Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 49


__ADS_3

Ariella bangkit dan duduk di sebelah Carlson , melirik di atas meja ada lebih dari sepuluh hidangan yang kebanyakan makanan pedas,sangat tidak cocok untuk pasien yang sedang sakit.


Mata Ariella tertuju pada semangkuk bubur yang terlihat lezat, bubur itu di masak dengan rempah-rempah.


Carlson biasanya memakan makanan yang ringan , semua makanan itu di buat oleh bibi, mengapa dia menghidangkan makanan seperti itu kepada Carlson yang sedang sakit.


Ariella menatap Carlson dengan ragu


"Apa kamu yakin semua makanan ini di siapkan bibi Ava untuk mu?"


"Bukan"


Carlson menatap Ariella, pandangan matanya yang dalam dan lembut.


"Aku sudah makan,ini semua aku perintahkan bibi Ava menyiapkan semua ini untukmu"


"Dipersiapkan untuk ku?"


Carlson mengangguk, perkataan sederhana yang Carlson ucapkan itu dalam sekejap menghapus kabut di hati Ariella sepanjang hari ini. Ternyata bukan hanya Ariella yang mengkhawatirkannya , Carlson juga mengkhawatirkannya.


"Terima kasih"


Ariella tertawa sambil memandang Carlson.


Ariella mengambil sendok dan mulai makan.


Hari ini karena masalah Carlson ,Ariella sangat khawatir hingga tidak nafsu makan.


Dia sekarang benar-benar kelaparan,jadi ketika dia makan sangat tidak elegan.


Pandangan mata Carlson yang dalam menatapnya dan berkata


"Apakah hari ini kamu mendapatkan perlakuan yang membuatmu sedih"


Ariella bukanlah orang yang mudah meneteskan air mata ,maka ketika Ariella menangis tadi terukir sangat dalam di ingatan Carlson, dia merasa bahwa Ariella pasti mendapat perlakuan buruk.


Gerakan Ariella ketika makan terhenti, dia mendongak dan menatapnya


"Ya"


"Bicarakan jika ada yang menindasmu aku akan membalasnya untukmu"


Kata-kata Carlson terdengar seperti lelucon.


Carlson memperhatikan setiap perubahan ekspresi Ariella.


"Orang yang membuatku sedih adalah kamu"


Ariella benar-benar ingin berkata seperti ini ,tapi setelah memikirkannya lebih baik biarkan saja,kalaupun dia mengatakannya Carlson tidak mungkin menampar wajahnya sendiri bukan?


Tok tok tok


Ketukan pintu menghentikan percakapan mereka.

__ADS_1


Henry mendorong pintu dan masuk.


meletakkan dokumen yang tadi ia bawa


"Presdir dokumen ini membutuhkan tanda tanganmu"


Dia membahas dokumen ini berbicara dengan bahasa inggris.Ariella tidak begitu mengerti apa yang mereka katakan hanya mendengar beberapa kata kunci tentang pembelian sesuatu dan sebagainya.


Disaat bersamaan ketika dua orang itu berbicara Carlson juga sudah selesai membaca dokumen,mengambil pena yang diserahkan oleh Henry.


Menandatangani dengan nama lain 'Carlton'.


Henry menyimpan kembali dokumennya kemudian mundur.


Carlson melirik sekilas ,matanya melihat secara acak dan kemudian pandangannya tertuju pada kotak makan yang tidak asing baginya.


Carlson ingat dengan kotak makan itu karena terakhir Ariella membawakannya makanan dengan kotak makan itu.


"Apa itu?"


Carlson bertanya dengan sangat lembut sambil melihat kotak makan diatas meja.


Ariella mengikuti arah tatapan mata Carlson, dia melihat kotak makan yang ia bawa tadi.


"Ti..tidak ada" jawab Ariella


"hmmm??"


Alis Carlson terangkat menatap Ariella dengan diam.


"itu bubur yang ku bawakan untukmu ,khawatir kamu tidak biasa memakannya jadi aku tidak memberikannya padamu"


Carlson berdehem dengan sangat serius berkata


"Ariella kamu bukan aku ,bagaimana bisa kamu menyimpulkan bahwa aku tidak menyukainya ,kamu tidak bertanya padaku, tidak memberikan kesempatan untuk memilih ,bagaimana bisa membuat keputusan untukku".


Pada saat itu Carlson membuat keputusan untuk menikahi Ariella , dia akan menerima segala tentangnya tidak peduli itu baik atau buruk.


Tapi perasaan yang Ariella berikan kepadanya adalah tidak percaya padanya.


Tidak percaya dan masih tidak percaya padanya.


Ariella menundukkan kepala seperti anak kecil yang melakukan kesalahan


"Yaa aku tidak akan membuat keputusan untukmu di masa depan tanpa meminta pendapatmu"


Melihat Ariella yang menundukkan kepalanya seperti istri yang terluka Carlson merasa sedikit lucu.


"Kebetulan aku lapar,kamu bisa ambilkan untukku satu mangkuk?"


"Ya"


Ariella mengambil kotak makan ,dia berkata

__ADS_1


"ini adalah bubur dengan sayur kale mungkin akan sedikit pahit ,tidak apa bukan?"


"Aku bukan pemilih makanan"


Carlson orang yang sangat pemilih makanan, hanya tidak pemilih makanan yang di buat Ariella. Dia makan apapun yang Ariella buat.


Seperti sebelumnya bahwa ia tau kalau dia alergi bawang bombai tapi dia masih memakannya akhirnya dia di infus semalaman di rumah sakit.


Setelah menikah dia terus berusaha menjadi suami yang baik.


"Enak?"


Ariella menatapnya bertanya sambil tersenyum.


"Tidak buruk"


jawab Carlson dan kemudian memakannya kembali.


Melihat Carlson yg mau memakan masakannya dan juga makan dengan penuh semangat hati Ariella merasa sangat manis seolah-olah dia dan Carlson menjadi lebih dekat.


Daiva dan seorang dokter mengetuk pintu dan masuk , Dokter itu yang Ariella lihat tadi pagi.


Tatapan dokter itu menyapu tubuh Ariella sekilas. Akhirnya jatuh pada semangkuk bubur yang sedang Carlson makan.


"Tuan muda demam mu masih belum turun ,jadi untuk sementara jangan memakan makanan yang tidak kami persiapkan, tidak baik jika terinfeksi bakteri"


Saat mendengar ucapan dokter ,hati Ariella merasa sangat tidak nyaman ,jelas-jelas dia mengatakan makanan yang dia buat tidak higenis.


Ya dia mengakui bahwa dia dan Carlson belum mengenal lama,mereka semua memang sudah lama mengikuti Carlson hingga mengenal Carlson sangat dalam. Tapi dia adalah istri Carlson.


Ketika ia merasa tertekan, tubuhnya dirangkul oleh Carlson ,suaranya yang rendah dan berat terdengar dengan tegas di telinganya.


"Daiva, dokter Louis secara pribadi aku perkenalkan ini adalah istriku Ariella"


Perkataan Carlson itu secara langsung membuat hangat perasaan Ariella.


Ariella menatap Carlson dengan lembut.


Ya sejak mereka menikah Ariella bukan lagi nona Ariella tapi nyonya Carlson.


Carlson menatap Ariella,pandangannya melembut.


"Ariella, Daiva dan dokter Louis adalah orang yang sudah mengikutiku sejak lama ,di permukaan kami memang terlihat seperti atasan dan bawahan namun sebenarnya kami adalah teman,mereka seperti keluargaku".


Perkataan Carlson ini enak di dengar namun sebenarnya dia menekankan hubungan antara mereka.


______


Guys sorry baru up lagi kemarin gw keasikan dengan dunia sendiri..haha


yang ga sabaran dengan alur ceritanya,,ini memang bukan novel bucin seperti novel pada umumnya yah,,ikuti aja alurnya..karena akan banyak teka teki dan misteri...


Novel romantis versi gue ini bukan yang bucin banget,,tapi romantis versi gue yaa pokoknya gitulah ikutin aja novel ini.

__ADS_1


vote dan tinggalkan jejak kalian.


thanks yaa


__ADS_2