
💜💜💜💜💜💜💜
Setelah sekian lama menangis, akhirnya Ariella sedikit tenang.
Dimata Carlson, Ariella adalah sosok wanita yang kuat, tidak menyangka jika istrinya akan menangis sampai seperti ini.
"Ariella"
Jemari Carlson menghapus air mata Ariella.
Ariella mendongak menatap Carlson.
"Aku ingin urusan pemakaman ibu, aku ingin mengurusnya sendiri, aku tak mau Caessa ikut campur".
Carlson mengangguk.
"Kebetulan aku mengenal orang untuk mengaturnya, dan Caessa tidak akan bisa campur tangan".
"Carlson bagaimana bisa kamu memiliki banyak teman, dan mereka semua adalah orang orang yang berpengaruh"
Carlson terkejut mendengar pertanyaan Ariella.
"Sebenarnya tidak terlalu kenal, hanya saja ini adalah hubungan untuk saling menguntungkan satu sama lain".
Ariella mengerti ,jika uang sudah berbicara semuanya akan mudah, namun suaminya ini sebenarnya berapa uang yang ia miliki.
Carlson menatap Ariella dengan lembut, tangannya membelai kepalanya.
"Sekarang kita pulang, urusan ibu mertua biar aku yang mengurusnya"
Ariella mengangguk
"Terima kasih Carlson"
Jika bukan karena Carlson, Ariella tidak akan mungkin bisa melihat wajah ibunya untuk yang terakhir, dan juga tidak bisa.memberikan upacara pemakaman untuk ibu.
"Abraham"
Tiba tiba terdengar suara terkejut dari Elisa.
__ADS_1
Ariella dan Carlson sama sama berbalik badan dan melihat Elisa tidak jauh dari mereka.
Elisa menatap Carlson, Ariella langsung maju berdiri di depan Carlson, dia tak ingin Elisa memandang Carlson dengan penuh perasaan.
"Elisa apalagi yang akan kau lakukan"
Elisa tidak mempedulikan Ariella, pandangannya masih lurus menatap Carlson.
"Apakah benar kamu Abraham?".
Carlson mengangguk dan dengan dingin menjawab " Iya ini aku"
Ariella terkejut mendengar jawaban Carlson. Kedua orang ini saling mengenal. Tapi kapan? Apakah ada sesuatu yang tidak Ariella ketahui.
"Ternyata benar itu kamu"
Ucap Elisa sambil tertawa
"Aku tak menyangka kamu akan menikahi adikku"
Abraham, Ariella mengulangi terus di dalam kepalanya, ia kemudian ingat dulu ketika Elisa baru pulang dari luar negeri, Elisa bercerita bahwa dia memiliki kekasih bernama Abraham.
Ariella merasa Carlson tidak akan menjelaskan apapun padanya. Ariella menarik tangannya dalam genggaman Carlson.
Merasakan tangannya kosong,Carlson merasa tidak nyaman. Ia segera menarik tangan Ariella dan di genggam kembali.
Namun Ariella terus berusaha untuk melepaskannya, Carlson tak akan membiarkannya dan malah lebih mengeratkan genggamannya agar tangan Ariella tak lepas.
Carlson menatap kearah Elisa, dia berbicara dengan sopan.
"Nona Elisa jika anda tak memiliki keperluan apapun kepada kami, ijinkan aku dan istriku pergi"
Setelah mengatakan ini Carlson meraih pinggang Ariella dan langsung membawa istrinya pergi.
"Kamu kenal laki laki itu?"
Tanya Caessa yang bersembunyi di balik dinding.
"Aku mengenalnya ketika kuliah, kami pernah bertemu hanya 2 kali"
__ADS_1
Elisa sengaja tidak mengatakan bahwa dulunya mereka adalah sepasang kekasih.
"Bagaimana latar belakang keluarganya?"
"Sepertinya biasa saja, dia kuliah mengandalkan beasiswa" Jawab Elisa dengan singkat dan jelas.
Walaupun dulu mereka sepasang kekasih, tapi mereka hanya bertemu 2 kali dan tidak pernah bergandengan tangan.
Seumur hidup hanya Ivander yang ingin ia kejar jadi dia tidak terlalu fokus kepada Carlson.
Yang mereka tau Carlson hanya Mahasiswa berprestasi di Harvard, dia mendapatkan beasiswa dan setiap tahunnya dia juga akan mendapat penghargaan sebagai siswa berprestasi.
Mereka tidak ada yang tau bahwa Carlson berasal dari keluarga yang tidak biasa. Hanya saja orang tuanya memiliki cara sendiri untuk mendidiknya, apalagi untuk penerus keluarga mereka.
Mereka mendidik anak laki lakinya dengan sangat ketat dan disiplin, Carlson dari kecil mengandalkan jerih payahnya sendiri untuk bertahan hidup.
"Kalau begitu tak perlu mengurusinya, kamu hanya perlu lebih memperhatikan Ivander"
Mendengar dari Elisa bahwa dia hanya orang biasa, Caessa sudah tidak tertarik untuk membahasnya lagi.
"Baik" jawab Elisa.
-
Sesampainya di mobil akhirnya Carlson melepaskan genggamannya pada Ariella. Melihat mata Ariella yang sudah memerah, Carlson menghela nafasnya.
"Duduk yang baik, aku akan menjelaskan semuanya padamu".
Elisa pernah merebut Ivander darinya, dan kini dia mengetahui bahwa Carlson pernah menjalin hubungan dengan Elisa. Hati Ariella semakin kacau di buatnya.
Carlson kembali menarik tangan Ariella.
"Aku dulu pernah mengenalnya dan dipacari olehnya"
"Di pacari apa maksudnya?"
"Aku tidak tau bagaimana kami berpacaran dulu, juga aku tak tau bagaimana kami berakhir"
💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1