
💜💜💜💜💜💜💜
Karena lama tak mendengar jawaban Carlson di seberang telpon, maka Ariella kembali berkata
"Bicaralah"
"Masalah perusahaan jangan terlalu kamu pikirkan, posisi Manager departemen Bisnis aku tidak akan ikut campur"
Carlson tau bahwa Ariella memikirkan hal ini, maka dari itu Carlson tak akan campur tangan dan membiarkan Ariella mendapatkan posisi itu dengan usahanya sendiri.
Ariella mengangguk
"Hmmm aku percaya padamu"
"Cuacanya dingin, jika sudah tidak ada urusan cepat pulanglah kerumah" .
Ariella tersenyum " Aku tau tuan Carlson"
Melihat Ariella yang sedang menelpon ,dan terus menerus memanggil tuan Carlson serta dengan senyum yang malu malu membuat Puspita merinding.
"Hey Nyonya Carlson kamu jelas tau bahwa aku sudah lama tak ada pria yang menemaniku ,apakah kau sedang pamer kepadaku"
"Puspita aku ingin bertanya kepadamu"
kemudian Ariella menoleh ke kanan kiri memastikan tak ada orang disana yang akan mendengarkan.
Ariella berbicara dengan pelan
"Apakah ketika Gustin sedang bersamamu, apakah dia bisa menekan gairahnya sendiri?"
"Gairah ku malah yang lebih besar"
jawab Puspita dengan lugas.
Namun Puspita jadi memikirkan maksud kata kata Ariella ini.
"Apakah maksudmu, priamu itu tak mau menyentuhmu?"
"Jangan berbicara terlalu keras"
Ariella membekap mulut Puspita.
"Sebenarnya...sebenarnya kita belum melakukan itu" lanjut Ariella.
"Ariella apakah kamu yakin jika pria mu tidak memiliki masalah?".
"Dia tidak memiliki masalah"
Ariella jelas tau bahwa Carlson adalah pria normal.
"Ariella,,dia tidur bersamamu tapi tidak menyentuhmu, jika dia tidak bermasalah berarti kamu yang tak memiliki aura yang menarik, jadi pria tidak berhasrat melihatmu"
__ADS_1
Puspita berkata dengan blak blakan tanpa perasaan.
"Puspita apa kita ini masih bisa di sebut teman baik".
Ariella menepuk pundak Puspita.
"Ah anggap saja aku tak pernah mengatakan apapun"
"Ariella ternyata kamu masih menunggu ku"
Tiba tidak ada suara terdengar membuat Puspita dan Ariella menoleh bersamaan.
Melihat Ivander masuk reaksi Puspita lebih emosional.
Puspita langsung menghadang.
"Baj1ngan , untuk apa kau datang, hati hati aku pasti akan membunuhmu".
"Puspita lama kita tak bertemu, apa begini caramu menyapa teman lama".
Ivander tersenyum, dia tidak menanggapi kemarahan Puspita.
"Pergi"
puspita sambil menunjuk ke arah pintu.
"Aku tidak menyambutmu disini".
Ivander menatap ke arah Ariella.
"Ariella beberapa hari tidak bertemu ,aku sudah sangat merindukanmu" .
Ivander merasa senang ketika mendengar percakapan Puspita dan Ariella tadi, mereka sudah menikah cukup lama tapi belum pernah melakukan hubungan suami istri.
Ivander berfikir pasti karena Ariella masih memikirkan dirinya.
"Ivander aku lebih tidak ingin melihatmu, dan tidak berharap kamu datang ke studio kami, sebaiknya kamu pergi, atau kami akan melapor polisi".
"Ariella apakah kamu begitu tega, dengar Ariella, jangan pikir Carlson ada di naungan Grup Acess, jadi aku tak bisa menghancurkannya"
"Badjingan" suara puspita meninggi.
"Puspita jangan kamu tanggapi orang ini, sangat tidak layak"
"Ariella".
Suara puspita agak tertahan.
Puspita adalah orang yang sangat tau persis bagaimana kehidupan Ariella.
Dia sangat tidak mudah menjalani hari harinya dalam 3 tahun ini.
__ADS_1
Jadi Puspita tidak akan membiarkan siapapun termasuk Ivander untuk merusak kebahagiaan Ariella yang ia dapatkan dengan susah payah.
Ariella masih dengan senyum dan tenang
"Ivander, kamu sudah beberapa kali mengancam ku, apakah kamu benar benar seorang pria??"
"Ariella aku tau sekarang Carlson sedang pergi dinas, apakah kamu mau dia pergi dalam keadaan hidup dan kembali dengan keadaan tak bernyawa"
"Oh benarkah?"
Ariella tersenyum dan berjalan kearah Ivander.
"Jadi Ariella, dengarkan..."
Ivander belum selesai berbicara, dia sudah mendapatkan tamparan keras.
Ariella berdiri di depannya.
Tatapan Ariella yang biasanya teduh kini memancarkan kemarahan, Puspita yang ada di sebelahnya juga merasa terkejut.
"Ariella"
Ivander memegang pipinya yang panas karena di tampar oleh Ariella.
"Kamu menamparku, kamu berani menamparku"
"Aku hanya menampar orang tak tidak tau malu sepertimu, Ivander akan ku beritahu dengan jelas kepadamu , Badjingan ,jika kamu berani melakukan hal buruk kepada Carlson, walaupun hanya segelai rambut pun aku Ariella akan membalasmu, bahkan jika aku matipun aku akan menyeret kalian sekeluarga untuk ikut denganku"
Ivander sangat terkejud dengan Ariella, walaupun dia tau Ariella punya tempramen panas, tapi ini adalah pertama kalinya dia melihatnya.
Puspita sendiri dia juga merasa terkejut, namun dengan cepat dia menghadang di depan Ariella takut Ivander akan membalasnya.
Puspita baru akan menelpon polisi, namun kemudian dia mendengar Ivander berbicara.
"Ariella lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti".
Setelah itu Ivander pergi.
"Ariella apakah dia akan....."
💜💜💜💜💜💜💜
Guys aku baca beberapa komen yah, kenapa kalian tuh buru buru banget minta kapan mereka MP.
Apa tiap baca novel hal itu yang kalian tunggu2,, apa kalian ga menikmati alur cerita??.
kalian ber ekspektasi seperti apa sih??
ada cerita hot secara detail gitu??
jujur aku nulisnya aja malu woy..
__ADS_1