak menggunakan Kartu yang pernah ia berikan.


Pandangan matanya menggelap, membalikkan badannya dan tidak melihatnya, sepertinya dia marah.


Melihat kartunya digesek dengan jumlah yang banyak, hati Ariella terasa sakit dan dia tidak memperhatikan suasana hati Carlson .


Tapi ketika menoleh dan melihat pandangan mata Madona yang iri ,Ariella merasa bahwa 40juta ini sebanding.


"Carlson ayo kita pergi "


Ariella berinisiatif untuk menggandeng tangan Carlson.


Sambil berjalan sambil berkata


"Apa kamu benar-benar tidak mengenal staf tadi?"


Carlson dengan datar berkata

__ADS_1


"Ada banyak orang yang mengenalku ,aku tidak mungkin mengenal semuanya"


Ariella tertawa bahagia.


Pria yang tidak berperasaan, mengatakan bahwa ia kejam namun hatinya merasa bahagia .


Madona begitu lama ingin mendekati Carlson tetapi Carlson sama sekali tidak mengingatnya.


Ini malah lebih menyedihkan dibandingkan Madona mendapat tamparan.


Madona melihat punggung mereka dengan marah ,rasanya ia tidak rela jika Ariella bersama Carlson.


"Madona aku tidak tau masalahmu dimasa lalu, tapi karena kamu bekerja di toko kami maka tamu adalah raja, jangan bersikap kekanakan"


manager toko memandang Madona yang wajahnya terdapat raut amarah.


Madona masih memandang punggung Ariella dan Carlson, terlintas pikiran jahat, suatu hari akan membuat Ariella bertekuk dibawah kakinya.


Carlson adalah dewa super besar di dunia bisnis , dalam bisnis tidak hanya harus memiliki pikiran yang tajam tetapi juga harus dapat melihat pemikiran orang lain.


Dia tau tadi Ariella sengaja mengumbar kemesraan untuk di lihat orang lain dan juga secara khusus bekerja sama dengannya.


Melihat Ariella bahagia dia juga bahagia.


Namun walaupun bahagia Carlson tidak melupakan hal mengapa Ariella tidak menggunakan kartu yang ia berikan.


Dia dengan tenang bertanya


" Mengapa kamu tidak menggunakan kartu yang kuberikan padamu?"


Apakah Carlson pikir dia tidak akan menggunakannya, itu seharga 40juta dia sangat ingin menggunakan kartu Carlson.


Tapi ini hadiah pertama yang akan ia berikan kepada Carlson, bagaimana mungkin menggunakan uang Carlson untuk membelinya.


Ariella mengerucutkan bibirnya


"Karena ini adalah hadiah yang akan ku berikan kepadamu, tentu saja aku harus membayarnya sendiri, dengan begitu lebih terlihat tulus"


_________


Hallo guys gimana kabar kalian?


sehat kan?


Author lagi sakit nih udah 5hari demam ga turun2, mual juga, udah dibawa ke dokter tapi masih belom baekan ampe sekarang.


udah kurus makin kurus deh😁😁😁


Doain Author biar cepet sembuh yaa,,


kalian juga jaga kesehatan kalian jangan sampe sakit kayak gw..


sakit ga enak tau, mau makan sesuka hati juga gabisa, gabisa tidur dengan tenang, kepala cenut2..beeuuh rasanya mantap 😁😁😁


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


ok


terima kasih


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2