
πππππππ
Sekarang Ariella mengerti mengapa Carlson ketika bekerja lebih sering menggunakan bahasa inggris.
Karena Carlson berasal dari grup Acess.
Grup Acess memilih Carlson sebagai presdir sudah pasti karena kemampuan yang di miliki Carlson.
Tatapan Ariella tak lepas ke arah Carlson, memperhatikannya yang sedang sangat serius.
Dengan menggunakan kacamata berbingkai emas itu,Auranya semakin terpancar, terlihat berwibawa dan terkesan tegas.
Carlson memiliki tempramen yang tegas dan elegan, serta anggun.
Tapi juga terlihat mencekam disaat bersamaan.
Ariella kembali mengingat keganasan Carlson di acara makan malam amal.
tiba tiba dia menggeleng dan menepuk nepuk wajahnya.
Ariella masih fokus dengan fikirannya sendiri sampai tak sadar Carlson telah melemparkan tatapan lembut ke arahnya.
Carlson berfikir sebenarnya apa yang sedang ada di dunia Ariella saat ini, dia tak mampu menebaknya.
Karena merasakan ada yang memperhatikannya Ariella segera sadar, kemudian mendongak menatap Carlson.
Tatapan mereka pun bertemu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?"
"Tidak, aku tidak memikirkan apa apa" jawab Ariella.
Mendengar itu Carlson hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.
Tak lama Daiva mengirimkan berbagai cemilan dan juga minuman.
"Nyonya Carlson ini cemilan yang di minta tuan Carlson untukmu"
Setelah mengucapkan terima kasih, Ariella berjalan menuju meja Carlson membaca cemilan.
"Apa kamu mau cemilan ini?"
"Ya".
__ADS_1
Carlson membalas dengan singkat. Ariella mendorong piring ke arah Carlson.
"Ayo makan dulu cemilannya, jangan bekerja terus, mesin saja butuh istirahat, kau juga harus istirahat dulu"
"Suapi aku"
Suara rendah dan sedikit manja terdengar. Apakah dia sedang menggoda Ariella.
Tapi ekspresi wajahnya masih tetap datar.
membuat jantung Ariella berdetak semakin cepat.
Ariella mengambil makanan dan
"Buka mulutmu"
Carlson masih dengan serius menatap layar yang menunjukkan angka angka, dan dengan patuh membuka mulutnya.
Carlson menggigit setengah dari biskuit itu, di lakukan terus menerus sampai Carlson tiba tiba menggigit lembut tangan Ariella dan menghisapnya seperti bayi mengedot.
Ariella segera menarik tangannya. pipinya memerah. Carlson menoleh ke arah Ariella.
"Apakah menemaniku disini sangat membosankan?"
"Tidak"
"Ariella"
Carlson memanggilnya dengan suara lembut magnetis itu. Ariella sangat suka ketika Carlson memanggil namanya dengan nada seperti ini.
"Hmmm"
Carlson merentangkan tangannya dan menarik Ariella ke dalam pangkuannya.
Ariella menyentuh dada Carlson, tubuhnya kaku dia sangat gugup.
"Carlson jangan disini"
"Apanya yang jangan disini?"
Ariella membeku, ia fikir Carlson akan melakukan seperti kejadian malam itu. Makanya dia mengatakan jangan disini.
Ariella sangat malu dengan pemikirannya.dia mencoba untuk melepaskan diri namun Carlson menahannya.
__ADS_1
"Hmmmm??"
Carlson masih mengejar jawaban Ariella, dia ingin dengar secara langsung dari mulut Ariella apa yang jangan disini.
Tubuhnya di peluk erat oleh Carlson, dia semakin gugup dan jantungnya semakin cepat.
Apalagi Carlson menatapnya dengan serius.
Mungkin otak Ariella sudah erorr, dia memeluk leher Carlson lalu mencium bibir pria itu.
Tidak, bukan hanya menciumnya tapi juga menggigitnya. Seolah ingin membalas apa yang telah di lakukan Carlson malam itu.
Carlson membiarkan Ariella setelah itu dia baru membalasnya dengan panas dan ganas.
Mereka saling membalas dan semakin panas.
Namun tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Henry membuka pintu
"Direktur Carlson...."
Ciuman panas mereka akhirnya terhenti. Ariella ingin segera melepaskan diri namun di tahan oleh Carlson dan memeluknya dengan erat.
Carlson menjawab dengan suram.
"Ada apa?"
πππππππ
Haloha guys,,
Up tipis tipis yaahh..
Jaga kesehatan yaah kalian, sehat sehat..
rejekinya lancar dan semoga berkah semuanya.
Biarpun jakarta mendung dan hujan sejak semalem tapi tetep semangat yah..
di tempat kalian hujan ga??
__ADS_1
Btw komen yg bnyak, othor suka bacain loh komen kalianπππ
thankyou and borahaeπ