Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 67


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Tubuh Ariella yang sedang memberontak akhirnya membeku.


Apakah Ivander sedang mengancam menggunakan ibunya.


Ariella mendongak menatap Ivander dengan marah, tersirat kebencian yang sangat dalam kepada orang ini.


Tetapi Ivander tidak peduli dengan tatapan tajam Ariella.


"Ariella berapa banyak yang di hasilkan Teknologi Inovatif dalam setahun, berapa banyak yang bisa Carlson berikan kepadamu. Carlson tidak bisa memberimu apa apa. Kembalilah ke sisi ku, aku berjanji tidak akan membiarkanmu bekerja begitu keras setiap hari"


Apakah Ivander berfikir bahwa semua wanita di dunia ini hanya bisa mengandalkannya.


Rasanya ia ingin menampar dengan keras, menghajarnya hingga babak belur sampai ibunya sendiri tak bisa mengenalinya lagi.


Sebenarnya dia memiliki tempramen yang tinggi, tetapi ketika dia memikirkan ibunya yang sakit, memikirkan keadaan Carlson, Ariella menjadi tak berdaya.


Ivander menaruh kepalanya di pucuk kepala Ariella, mendekap lebih erat dan mengatakannya dengan dalam.


"Ariella kembali lah kesisiku"


Ketika Ariella ingin memberontak, tiba tiba terdengar suara di belakangnya. Suara yang selalu memberikan ketenangan dan kedamaian.


"Daiva, tolong antar nyonya ke ruang istirahat"


Tapi saat ini suara itu terdengar sangat dingin, hingga membuatnya bergidik.


Dia mendorong Ivander dengan keras.


Melepaskan diri darinya.


Kemudian dia mendongak menatap Carlson yang sedang menatapnya dengan acuh.


Mata gelapnya sama sekali tidak bersinar.


Ariella ingin menjelaskannya, tetapi ia tak bisa mengucapkan satu patah kata pun.


Daiva menghampiri Ariella.


"Nyonya mari ikut saya ke Ruang istirahat terlebih dahulu"


Ariella tidak bergerak, dia tetap menatap Carlson, ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


Sejak kemunculan Carlson, mereka saling bertatapan satu sama lain.


Seolah olah hanya ada mereka.


Ivander yang lama diabaikan tidak tahan dengan suasana ini, dia berdiri di depan Ariella.


"Carlson jika kamu punya kemampuan, maka hadapi aku, jangan menindas wanita seperti ini"


Ivander berkata dengan keras, ingin menarik perhatian Carlson.

__ADS_1


Tetapi Carlson tidak menatapnya sama sekali.


Pandangan Carlson masih tertuju pada Ariella, mereka saling memandang.


dan tak ada yang saling mengerti satu sama lain.


"Daiva..!!!"


Carlson memanggil Daiva dengan amarah.


"Carlson"


Ariella memanggilnya, tetapi kali ini dia memalingkan wajahnya, tidak menatap Ariella.


Ada banyak orang di luar sana, Ariella tidak ingin berdebat dengan Carlson disini.


Terlebih dia tidak Ingin melihat Ivander melihat lelucon ini.


Jadi dia pergi dengan Daiva terlebih dahulu.


Nanti dia akan mencari waktu untuk menjelaskannya kepada Carlson.


Setelah Ariella pergi, Ivander tertawa.


"Carlson kamu melihat sendiri, orang yang ada di hatinya adalah aku, untuk apa kamu bersusah payah mempertahankannya di sisimu"


Carlson memicingkan matanya, menatapnya dengan dingin.


Walaupun Carlson tidak mengatakan apa apa, tapi Carlson memiliki tempramen yang kuat.


Mengapa bisa memiliki aura yang begitu kuat.


Karena auranya tidak sebanding, maka Ivander terlebih dahulu menyerang.


"Carlson jika kamu bercerai dengan Ariella maka aku akan kembali menarik kata kataku, kamu bisa bekerjasama dengan perusahaan Canic, kamu bisa menduduki jabatan presdir mu dengan tenang"


"Bagaimana jika aku tidak setuju"


Carlson berkata dengan menarik ujung bibirnya, mengatakannya dengan sangat ringan dan santainya.


Orang yang tidak mengenal Carlson akan berfikir jika saat ini ucapan Carlson seperti orang yang sedang mengobrol santai.


Tapi bagi Henry yang sudah ikut dengan Carlson selama lebih dari 10 tahun, ia mengerti bahwa saat ini bosnya sedang benar benar marah.


Selama bertahun tahun banyak berapa kali Carlson menunjukkan senyum yang seperti itu. Henry ingat ketika dulu Polaris di tindas, Carlson juga tersenyum seperti ini kepada orang yang menindas Polaris.


Ivander malah tidak sadar, dan malah mengatakan dengan sombong dan bangga.


"Aku dan Ariella ,kami tumbuh besama sejak kecil, dan kami juga saling jatuh cinta, tidak ada yang bisa saling meninggalkan"


Ivander tidak menyadari bahwa senyum Carlson perlahan menghilang. Lalu mengatakan dengan dingin


" Lalu memangnya kenapa?"

__ADS_1


sekarang Ariella adalah istrinya.


"Haha,, sekarang Ariella hanya sedang marah kepadaku, tunggu sampai dia tidak marah lagi, maka dia secara alami akan kembali ke sisi ku, sekarang kamu segara ajukan perceraian, itu akan lebih baik di banding Ariella yang akan pergi meninggalkan mu"


Carlson mengangguk angguk seolah olah dia baru saja memahami hubungannya.


Ivander mengira bahwa kemenangan ada di pihaknya.


Tapi dia malah melihat Carlson yang tiba tiba tersenyum.


"Jika aku tidak mau??"


"kamu..!!!"


Perubahan Carlson membuat Ivander marah.


Mana pernah ada yang berani dengannya di kota asalnya.


Carlson hanya seorang presdir kecil, mengapa bisa tidak tau diri.


Emosinya meluap, ingin menghajar Carlson.


Ketika ia ingin melangkah, seorang pria kokoh menghalangi di depannya.


Pria itu adalah asistennya Carlson.


"Minggir..!!


Tetapi orang di depannya ini masih tidak bergerak.


"Henry" ucap Carlson.


"Presdir"


Pria itu menanggapi dengan hormat.


"Tolong bawa tuan Ivander keluar"


"Baik"


Dia melangkah maju, pertama tama dia dengan sopan mengangguk pada Ivander dan berkata dengan dingin.


"Tuan Ivander kamu tidak di sambut sini, silahkan pergi"


"Sialan, atas dasar apa kamu mengusirku keluar, siapa kamu!!!'


Dia hanya presdir kecil, atas dasar apa dia mengusirnya keluar, siapa dia.


Apa dia pikir dia adalah Carlton.


Ivander tidak pernah mengalami penghinaan seperti itu. Dia sangat marah dan ingin menyerang Carlson yang masih diam berdiri dan tidak bergerak.


💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Borahae


__ADS_2