Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 86


__ADS_3

πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Kaki Ariella yang masih sakit membuat gerakannya terbatas, dia lapar dan belum makan malam.


Akhirnya Carlson yang memasak.


Saat ini Ariella sedang duduk di sofa, namun pandangannya terus mengarah ke dapur.


Dia memperhatikan Carlson yang sedang memasak. Dia saat ini memakai kemeja panjang yang bagian tangannya di naikkan, memakai apron motif kartun yang biasa di pakai Ariella.


Karena tubuhnya sangat tinggi, Apron itu terlihat sangat kecil ketika di pakai oleh Carlson, terlihat sangat lucu.


Ini pertama kalinya Carlson memasak sejak mereka menikah. Karena lama menunggu akhirnya Ariella berjalan ke arah dapur dengan terseokseok.


"Carlson biar aku saja"


Carlson menoleh menatapnya.


"Kembali duduklah dengan baik"


Ariella masih berdiri dengan diam , kemudian dengan wajah memelas dia berkata.


"Aku sangat lapar"


Carlson meletakkan pisau dan menghampiri Ariella kemudian memeluknya.


"Patuh"


Ariella mendongak dan mencium sudut bibir Carlson sekilas.


"Atau kamu ambilkan aku bangku untuk duduk, aku akan mengarahkan mu memasak"


Karena di cium tiba tiba oleh Ariella ,membuatnya sedikit menegang , namun kemudian dia menuruti perkataan Ariella.


"Pertama kamu memasak nasi terlebih dahulu, cuci beras menggunakan panci lalu di masak, setelah itu kamu potong potong sayur dan siapkan bumbunya. Dengan begitu kamu akan menghemat waktu ketika lauk matang nasi juga sudah matang".


Carlson tidak mengatakan apapun ,namun tetap melakukan apa yang di perintah Ariella.


Ariella sendiri dia malah memperhatikan penampilan Carlson, dia merasa Tuhan tidak adil, bagaimana bisa ada pria sesempurna ini.


Wajahnya yang sangat tampan dan berkarisma serta kecerdasan yang sangat tidak di ragukan.


Carlson baru pertama kali memasak, tapi gerakannya seperti chef profesional.


setiap potongan sayur dengan ukuran sama dan rapi dan cara memasaknya yang lihai.

__ADS_1


"Carlson ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu"


Ariella berencana membicarakan tentang hal hal yang terjadi hari ini. Dia sudah memutuskan untuk hidup bersama dengan Carlson, jadi dia ingin menceritakan masa lalunya.


Dia ingin hidup tenang dengan Carlson sampai tua tanpa bayang bayang masa lalunya.


Carlson menoleh kearah Ariella. Melihat tatapan mata yang serius, Carlson dapat menebak apa yang akan di bicarakan oleh istrinya itu.


Sebelum mendaftarkan pernikahan , Carlson sudah menyuruh orang untuk mencari tau segalanya tentang Ariella, termasuk dimana Ariella sekolah saat SD.


Sebenarnya dia tak ingin memberitahu Ariella, tapi sekarang dia merasa tak tega.


"Ariella aku sudah tau segalanya tentang dirimu"


"Kamu...kamu tau segalanya?"


Ariella sangat terkejut , ternyata segala peristiwa dan keburukan keluarganya terpampang nyata di depan pria ini.


"Apa yang kamu tidak lakukan, memang tidak kamu lakukan, bagaimana pun mereka menjebak mu, tapi bagiku kamu Ariella ku yang terbaik".


Ariella tersenyum mendengar ucapan tegas Carlson. selain Puspita masih ada Carlson yang mempercayainya.


"Carlson peluk aku"


Carlson ingin memeluknya tapi dia baru saja memotong daging yang membuat apron serta tangannya kotor.


"Tuan Carlson kalau begitu kau harus berjanji di kemudian hari hanya ada aku yang terbaik untukmu, tidak akan ada wanita lain"


"Hati hati , ingat cidera di kakimu"


Carlson memperingatkan.


" Kamu jangan pedulikan aku , potong saja sayurnya"


Masalahnya tubuh lembut Ariella menempel pada tubuhnya dengan erat, terutama dada Ariella yang kenyal dan lembut itu menempel padanya, bagaimana bisa dia berkonsentrasi.


Dia memang memilik pertahanan yang bagus, tapi jika Ariella terus bergerak, dia takut lepas kontrol untuk memakan Ariella.


Carlson membalikkan badannya dan menatap Ariella dengan serius.


"Sebenarnya kamu masih mau makan apa tidak?"


Ariella hanya tersenyum dan mengangguk.


" Maka sekarang kamu duduk dengan baik jangan mengganggu ku memasak" .

__ADS_1


"Siap bapak Presdir"


Jawab Ariella sambil tersenyum jail dan mengangkat tangan hormat. Kemudian dia kembali ke kursi untuk duduk.


Melihat sikap Ariella yang sudah ceria, Carlson tau bahwa sudah tak ada yang membebani pikirannya.


Setelah beberapa saat semua hidangan sudah jadi, Ariella dengan tidak sabar mengambil sumpit dan mencicipinya.


Bukan hanya tampilannya yang bagus tapi rasanya juga sangat enak. Ariella jadi curiga.


"Carlson apa benar ini pertama kalinya kamu memasak?"


"Ya"


"Dingin sekali" gumam Ariella.


Carlson bangkit dan berjalan menuju kamar untuk mengambil mantel lalu dipakaikan ke Ariella.


"Kalau dingin pakailah pakaian yang lebih tebal"


Ariella memutar bola matanya.


Bodoh, maksud Ariella adalah sikap Carlson yang dingin karna ,bukan dirinya yang dingin.


Carlson meletakkan makanan ke piring Ariella, karena sudah sangat lapar dia memakan dengan lahap.


Beberapa kali menatap Carlson, dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi akhirnya di tahan.


Dia tau bahwa Carlson akan diam ketika makan.


Selesai makan baru Ariella berbicara


"Tuan Carlson makanan buatan lumayan enak, di kemudian hari belajarlah lebih giat.


"Baguslah kalau kamu menyukainya".


Setelah itu Carlson membereskan piring serta mangkuk.


Seorang presdir Teknologi Inovatif memasak dan mencuci piring. pikir Ariella.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Besok aku ga up yaaa..


bukan mau liburan tapi mau beres2...soalnya renov rumah udah kelar..

__ADS_1


BorahaeπŸ’œ


__ADS_2