
💜💜💜💜💜💜💜
Sebelum pulang Carlson mengantar Ariella pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan dapur.
Di depan supermarket ada penjual Kastanye panggang, Ariella sering membelinya.
penjualnya adalah seorang wanita paruh baya.
"Gadis kecil pria di belakangmu itu kekasih atau suamimu?"
Ariella menoleh menatap Carlson sekilas.
Pria ini selalu ada di dekatnya dan membawa barang barang belanjaan. Tidak ada jejak bosan atau tidak sabar di matanya.
"Dia suamiku".
Ariella merasa bangga ketika mengatakan itu, dia ingin selalu mengakui Carlson agar seluruh dunia tau bahwa dia adalah suaminya.
"Gadis kecil mungkin ada beberapa pria mau menemanimu berbelanja sesekali, tapi jarang ada yang mau menemanimu setiap waktu, jika kamu sudah menemukannya, jaga dia jangan sampai orang lain merebutnya"
"baik, aku mengerti bibi, terima kasih".
Ucapan bibi paruh baya ini mengingatkannya kepada ibunya. Dulu ketika Ariella bertunangan dengan Ivander ,ibu juga mengatakan hal yang sama dengan yang bibi ini katakan.
Ibunya juga mengatakan bahwa Ibunya tidak ingin Ariella menikah dengan pria kaya, yang ibunya inginkan hanya anaknya ini menikah dengan pria yang memperlakukan Ariella dengan baik.
Terkadang Ariella ingin menelpon ibunya dan mengatakan bahwa putri kecilnya telah menikah dengan pria yang akan menemaninya seumur hidupnya.
Setelah Ariella pergi, bibi penjual kastanye itu masih membicarakan pasangan suami istri itu kepada pembeli lain.
"Kamu dengar ? mereka sedang memujimu"
__ADS_1
Tangan kiri Carlson memegang kantong belanjaan, tangan kanannya menggenggam tangan Ariella.
"Hmmm"
Ariella hanya memutar bola matanya. Namun kemudian mendengar Carlson berkata lagi.
"Karena kamu sangat baik"
-
"Tuan Carlson, nyonya Carlson".
Julie berlari untuk menyapa pasangan suami istri itu.
"Mana bosmu?"
Carlson tau jika ada Julie di sini sudah pasti juga ada Ivan.
Julie menoleh ke belakang, menunjuk ke arah mobil yang tak jauh dari dari mereka.
"Dia suruh butterfly love"
Kaca mobil di turunkan oleh Ivan, Ariella dapat melihat pria dengan hidung mancung, memakai kemeja dengan kancing yang sudah terbuka bagian atas dan rambut yang sedikit berantakan.
Ivan yang merasa di tatap oleh Ariella segera menoleh dan membalas menatap Ariella, pria itu tersenyum dengan penuh arti yang membuat Ariella merasa tidak nyaman.
Ariella segera memutus tatapannya dan beralih menatap Julie.
"Harusnya aku yang datang untuk mengembalikannya"
"Tidak masalah"
__ADS_1
Julie sangat jarang bisa keluar dari villa, ketika ada kesempatan untuk keluar dia tidak akan menyianyiakannya.
Ivan tidak turun dari mobil, Carlson juga tidak menghampiri. Ariella kemudian menoleh kembali ke arah Ivan.
Desainer italia yang merupakan idolanya.
Dulu Ariella bercita cita ingin pergi ke itali untuk belajar langsung kepada Ivan, ibunya sampai menjual gelang zamrud turun temurun untuk membiayai Ariella belajar desain di italia.
Namun semuanya gagal karena Ayahnya tak mengizinkannya, uangnya juga di ambil oleh sang ayah untuk membiayai Elisa agar bisa kuliah di Amerika.
Saat ini melihat Ivan ada didepan matanya rasanya Ariella ingin berlari menghampirinya dan bertanya apakah dia bisa menjadi muridnya.
Tapi karena saat ini Ariella sudah menikah maka dia tak bisa memutuskan satu pihak, dia juga harus mendengar pendapat Carlson.
Ariella berlari ke atas lalu turun lagi membawa gaun Butterfly love untuk di serahkan kepada Julie.
Karena Ariella sudah merubah desain butterfly Love karena insiden malam itu, Ariella harus meminta maaf kepada pemiliknya.
Namun belum sempat berbicara, Ariella sudah mendengar Ivan berkata.
"Nyonya Carlson, Priamu itu sungguh tidak lucu, aku sudah lama di sini tapi dia tidak mau berbicara menyapaku".
"Carlson memang seperti itu ,jadi jangan perhitungan padanya"
"Perhitungan padanya?aku terlalu malas untuk perhitungan padanya. Karena nyonya Carlson yang begitu Cantik anggap saja aku meminjamkan gaun ini padamu".
"Terima kasih"
Ariella tersenyum.
"Memang nyonya Carlson yang lebih sopan, lihatlah suamimu itu , masih memasang wajah dinginnya itu"
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜
thankyou guys.