
Jamuan makan malam acara Amal ini lokasinya berada di pegunungan kota X.
Lebih tepatnya sebuah bukit yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
Bukit ini dulunya tidak memiliki nama, namun menurut cerita beberapa tahun yang lalu tuan muda grup Acess bertemu dengan putri dari keluarga Vandera.
Saat itu bunga persik sedang bersemi dengan indahnya.
Saat itu putri Vandera sedang berdiri disini sedang tersenyum.
Dan dia merebut hati tuan muda grup Acess saat itu.
Kemudian tuan muda grup Acess ini membeli bukit ini dan menamainya bukit vandera.
Dan ia juga membangun sebuah villa yang sangat besar dah megah di atas bukit ini, sebagai bukti cinta mereka.
Sayangnya saat ini mereka pergi ke Amerika karena kondisi tubuh Vandera yang tidak baik.
Jadi mereka sudah tidak tinggal disini.
Namun putra mereka Carlton setiap pulang ke kota X ini akan mengadakan pesta Amal jamuan makan malam untuk mendoakan orang tua.
Acara ini yang di undang tentu orang orang terkenal , tidak sembarang orang yang di undang, semua sudah di pilih ,hanya orang orang yang memiliki hubungan baik yang mereka undang.
Oleh karena itu mereka yang mendapat undangan akan merasakan kehormatan yang besar.
Tapi tak jarang ada orang yang tak di undang malah mencoba masuk.
seperti Ivander yang saat ini berada di dalam jamuan.
Ivander tidak menerima undangan, tetapi demi bisa masuk ke acara ini dia sampai menghabiskan banyak uang.
Dengan memohon kepada seseorang yang diundang untuk membayar sebuah undangan tipis itu.
Dia bisa masuk ke kumpulan kalangan orang atas ini, Ivander tentu tak melewatkan kesempatan ini.
Tak peduli siapa yang datang, ia akan berinisiatif untuk mendekati orang orang tersebut.
Seolah menganggap tempat ini adalah rumah keluarganya.
Ketika melihat Carlson membawa Ariella datang, Ivander yang sedang sibuk di kerumunan juga langsung melihat mereka.
Carlson dan Ariella terlambat datang setengah jam dari waktu yang di tentukan
Tapi ketika mereka memasuki venue, tak peduli mereka yang sedang mengobrol, bercanda, minum, semua menoleh menatap mereka.
Mereka banyak yang terpana serta membicarakan mereka.
Carlson yang tinggi gagah dan tampan dengan balutan tuxedo, memiliki tempramen yang elegan.
__ADS_1
Ketika masuk, ia bisa menekan keramaian dan hiruk pikuk di dalamnya.
Di samping Carlson merupakan Ariella yang merangkul tangan Carlson.
Dengan wajah cantik mempesona dan menggairahkan, dia tersenyum ringan.
Tatapan mata yang lembut, rambutnya di penuhi berlian kupu kupu kecil yang indah.
Gaun Butterfly Love, benar benar seperti seorang putri.
Keduanya memasuki venue , sesekali bertatapan.
Sang pria menatapnya dengan lembut dan tegas sang wanita dengan rasa aman.
Setiap orang terpana melihatnya ,benar benar pasangan yang sangat serasi.
Ivander juga harus mengakuinya, dia selalu tau bahwa Ariella itu sangat cantik bagai peri kecil.
Ariella yang saat ini di lihatnya sangat cantik hingga membuatnya sesak.
seperti kupu kupu yang rela mati untuk memilikinya.
Dan Carlson menggunakan karismanya untuk membuat Ariella tersorot dengan sempurna.
Tanpa di sadari tangan Ivander yang memegang gelas itu ,mengepalkan tangannya erat.
Ingin rasanya ia ke sana dan merebut Ariella.
Venue yang bising seketika sunyi dalam sekejap , Ivander tak lagi mendengar suara apapun.
Hanya menatap Carlson dan Ariella dengan pandangan amarah.
Ketika Ariella dengan Carlson dia terus tersenyum. Pandangan itu sangat menyilaukan mata Ivander, seakan sedang menertawakannya dalam diam.
Tidak, dia tidak bisa duduk diam dan menunggu, dia harus mengambil inisiatif untuk menyerang.
Dia harus membuat Carlson terlihat buruk.
Kalau begitu malam ini Ivander ingin Carlson tau bahwa tempat ini adalah acara yang hanya orang besar yang bisa memasukinya.
Bukan seperti seorang presdir dari perusahaan kecil sepertinya.
Ivander mengangkat gelas dan meminum wine dengan tandas.
Berbalik untuk menemukan tempat bersembunyi.
Ingin menunggu kesempatan untuk bergerak.
Setelah Ariella pergi dari kotanya dulu, Ariella sudah tidak pernah berpartisipasi lagi dalam jamuan amal seperti ini.
__ADS_1
Sekarang dia berada di sini dengan berbagai orang dari kalangan orang atas.
Bertahun tahun yang lalu, Ariella juga pernah berpartisipasi dalam acara seperti ini.
Pada saat itu dia pergi bersama ayahnya.
Gaunnya juga di siapkan oleh ayahnya.
Sama sekali tidak mempertimbangkan pemikirannya.
Sang ayah mengajaknya ke acara jamuan, hanya karena ia berharap Ariella bisa mengenal seseorang dari kalangan atas.
Alasannya karena jika terjadi sesuatu dengan keluarga Ivander maka keluarganya masih memiliki pilihan lain.
ayahnya selalu memilihkan gaun yang sangat terbuka dan mengekspos tubuhnya.
Hanya karena agar kalangan orang kaya itu dapat melihat putrinya.
karena hal itu banyak dari mereka malah membicarakan Ariella yang di cap negatif.
Mengatakan bahwa Ariella sejak dulu adalah wanita yang buruk, suka menggoda laki laki, bahkan juga di sebut menggoda tunangan kakaknya sendiri.
Ariella saat itu ingin melawan, tapi saat itu pula ayahnya akan memaki dan berteriak
Dan bahkan akan memukul ibunya yang lemah hingga memar sekujur tubuh.
Dan ibunya yang lemah itu hanya akan menangis dalam diam.
Tidak berani berjuang, tidak berani melawan bahkan untuk meminta ampun sekalipun.
Jadi hanya Ariella yang berjuang dan memohon belas kasihan.
Dia mencoba berbagai cara untuk menghentikan ayahnya.
Tetapi ayahnya selalu memihak kepada keluarga Ivander , setiap hari Ariella akan menerima hukuman yang lebih berat.
Ariella tidak bisa menolong ibunya, sampai ia dan Ivander memutuskan hubungan, ayahnya baru mulai mereda.
Saat itu Ariella masih berfikir dengan bodoh bahwa Ivander adalah pahlawannya.
Memikirkan ini Ariella melirik Carlson yang ada di sampingnya, di bawah cahaya yang hangat, mata Carlson terlihat sangat menyilaukan.
'Carlson apakah kamu adalah pahlawanku', melewati semua rintangan hidup dan akan bersama selamanya'
Seolah merasakan tatapan Ariella , Tangan besar itu merangkul pinggang Ariella.
menoleh dan berbisik.
"Ada aku"
__ADS_1
Yaa ada dia, Ariella kemudian meluruskan punggungnya dan mengangkat kepalanya.