Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Eps. 23


__ADS_3


Para pelayan yang sudah di atur oleh Mo lian cheng pun keluar.


Pelayan wanita: Tuan, maaf kan saya.


Presdir Cheng: Tidak apa-apa.


Anna: Apa maksudnya ini?


Sahabat dekat Cheng dan pasangan mereka tersenyum kepada Anna, Anna merasa kebingungan dengan apa yang mereka lakukan.


Mo lian cheng: Baiklah, mungkin sudah saat nya aku membuka identitas asli ku. Niko, Mika kalian sudah boleh bicara.


pelayang pria (Niko): Baik tuan. Mungkin sebagian besar dari kalian tidak tau presiden perusahaan dan sebagian dari pebisnis tidak tau siapa dia. Banyak orang yang mengatakan bahwa dia adalah kakek-kakek, orang tua, paman, atau sepupu tua. Namun siapa yang tau kalau orang yang menjadi misterius selama bertahun-tahun ini adalah Bos kami Mo lian cheng.


Pelayang wanita (Mika): Dan kalian juga tidak tau geng mafia Naga Putih ini juga di pegang oleh Tuan Mo lian cheng. Lalu, saya merasa heran kenapa orang rendahan seperti kalian bisa menghina presiden kami dengan perkataan hina.


Pelayan pria: Menghina seorang CEO,ketua Geng Naga Putih, dan juga mencemooh kan nama baik Presiden kami apa yang pantas kami lakukan untuk mereka tuan.


Presdir Cheng: Sebaiknya kalian tanyakan dengan Nyonya kalian.


Anna: Ap...apa kau adalah seorang Presiden Perusahaan di Asia dan menjadi ketua geng naga putih yang legendaris itu, berarti kau adalah seorang milioner.(berjalan mundur).


Cheng: Jangan takut.(merangkul Anna & mencium dahi).


Jennie: Anna, bagaimana ini bisa terjadi?

__ADS_1


Anna: Aku juga tidak tau Jennie.


Dila: Apa hebatnya berbohong.


Luchas: Kau bilang berbohong.Jika bukan karena perbuatan mu yang memasukkan obat kedalam minuman Nona Anna, presiden kami tidak akan jatuh cinta padanya dan Nona Anna tidak akan bertemu dengan Presiden kami.


Dila: Om..omong kosong.


Jimie: Dila!!!..katakan yang sejujurnya.(emosi +mencengkram tangan Dila).


Dila: Jim..aku bisa jelaskan.


Jimie: Sudah cukup! Aku sudah muak denganmu! Mulai sekarang kita putus.(marah&pergi).


Dila: Jim...


Dila merasa emosi dengan Anna. Dan dia berpikir ingin menghabisi hidup Anna. Pada saat di mengambil pisau garpu di atas meja dan ingin menusuk Anna. Cheng ingin menghadang. Namun, karena Anna takut kehilangan orang yang ia cintai untuk kesekian kalinya. Anna menarik Cheng dan memutarkan tubuhnya. Dan pada akhirnya Anna malah tertusuk.


Cheng yang melihat Anna terluka dan mengeluarkan banyak darah, Cheng sempat menangis untuk kedua kalinya karena diwaktu kecelakaan Anna dengan orang tua nya ia hampir tewas.


Cheng bergegas pergi membawa Anna ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Namun, pada saat dibawa Anna sudah dalam keadaan kritis karena kehilangan banyak darah. Gaun yang sangat indah dipakai oleh Anna seperti sang malaikat sekarang berubah menjadi gaun merah yang mematikan.


Teman-teman yang lain sangat khawatir dan Jennie menangis karena melihat saudarinya. Cheng melihat Dila dengan tatapan pembunuh yang membuat orang melihatnya seperti ingin menghadapi kematian.


Sahabat Cheng seketika membenci Dila, Dan merasa sedih melihat Anna yang tidak bisa membedakan Teman dan Lawan. Pada akhirnya Anna terluka karena terlalu percaya dengan temannya.


Sahabat Cheng yang melihat raut wajah Cheng yang penuh dengan ke khawatiran, mereka pasti tau bahwa Cheng sangat mencintai Anna seperti takdir.

__ADS_1


Dokter pun keluar dan memberitahukan bahwa kemungkinan kecil untuk pasien bisa selamat.


Cheng: Jika kau tidak bisa menyelamatkannya, akan ku runtuh kan gedung ini.(mencengkram leher baju dokter).


Hyun jin: Cheng tenang lah oke.


Cheng mengabaikan mereka termasuk dokter dan perawat. Cheng berlari masuk ke ruang UGD dan melihat keadaan Anna. Bibir Anna sudah pucat, dan nafas nya juga tidak stabil.


Cheng: Anna... Kumohon bangun lah, kau pernah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku. Kau akan selalu ada untukku, Anna aku berjanji aku akan berubah tapi ku mohon bangun lah.(menangis&memegang tangan Anna).


Cheng melihat 3 kantong darah yang mengalir dan memasuki ke tubuh Anna. Dan infus Namun Anna belum juga bangun.


Sampai suatu ketika detak jantung Anna tidak beraturan. Cheng langsung memanggil dokter. Dokter dan para perawat bergegas datang. Dokter menyuruh Cheng keluar namun Cheng tidak mau, sampai sahabatnya memohon kepada dokter yang melihat temannya.


Dokter memeriksa keadaan Anna, dan mempercepat pengisian darah. Para perawat berusaha memakai segala cara untuk menstabilkan detak jantung namun tiba-tiba detak dan nafas Anna berhenti.


Cheng langsung mendekati Anna dan berusaha membangungkannya.Namun, itu adalah mustahil. Semua teman-teman yang ada di sana menangis melihat Anna.


Setelah 2 jam berlalu Cheng terus menatap Anna. Yang sudah tidak bisa bernafas, sampai suatu ketika saat suster ingin mencabut infus dan transfusi darah, Mo lian Cheng melarang semua alat yang berada di tubuh Anna dicabut.


Sahabat Cheng berusaha menenangkan, Cheng pun merasa tenang namun terlihat wajah Cheng yang begitu menderita. Sahabatnya membawa Cheng keluar, pada saat Cheng ingin pergi tangan Cheng di tahan oleh Anna. Tiba-tiba sebuah ke ajaiban terjadi. Anna kembali sadar dan menghentikan Cheng.


Anna: Jang..an..per..gi...(suara kecil).


Cheng yang mendengar suara Anna langsung berbalik dan melihat Anna yang kembali sadar. Mo lian cheng langsung memeluk Anna dan melepaskan rasa khawatirnya. Perawat dan teman-teman Anna terkejut dan merasa bahagia melihat Anna yang kembali lagi karena keajaiban atau takdir. Dokter datang membawa Anna keruang ICU. Cheng merasa sangat bahagia.


Cheng terus melihat Anna tanpa beranjak dari tempat duduknya yang disebelah Anna.

__ADS_1


Sahabat dan Teman-teman Anna sudah pulang duluan. Namun, Mo lian cheng masih terus menemani Anna hingga Mo lian cheng tertidur di sebelahnya karena kelelahan.


Next (☞゚ヮ゚)☞


__ADS_2