
πππππππ
Carlson tidak ada di sisinya tapi panggilan telepon tidak terputus semalaman.
Ketika pagi membuka mata, Langsung mendengar suara Carlson di telpon.
"Sudah bangun?".
suara Carlson seolah seperti pagi pagi biasanya, yang duduk di dekat jendela sambil membaca koran,lalu menoleh ke Ariella.
"hmmm iya sudah"
"Aku sudah menyuruh orang untuk menyiapkan sarapan untukmu"
"Hmm, Tuan Carlson jika suatu hari kamu sudah tak lagi memperlakukanku dengan baik , apa yang harus aku lakukan?".
Carlson selalu memperlakukannya dengan baik, Ariella menjadi terbiasa dengan perhatian yang di berikan Carlson.
"Selama menjadi nyonya Carlson, maka Tuan Carlson akan memperlakukan nyonya dengan baik".
"Hmm aku tau, aku akan menjaga menjadi nyonya Carlson dengan baik".
Tentu saja dia tidak akan membiarkan siapapun menempati posisinya sebagai nyonya Carlson.
-
Hari ini Ariella pergi Perusahaan untuk mengundurkan diri.
Karena posisi Manager di Divisinya masih kosong maka dia bergegas ke ruang personalia.
Staf Personalia tidak berkomentar apapun mengenai pengunduran diri Ariella.
Dan memudahkan prosesnya mengingat Ariella adalah istri dari sang Presdir.
Keluar dari Perusahaan di sambut dengan udara dingin. Ariella segera memakai mantelnya. Ketika sedang menarik Mantel Ariella mendengar suara yang lembut di belakangnya.
"Ariella" .
Ariella belum menoleh, dia mengenal suara ini, apakah dia sedang berhalusinasi. Tidak percaya kalau orang itu akan muncul di depannya.
"Ariella ini aku"
Suara tua yang sedikit tercekat itu terdengar kembali. Ariella menoleh ke belakang.
Kini dia bisa melihat dengan jelas orang itu.
__ADS_1
Dalam waktu 3 tahun tidak bertemu mengapa orang ini terlihat lebih kurus dan tampak sedikit berbeda.
Ariella membuka mulutnya ingin memanggilnya, tapi kata yang sudah berada di ujung lidah tak kunjung dia keluarkan.
Dia kembali mengingat 3 tahun lalu, perlakuan mereka kepadanya dan juga ibunya pernah berbicara
"Ariella kamu adalah orang yang mandiri, mengalah lah pada kakak mu kali ini saja"
Setiap mengingat ini hati Ariella kembali sakit. Apa karena dia kuat dan mandiri jadi dia harus di jebak dan di tinggalkan.
"Ariella"
wanita tua itu menatap Ariella dengan air mata yang sudah mengalir.
Mungkin kalau dia kehilangan Ivander dia bisa mencari yang lain.
Tapi jika dia kehilangan cinta dari keluarga, maka dia sudah tak bisa mencarinya, karena keluarga hanya 1 tak ada yang bisa menggantikan.
Hidung Ariella sudah masam, air matanya juga sudah menggenang.
Dia menggigit bibirnya dengan keras, mendongakkan kepalanya agar air matanya tak keluar.
"Ariella kami tau, kami yang bersalah padamu"
"Salahkan aku yang tak bisa memiliki kemampuan untuk berpendapat di rumah, melihatmu di fitnah dan di lukai di depan mata ku sendiri aku tidak bisa apa apa".
Ariella hanya diam, tangannya terkepal.
" Ariella apa kamu tak mau mengatakan satu patah kata pun kepadaku"
Melihat Ariella yang diam saja membuat orang itu menangis semakin pilu, bukan tanpa alasan Ariella tak mau berbicara.
Dia hanya takut pertahanannya akan runtuh dan akan kembali menangis.
"Aku tau aku lemah, bahkan tidak bisa melindungi putriku sendiri"
Orang itu masih menangis, tubuhnya pun menggigil.
Ariella pun mencoba mengontrol dirinya sendiri, dia menarik nafas dalam dalam.
setelah itu dia berbicara dengan tenang.
"Jika kamu kesini mencariku hanya untuk menyuruhku untuk kembali dan menggantikan Elisa untuk melahirkan anak untuk Ivander maka kamu bisa pergi".
Dia tidak peduli apapun alasannya orang ini datang menemuinya, akhirnya Ariella pergi dengan perasaan sakit.
__ADS_1
Ariella berjalan dengan cepat, ia takut tak bisa mengendalikan perasaannya di depan ibunya,
Setelah agak jauh dia bersembunyi , menutup wajahnya dan menangis disana.
Di mata keluarganya terutama di mata ayahnya, dia dan Elisa hanya di gunakan sebagai alat.
Dan Ibunya yang lemah tidak bisa melindungi anaknya.
Kemarin Ariella bisa menghadapi Elisa dan Ivander seperti orang lain.
Tapi hari ini ketika berhadapan dengan ibunya, Ariella tak mampu.
Dia tetap amat sangat mencintai ibunya.
Setelah sedikit tenang Ariella memperhatikan ibunya dari jauh.
Dia melihat ibunya terhuyung dan jatuh pingsan.
Tanpa peduli apapun Ariella berlari kembali seperti orang gila.
πππππππ
Jumat berkah
mari saling mendoakan.
Semoga selalu sehat dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah kasih.
Semakin kita bersyukur Allah akan semakin menambahnya.
Semoga rejekinya Lancar ,melimpah ruah luber2, di beri keluarga yang sakinah mawadah warohmah.
Selalu ada ketenangan dan ketentraman dalam berumah tangga, harmonis.
Dan di karuniai anak yang sholeh dan sholehah.
Tidak lupa bersyukur karena sudah di kasih sehat sama Allah.
Aamiin.
kita ga pernah tau doa dari mana dan dari siapa yang akan di kabulkan.
yuk tambah lagi apa doa kalian.
Borahaeπ
__ADS_1