Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 83


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Berbagai pandangan dan argumen yang Ariella lihat, seakan dia kembali ke 3 tahun lalu.


Makian, hinaan, dan tertawaan yang tiada habisnya. Mereka yang tidak tau apa apa, tidak mengerti yang sebenarnya, tapi mereka ikut memakinya, memandangnya rendah.


Layar LED masih menampilkan berbagai foto Ariella yang tidak mengenakkan itu. Mata ratusan karyawan tertuju pada Ariella.


"anj, benar benar tidak tau malu, jelas jelas presdir Carlson sudah memiliki istri tapi dia masih saja menggodanya".


Akhirnya ada suara yang memecah kesunyian, lalu suara demi suara semakin sahut menyahut.


"Kelihatannya aja seperti wanita baik baik, tak di sangka ternyata seorang wanita murahan"


"Presdir Carlson mungkin tak tau apa yang dilakukan dulu bukan?"


"Jika dia tau tak mungkin presdir mau bersama wanita ini".


Dan masih banyak lagi yang mereka katakan, tapi Ariella membiarkannya. Dia benar benar tidak peduli tentang pandangan orang lain mengenai dirinya.


Tapi dia peduli tentang pandangan Carlson kepadanya. Carlson akan mempercayainya atau tidak.


Tentang masa lalu memang dia tak pernah menceritakannya kepada Carlson, bahkan dia enggan mengungkit tentang keluarganya.


Alasannya karena semuanya itu tidak baik, masa lalu dan juga keluarganya semuanya tidak baik.


Dia tidak ingin Carlson memandang rendah dirinya, tidak ingin dia memandang rendah keluarganya. Dia tidak ingin Carlson berfikiran bahwa dia suka merayu pria.


Jika Carlson mengetahui ini apakah reaksi Carlson akan sama seperti orang orang ini juga.


Ketika dia sedang melamun, Ariella mendengar orang berkata

__ADS_1


" Manager Nisya, Ariella adalah staf di Divisimu bukan? katakan sesuatu".


"Ariella adalah staf di departemen Bisnis, hasil kerjanya bisa di lihat oleh semua orang, urusan pribadinya adalah urusannya, aku tidak bisa mengaturnya"


Walaupun terlibat kerjasama dengan Madona, dia akan terus pura pura tidak tau apa apa.


Lagipula setelah kejadian ini Ariella pasti akan pergi dari tempat kerja dan dia akan tetap menjadi manager.


William menatap Ariella ,menggelengkan kepalanya karena kecewa. Tatapan matanya seolah berkata, dulu dirinya seperti seorang dewi tak di sangka ternyata dia wanita seperti ini.


Hellen sendiri dia hanya diam tak bersuara namun dia menaikkan sudut bibirnya.


seolah apa yang dia pikirkan selama ini ternyata benar.


Seperti sedang menonton sebuah pertunjukkan, mereka menatap Ariella dengan padangan berbeda beda.


"Ariella apakah semua ini benar?"


Ucap Lindsey yang berada di sampingnya dengan lembut.


Dengan sedikit tersenyum dia melihat orang orang yang melihatnya bagai sebuah lelucon.


Padangan mereka yang menghina dan merendahkan seolah dirinya adalah orang yang paling berdosa.


Ariella mengambil Mic lainnya, berkata sambil tersenyum.


"Aku tidak peduli siapa yang menyebarkan ini, tapi akan menuntut dengan jalur hukum"


hahaha


Tidak tau sejak kapan Madona berada di tempat ini, dia mencibir Ariella.

__ADS_1


"Kamu dulu merayu kakak ipar mu sendiri dan pergi ke hotel dengan seorang pria, dan sekarang kembali merayu seorang pria yang memiliki istri"


Ariella menatap ke arah madona dengan tersenyum. Madona canggung di tatap seperti itu. Lalu Madona lanjut berkata


"Kamu benar benar tidak tau malu, dengan kelakuanmu kamu masih mau menuntut dengan jalur hukum. Jika kamu ingin menuntut, harusnya orang yang di tuntut adalah dirimu, selingkuhan tidak tau malu"


Ariella akhirnya tau semua ini ulah Madona, tapi pasti masih ada orang lain di balik semua ini, jika hanya madona sendiri pasti tidak akab berani.


Kemudian Ariella menoleh ke arah Nisya, sekarang dia mengerti. Tapi Nisya dan Madona adalah orang yang baru di kenalnya di kota ini.


Mereka tidak akan mungkin mencari tentang masa lalunya sampai sedetail ini. Pasti ada orang lain lagi di balik ini semua.


Ivander atau Elisa? Tapi Ivander tak mungkin melakukan hal ini. Lagipula kejadian ini sangat persis seperti kejadian 3 tahun lalu.


Kejadian ini seperti disutradarai oleh orang yang sama. Elisa.


Ya Elisa..


Ariella tersenyum getir, namun kemudian ada seseorang berteriak.


"Wanita sepertimu lebih baik berhenti bekerja, jangan membuat malu perusahaan"


"Manager Nisya dan HRD tidak bisa bertindak secara sepihak, lebih baik kita menunggu Presdir Carlson untuk menanganinya".


Mendengar nama Carlson , Ariella menjadi panik, walaupun wajahnya masih terlihat tersenyum.


Bagaimana jika Carlson tidak mempercayainya. Ariella membangun kebahagiaannya dengan susah payah.


Apakah dia akan hancur lagi karena ulah kakaknya.


💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Double Up maghrib2.


jangan lupa sholat maghrib bagi yang muslim.


__ADS_2