Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 40


__ADS_3

"Presdir Carlson"


Lindsey berteriak seakan menemukan penemuan baru di dunia.


"Apa kalian tidak berfikir bahwa punggung ini mirip dengan presdir Carlson kita"


Ariella biasanya tidak peduli dengan gosip di lingkaran hiburan, tetapi ketika mendengar lindsey berkata seperti itu tangannya tidak bisa menahan untuk tidak membuka portal berita.


Berita polaris menjadi topik utama, juga terdapat beberapa foto.


Foto pertama adalah saat ia dengan tenang berada di pelukan seorang pria.


foto kedua di lihat dari belakang terlihat seperti berciuman. Foto ketiga pria itu sedang menggendongnya menuju rumah mewah.


Meskipun punggung pria itu yang hanya terlihat, namun terasa sangat familiar dan dia juga melihatnya pagi ini.


Hanya dengan punggung saja tidak bisa 100% yakin bahwa pria ini adalah Carlson.


Ariella menghibur dirinya sendiri di dalam hatinya.


Tapi bukan Ariella saja yang berfikir punggung ini milik Carlson, seluruh staf merasa bahwa itu sangat mirip seperti Carlson.


Dan yang membuat Ariella sangat yakin bahwa ini adalah Carlson karena jas abu-abu perak yang di kenakan di tubuh wanita itu , itu adalah standar Carlson.


Ariella mengenal Carlson selama ini dia hanya memakai warna ini.


Semua orang berkerumun untuk membahasnya.


"Apakah istri presdir Carlson adalah bintang yang masih berusia 18tahun ini?"


"Umur 18tahun belum memenuhi syarat untuk menikah, seharusnya bukan kan?"


"Sekarang tidak hanya memiliki akta nikah untuk menjadi suami istri asalkan memiliki niat untuk menjadi suami istri sudah bisa"


"Benar..benar .benar"


Suara para staf yang antusias membahas hal itu terdengar ke telinga Ariella , kata-kata ini sepertinya diarahkan padanya.


Ariella tersenyum pahit apakah nasibnya tidak lepas dari penghianatan.


Dalam pandangannya meskipun tidak ada cinta dengan Carlson tetapi mereka merupakan suami dan istri yang sah jadi mereka harus setia satu sama lain.


Sekarang baru menikah satu bulan, Carlson sudah memiliki wanita di luar, ini menjadi canggung dengan identitasnya sebagai seorang istri.


Ariella tiba-tiba merasa udara kantor tidak bergerak , hatinya seakan tersumbat, nafasnya menjadi sulit , dia menyapa Nisya lalu meminta cuti satu hari ,bersiap keluar untuk mencari udara segar.


Dan sekalian memikirkan hubungannya ini dengan Carlson.


Di jalan orang berjalan lalu lalang, semua memiliki tujuan yang jelas , hanya dia yang berjalan tanpa tujuan, tidak tau harus kemana.


Dari awal sejak dia sampai di kota xxx yang hirukpikuk ini perlahan-lahan dia memiliki perasaan tidak rela untuk berpisah.


Selama 3 tahun ini dia telah bekerja keras untuk melupakan hal-hal buruk di masa lalu.


Namun secara tidak sengaja hal-hal buruk itu selalu muncul di depannya.

__ADS_1


Membuatnya lagi dan lagi menikmati rasa luka dan penghianatan. Tepat ketika tidak mudah dia menghadapi orang di masa lalu.


Muncul lagi berita lain yang menerkamnya yang membuatnya tidak siap .


Ariella bahkan berkata pada dirinya sendiri.


Lagi pula ini adalah pernikahan tanpa cinta , apakah harus menganggapnya tidak tau dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.


Namun dia juga memiliki harga diri, jelas-jelas mengetahui masalah ini tapi masih pura-pura tidan tau, dia benar-benar tidak bisa melakukannya.


"Ariella"


Sebuah tangan kuat menahan Ariella, dia tidak siap dan jatuh ke dalam pelukan itu.


Ivander menatapnya dengan marah


"Apa yang kamu lakukan apa kamu sedang mencari mati?"


Ariella mendorongnya tetapi malah di peluk dengan lebih erat.


Ketika ia di tinggalkan orang terdekatnya tiga tahun lalu dia tidak berfikir untuk mati.


Tapi sekarang bukankah hanya Carlson yang masih dianggap tidak dekat.Bagaimana dia bisa memiliki ide untuk mati.


Ivander berkata lagi


"Jika aku tidak menarik mu tepat waktu kamu akan tertabrak di tengah lalu lintas"


Ivander mengirim orang untuk mengawasi Ariella , jadi ketika Ariella keluar dari kantornya dia menerima berita itu dan cepat bergegas menyusulnya.


"Apa hubungannya denganmu"


"Lepaskan aku dulu"


"Ariell aku tidak akan pernah melepaskan mu"


Dia menyukai wangi samar tubuh Ariella ketika dia memeluknya ,dia selalu memikirkan keindahan cinta pertama mereka.


Bahkan bila Ariella sudah menikah dia bisa membuatnya untuk bercerai.


Bagaimana pun caranya Ivander harus mendapatkan Ariella kembali.


"Ivander anggap aku memohon padamu, tolong jangan muncul lagi di hadapanku, jangan ganggu kehidupanku lagi"


Ariella kini tidak lagi berjuang melawan hanya berkata dengan tanpa daya


Ivander terus berkata


"Ariell orang yang selalu ku cintai adalah kamu, kali ini aku benar-benar menjemputmu pulang, selama kamu kembali padaku masalah kantormu aku akan segera menyelesaikannya untuk mu"


Ketika mendengar ini tidan tau kekuatan Ariella ini berasal tiba-tiba ia mendorong Ivander menjauh, menahan air matanya.


"Ivander apakah aku harus membuka lagi bekas luka di hadapanmu dan dengan begitu kamu baru bisa puas?"


"Ariell"

__ADS_1


Ivander menatapnya dengan sedih.


"Jangan panggil aku seperti itu "


Ariella menutup matanya mengambil nafas panjang , ketika membuka matanya lagi kekuatannya sudah melemah .


bergumam


"Ivander pikirkan baik-baik apa kamu fikir kita bisa kembali?"


Ivander berkata


"Ariella selama kamu mau kita bisa kembali seperti dulu , aku sekarang sudah punya kemampuan, orang tua di rumah itu sudah tidak bisa mengendalikanku"


"hahaha Ivander apakah kamu benar-benar bodoh atau kamu sedang berpura-pura bodoh di depanku"


Ariella tiba-tiba tertawa hingga air matanya keluar.


"Ariella aku tau kamu peduli mengenai masalahku dengan elisa, tapi aku tidak menikahinya ".


Menatap untuk waktu yang lama Ivander berkata dengan perlahan.


Setelah mendengar kata-kata Ivander , Ariella semakin memandang rendah Ivander.


Apakah perasaan semua pria tidak sedalam dirinya.


"Ivander ku mohon jangan muncul di hadapanku lagi , biarkan aku menjalani hidupku sendiri"


Setelah berbicara seperti itu Ariella berbalik dan pergi.


Dia hanya ingin berjalan sendirian tidak ingin menemui siapapun.


Yadi berjalan ke sisi Ivander.


"Tua Ivander nona Ariella sudah berjalan jauh apakah anda ingin mengikutinya?"


"Memangnya kenapa jika aku mengikutinya , tidak peduli apa yang aku katakan sikapnya masih begitu tegas"


Ivander menghela nafas dan kembali berkata


" Bagaimana dengan masalah Teknologi Inovatif ?"


"Mereka tidak mendapatkan proyek baru hanya mendapatkan jalan buntu".


Yadi sangat bersemangat ketika menyebutkan Teknologi Innovatif.


Karena pernyataan dari Grup Primedia banyak perusahaan kecil tidak berani bekerja sama dengan Teknologi Inovatif , sehingga bisnis mereka sangat terpengaruh dengan hal ini.


Ini adalah hal paling bagus yang yadi lakukan selama mengikuti Ivander selama ini.


"Apa ada pergerakan dari sisi Carlson?"


Ivander bertanya kepada yadi tetapi matanya masih menatap ke depan memandang Ariella yang melangkah semakin jauh


________

__ADS_1


Dah langsung Gas aja,,jangan lupa jempolnya..


tengkyu ..


__ADS_2