Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 66


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Ariella benar benar tidak ingin terlibat dengannya, dia masih duduk dengan santai.


"Tapi aku tidak ingin mendengarnya"


"Apa kamu percaya aku akan membuat Carlson keluar dengan merangkak malam ini?"


Ivander mencibir dan berbalik badan untuk pergi.


"kamu...."


Ucapan Ivander merobohkan ketegasan Ariella. ia takut Ivander akan melakukan sesuatu kepada Carlson.


Ariella tidak ingin Carlson berada dalam bahaya, jadi hanya bisa mengikuti Ivander.


Acara jamuan ada di lantai dua, di dekat ruang istirahat ada balkon.


Pencahayaannya tidak terlalu bagus, Ivander sudah melihatnya sejak awal. Jadi dia membawa Ariella kesitu.


Ariella melihat sekeliling, meskipun disana gelap tapi masih ada orang orang di sekitar.


Ivander harusnya tidak akan melakukan apa apa, jadi Ariella mengikutinya.


Ivander menoleh, melirik sekilas pada Ariella, memandang daei atas sampai bawah.


"Ariella kamu terlihat lebih baik dari sebelumnya"


Ariella merasa mual mendengarnya.


Rasanya ia ingin berbalik dan pergi, tapi ia khawatir kalau Ivander akan melakukan sesuatu kepada Carlson.


Ariella hanya menanggapi dengan dingin, menoleh saja tidak.


Melihat itu Ivander merasa kesal.


"Carlson hanya seorang presdir dari perusahaan kecil, semua orang bisa saja menginjaknya, jangan bangga jika dia membawa mu kesini, dia tidak bisa setara dengan orang orang kelas atas"


Ariella tidak berfikir demikian, dia hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang.


menjauh dari segala macam trik, menjauh dari pengkhianatan, menjauh dari segala sesuatu yang menyakitinya. Dia hanya ingin hidup tenang dengan Carlson.


Melihat Ariella yang tidak membantah, Ivander berfikir bahwa ia bisa membujuk Ariella.


"Kamu harusnya tau setelah aku mengumumkan bahwa perusahaan ku tidak lagi bekerjasama dengan Teknologi Inovatif, banyak perusahaan lain juga yang tidak mau bekerjasama dengan perusahaannya. Kamu harusnya tau bahwa selamanya Teknologi Inovatif tidak akan bisa bersaing denganku, Carlson hanya akan ku injak injak di bawah kakiku"

__ADS_1


Ariella tidak peduli apa identitas Carlson di luar, dia hanya tau bahwa Carlson adalah suaminya.


Walaupun jika memang benar yang di katakan Ivander tentang perusahaan Carlson memangnya kenapa.


Menurut Ariella karakter yang di miliki Carlson ,Ivander tidak bisa menandinginya.


Ariella masih tidak menjawab, Ivander menyadari bahwa Ariella tidak terkesan dengannya, lebih ke tidak peduli dengan semua ucapannya.


Ivander mengepalkan tangannya.


"Apakah kamu tau bahwa kakakmu Elisa datang ke kota X dan lagi ayahmu yang meminta untuk datang"


Mendengar nama yang ingin dia lupakan, hati Ariella masih terasa sakit.


Ariella masih ingat hari itu.


sang kakak menangis di hadapannya, mengatakan bahwa seharusnya dia tidak ada hubungan dengan Ivander.


Ariella tak mengingat apa yang dibicarakan oleh keluarganya dan keluarga Ivander kala itu. Tapi satu hal yang ia ingat, saat ibu Ivander mengatakan.


"Elisa kami sedang hamil, jika kamu tidak peduli dengan tubuhmu paling tidak pedulilah dengan anakmu"


Saat ini Ariella tau bahwa kakaknya dan tunangannya akan memiliki anak.


Ariella mengepalkan tangannya dengan meremas hasil desain gaun pernikahan impiannya yang baru saja selesai ia desain.


Lalu entah bagaimana ceritanya, Ariella malah yang di nilai sebagai wanita yang merebut tunangan kakaknya.


Dia di caci maki orang orang hingga ia tak berani untuk keluar rumah.


"Aku tau kalau kamu tidak ingin menemuinya, tapi kalian kakak beradik, kamu tidak akan bisa seumur hidup untuk tidak menemuinya"


Sudah tau kalau ini adalah sumber luka Ariella, tapi lagi dan lagi Ivander malah merobek bekas lukanya.


"kakak?? kakak ku sudah mati tiga tahun yang lalu"


Mereka menyakiti Ariella bahkan masih menjebaknya. baginya orang orang itu sudah tidak lagi ada hubungan dengannya.


"kakakmu sudah mati di hatimu?"


Ivander tersenyum dingin.


"Bagaimana dengan ibumu, apakah dia sama dengan kakakmu?"


Ucapan Ivander bagaikan racun, membuat hatinya sakit, ia sudah tidak bisa mengatakan satu patah katapun.

__ADS_1


Ivander kembali berkata


" Selama kamu pergi ibumu jatuh sakit, dan tidak bisa bangun , berbaring di ranjang selama tiga tahun"


Ibunya berbaring di ranjang selama tiga tahun??


Dia jadi mengingat ibunya selalu mengelus kepalanya saat kecil dan berkata.


"Ariella yang patuh adalah kesayangan ibu, ketika dewasa kamu pasti akan sangat perhatian"


Ariella masih ingat kejadian tiga tahun lalu, betapa tak berdayanya sang ibu kala dia di jebak.


Ibu benar benar sayang padanya, namun apa daya ibunya yang lemah itu hanya duduk dan menangis kala itu.


Ibunya pernah memohon kepada ayahnya untuk tidak memaksa Ariella, memaksa keluarga Ivander agar melepaskan anak anaknya.


Tapi walaupun sang ibu memohon sampai suaranya serak bahkan sampai matanya sembab, tidak ada yang mendengarnya.


Ariella akhirnya meninggalkan kota itu dengan kekacauan, mungkin ibunya bisa jatuh sakit karna tak bisa melindungi anaknya.


"kamu juga tau kondisi keluargamu, bahkan ibumu berbaring di rumah sakit selama tiga tahun, jika tak ada bantuan dari keluargaku apa bisa keluargamu membiayainya?".


Ivander terus berkata , semua yang dikatakannya bagaikan pisau tajam yang menusuk hatinya .


Selama tiga tahun sengaja ia tak mencari tau tentang keluarganya maupun keluarga Ivander.


maka dari itu dia tak tau jika ibunya sedang sakit.


Mungkin Ariella bisa menyalahkan ayahnya ataupun Elisa, tapi ia tak bisa menyalahkan ibunya.


Ariella menahan agar tidak menangis, tubuhnya bergetar pelan.


Ivander merengkuh tubuhnya kedalam pelukannya, menepuk punggungnya dengan pelan.


"Ariella jangan sedih bukankah kamu masih punya aku, bagaimanapun aku akan menjadi perisaimu"


Ariella di peluk Ivander, mendorongnya agar pergi menjauh, tapi Ivander malah memeluknya dengan erat.


Berkata dengan mengancam.


"Ariella jika kamu tidak patuh bagaimana dengan ibumu"


💜💜💜💜💜💜💜


aku ga pernah baca ulang ya, jadi kalau ada typo ya harap maklum, tapi aku yakin kalian paham😁😁😁

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2