Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 48


__ADS_3

Carlson mengabaikannya, Ariella sedikit canggung berdiri di tempat dan serba salah.


Untuk sekian lama Carlson baru mendongak dan menatapnya ,pandangan mata di balik kacamata berbingkai emas itu dingin dan tenang.


"Kenapa kamu bisa datang?"


Carlson yang tidak ingin memaksanya,makanya dia mandi air dingin yang menyebabkannya demam tinggi ,bahkan membuatnya tidak sadar tapi wanita itu tidak hati malah pergi bekerja.


Raut wajah Carlson membuatnya merasa bahwa ia tidak menyambutnya untuk datang kesini.


"Daiva memintaku untuk datang melihatmu"


Daiva memintanya datang jadi dia baru datang ,jika dia tidak menyuruh Daiva untuk menelpon apa dia tidak akan datang?


Alis Carlson berkerut nada suaranya menjadi lebih dingin.


"Kamu juga sudah melihatku kalau begitu kembalilah bekerja"


"Oh, baik"


Ariella berusaha menekan perasaan sedih di hatinya ,tersenyum dan mengangguk, berbalik badan dan pergi.


Wanita ini benar-benar pergi, Carlson menatap punggungnya. Pandangan matanya menggelap, raut wajahnya tidak baik, koran di tangan kanannya di remas hancur olehnya.


Ketika berjalan menuju pintu kamar, Ariella tiba-tiba menghentikan langkahnya , menarik nafas dalam-dalam berbalik menatap tajam Carlson.


"Carlson kamu benar-benar baj*ngan ".


Ariella benar-benar khawatir padanya seharian ini ,dengan tidak mudah akhirnya dia melihatnya saat ini tapi dia malah menyuruhnya pergi .


Biasanya selalu mengatakan bahwa dia adalah suaminya , mana ada suami seperti dia di dunia ini , sedang sakit tapi tidak membiarkan istrinya untuk melihatnya.


Makin memikirkannya Ariella makin sedih, makin memikirkannya Ariella makin marah, hidungnya masam.


Dua tetes air matanya tidak terkontrol keluar dari matanya.


Dia mengangkat tangannya dan menyekanya dengan kasar ,menggigit bibirnya dan berkata


" Carlson mati saja kamu, bukan urusanku lagi jika kamu sudah mati, aku akan menganggap tidak pernah mengenalmu"


Amarah Ariella tiba-tiba meledak yang membuat Carlson terkejut.


Dia melihat air mata Ariella yang jatuh.


Gejolak perasaan sakit yang tidak pernah ada di hati Carlson seketika menyebar tanpa persiapan.


Perasaan ini adalah sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya.


Dia masih ingat ketika Ariella di masukan ke penjara oleh Ivander saja dia tidak menangis dalam keadaan seperti itu, tapi pada saat ini.....


"Kemarilah"


Suara Carlson tanpa sadar melembut dia juga melambaikan tangan pada Ariella.


"Kamu menyuruhku pergi maka aku akan pergi, kamu menyuruhmu datang maka aku harus datang , kamu anggap apa aku?"


Ariella juga keras kepala mana mungkin dia akan datang di suruhnya. Carlson mengangkat alisnya


"Kamu tidak mau kesini?"

__ADS_1


Ariella mengabaikannya, mengucek matanya dengan keras ,ia membenci dirinya menangis di depan pria ini , mengapa dia menjadi sangat suka menangis.


"Kalau begitu aku yang kesana"


Carlson bergerak untuk mencabut jarum infus di tangannya.


"Apa yang kamu lakukan? Cari mati "


Ariella terkejut bergegas menghentikannya.


"Bukannya jika aku mati kamu akan menjadi janda muda "


Kata Carlson dengan tatapan serius tapi ada senyum di bawah mata di balik kacamata berbingkai emas itu.


"Kamu...."


Ariella tidak tau pria ini bisa menjadi licik seperti ini, tapi caranya berbicara masih amat serius .


Carlson mengangkat tangannya membelai wajah Ariella ,jarinya dengan lembut menghapus air mata Ariella.


"Hey katakan padaku mengapa kamu menangis"


Ariella menggigit bibirnya dengan kejam berkata


" Aku takut kamu mati maka aku akan menjadi janda muda "


Carlson tersenyum ,mengulurkan tangan sambil berbisik


" Bodoh "


"Kamu yang bodoh, seluruh keluargamu yang bodoh "


Bagaimana dia bisa begitu kuat dengan satu tangan dia bisa memeluk Ariella dengan erat seperti itu ,bagaimanapun dia melawan tetap tidak bisa lepas.


"Jangan bergerak"


Suara rendah itu terdengar dari atas kepalanya dengan nada serak yang menggoda, kata yang diucapkan sangat sederhana tapi itu seperti mantra yang membuat Ariella kehilangan perlawanannya.


Carlson tersenyum puas menempatkan dagunya diatas kepala Ariella , rambutnya sangat halus lembut juga harum dan sangat nyaman.


Dan Ariella yang berada di pelukannya sangat kesal karena menyerah, tapi dia juga menarik sudut bibirnya, dia merasa sangat nyaman.


"Tuan muda makanan sudah siap"


Bibi Ava yang bertugas atas makanan Carlson masuk di saat yang tidak tepat.


Melihat orang yang sedang berpelukan itu bergegas mundur.


Carlson melepas Ariella


"Temani aku makan "


Ariella mengangguk.


Carlson tidak membiarkan perawat membantunya ,pekerjaan jatuh di tangan Ariella .


Dia memegang kantong infus tinggi-tinggi diatas satu tangannya, sedangkan Carlson seperti tuan muda besar tidak melakukan apapun.


Setelah semuanya selesai Ariella baru duduk di sebrang Carlson kemudian Carlson melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Duduklah di sampingku"


Ariella tanpa sadar melirik wanita di sampingnya, inderanya mengetahui jika wanita itu tidak menyambut dirinya, jadi dia tidak pindah tempat duduk.


Ujung jari Carlson terbiasa mengetuk meja dengan pelan , matanya memicing tidak tau apa yang sedang dia pikirkan.


Sampai bibi Ava selesai menghidangkan makanan baru dia berkata


" Bibi Ava sudah tidak ada urusanmu, kamu boleh pergi dulu "


Bibi Ava membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tapi dia terlalu memahami sifat Carlson, jadi dia hanya mengangguk.


"Tuan muda, nyonya muda silahkan menikmati makanannya"


Kata nyonya muda mengejutkan Ariella hingga dia menyemprotkan air yang baru saja di minumnya.


Wajah yang halus dan cantik itu tiba-tiba memerah.


Carlson menatap ekspresinya yang terkejut dan kembali berkata


"Orang yang baru saja itu adalah orang yang bertanggung jawab atas makananku kamu bisa memanggilnya bibi Ava"


Ada Gunawan si supir dan juga ada asisten yang setia seperti Daiva dan Henry dan lagi ada bibi yang bertanggung jawab atas makanannya.


Dan lagi sebutan bibi Ava yang tadi menyiapkan makanan untuk mereka dapat di lihat bahwa ini seperti orang kaya yang sering dikatakan orang-orang diluar.


Carlson dulu mengatakan bahwa dia melakukan bisnis di luar negeri , sebenarnya bisnis apa yang ia lakukan.


Mengapa ia merasa identitas asli Carlson jauh lebih menakutkan dibanding dari Presdir Teknologi Inovatif.


Carlson kembali melambaikan tangannya.


"Duduklah di sampingku untuk mengambilkan ku makan"


"Tangan kananmu bisa bergerak".


Ariella berkata dengan pelan.


Jarum infus di tusukkan di tangan kiri Carlson, tangan kanannya masih bisa memeluknya dengan erat, mengapa saat ini jadinya tidak bis mengambil makanan.


"Aku biasanya makan dengan tangan kiriku "


Suara Carlson terdengar sedikit tidak puas tapi bibir seksi itu tertawa dengan samar.


Ariella akhirnya tau kemampuan Carlson untuk berbicara dengan tidak benar sangatlah bagus , sejak kapan dia makan dengan tangan kirinya, Ariella tidak pernah melihatnya makan dengan tangan kiri.


Namun melihat bahwa dia sedang sakit Ariella memutuskan untuk menahannya. Lagi pula seperti yang dia ucapkan, bila terjadi sesuatu padanya maka dia akan menjadi seorang janda muda .


_____


hallo selamat malam readers..


dah langsung baca aja oke...


eh kepo deh,,umur kalian berapa guys?hehe


jangan lupa tinggalkan jejak kalian..


taratengkyu🥰

__ADS_1


__ADS_2