Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 70


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Carlson berdiri di koridor, menyalakan rokok dan menghisapnya beberapa kali.


Berharap dapat menghilangkan kegundahan dan memahami apa yang terjadi.


Beberapa saat rokok sudah menjadi abu dan habis, dia menyalakan 1 batang rokok lagi.


Karena Ariella tidak memberikan penjelasan apapun padanya, dia menjadi marah.


Dia adalah suaminya, tak peduli apapun yang akan di ucapkan Ariella, asalkan dia mau membuka mulutnya, Carlson pasti akan percaya padanya.


Bahkan sampai sekian lama Ariella tidak mau menjelaskan apapun.


Dimana baiknya Ivander itu, mengapa Ariella masih bersikap tidak jelas setelah Ivander menyakitinya.


Bagi Carlson, Ivander sangat tidak tau malu dan Arogan, dan sebenarnya Carlson juga tidak peduli kepada Ivander.


Tapi kenapa bagi Ariella, Carlson tidak sebanding dengan Ivander.


Memikirkan mereka yang tumbuh bersama sejak kecil, mungkin memang benar jika perasaan mereka itu yang paling murni.Tapi bukankah itu semua adalah masa lalu.


Dia jelas tau bahwa Ariella adalah istri Carlson, orang yang akan menghabiskan seumur hidupnya untuk Carlson.


Carlson sendiripun ingin memiliki Ariella , perasaan yang begitu kuat yang ia sendiri tak mengerti mengapa.


sampai membuatnya marah ketika Ariella di sentuh oleh lelaki lain, sampai ia lepas kendali.


Di pikirannya , Carlson ingin mendapatkan Ariella, mengikatnya dengan hal itu, menyatu dengannya, agar dia tak bisa melepaskan diri dari Carlson.


Dia merasa kekanakan dan konyol, tapi itu benar benar muncul di pikiran Carlson.


Carlson di usia 22 tahun secara resmi sudah mengambil alih Grup Acess dari Ayahnya.


Selama ini apapun yang ia lakukan dan hadapi, dia tak pernah lepas kendali seperti ini. Mengapa bisa ia memiliki keinginan kuat terhadap Ariella.


Carlson tak mengerti mengapa, apakah karena Ariella adalah istrinya.


Di dunia bisnis dia bahkan bisa begitu tegas , tapi mengapa untuk Ariella dia bisa seperti ini. Seperti bukan dirinya yang biasanya.


-


Di dalam mobil suasananya begitu hening, mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


Biasanya Ariella yang sering lebih banyak berbicara dengan mengajukan beberapa pertanyaan, karna Ariella tau Carlson orang yang dingin.

__ADS_1


Ariella yang selalu mencari topik agar ada saja yang mereka obrolkan.


Di dalam suatu hubungan memang ada yang aktif dan pasif, tapi Ariella tak mempermasalahkannya, menurutnya adalah hal saling melengkapi.


Tapi kali ini benar benar hening.


Ariella tidak berbicara apapun, bahkan untuk melihatnya pun enggan.


Keduanya diam di sepanjang perjalanan, bahkan ketika sampai rumah pun tak ada yang memulai pembicaraan.


Carlson menuju ruang kerja sedangkan Ariella pergi ke kamar , mengganti pakaian kemudian mencari jarum dan benang lalu menjahit kembali gaun yang telah rusak itu.


Karena dia biasa mendesain Ariella sedikit menambahkan pemikirannya di gaun itu.


mungkin ini seperti tidak menghormati orang yang mendesainnya.


Tapi entah mengapa Ariella seperti lupa akan hal itu. Beberapa tahun ini dia mengubah secara total pekerjaannya jauh dari hal desain.


Ariella tidak tau gaun ini di beli atau di sewa, yang penting ia akan memperbaikinya terlebih dulu.


Setelah semuanya selesai ,waktu sudah menujukkan jam 1 pagi tapi Carlson belum juga keluar dari ruang kerja.


Ariella tidur terlebih dahulu seperti biasanya, entah jam berapa ia merasakan ada pergerakan di ranjangnya.


Carlson berbaring di sampingnya dan menarik Ariella masuk kedalam pelukannya.


"Ariella"


Ariella tidak tidur terlalu pulas, dia bisa merasakan pelukan Carlson, tiba tiba tubuhnya menegang.


Dia berfikir bahwa apa yang terjadi tadi akan terulang kembali, Carlson yang begitu gila mencumbunya.


"Ariella"


Carlson ingin membahas tentang masalahnya, menurutnya kalau hanya mengucap kata maaf tidak akan cukup.


Apalagi sekarang ia dapat melihat jejak kemerahan di leher dan dada Ariella.


kulit Ariella yang putih dan lembut membuat semakin jelas jejak perbuatannya, seakan memperjelas bahwa ia telah begitu menyakiti istrinya itu.


"Ariella"


Carlson memanggilnya sekali lagi.


Ariella menyingkirkan tangan Carlson, kemudian membuat sedikit jarak.

__ADS_1


"Sudah larut, tidurlah"


Ucapan Ariella yang begitu tenang dan terasa asing membuat hati Carlson sedikit nyeri.


Carlson tidak menjawab, hanya melihat punggung Ariella dalam diam.


Mereka tidak mengatakan apapun malam ini, dan seolah menganggap tak ada apa apa.


mungkin mereka akan menjalani hari seperti biasanya.


Tanpa menyadari harusnya mereka menyelesaikan masalah ini ,bukan malah menghindari yang nantinya akan menjadi masalah di kemudian hari.


keesokan harinya, Ariella bangun cukup siang. kemudian secara alami menoleh kearah jendela.


Dia melihat seseorang dan seekor anjing, tapi hari ini tidak ada koran di tangan Carlson.


Dia berdiri di tepi dan menatap keluar jendela.


Tak tau apa yang sedang dipikirkannya.


Mian mian berada di sampingnya berguling guling di lantai mencari perhatian Carlson.


Carlson menoleh berkata dengan pelan.


"Sudah bangun"


Ariella hanya mengangguk, mian mian bergegas menghampirinya.


Ariella memeluk dan mengelus kepalanya.


"Sayang hari ini ibu libur jadi bisa menemanimu"


mian mian senang dan mendusel Ariella.


"Kamu mandilah, aku akan keluar dan kita akan makan siang bersama"


kemudian Carlson kembali berkata


"Bagaimana kalau kita jalan jalan nanti sore"


Mereka sudah menikah begitu lama, Carlson tidak pernah ada waktu di akhir pekan, selain terakhir mereka pergi ke bluesea villa, mereka biasanya hanya akan menghabiskan waktu di rumah.


💜💜💜💜💜💜💜


guys sorry kalo ada yang kurang atau apa..

__ADS_1


jangan lupa like koment.


Btw disini ada Army ga ya???


__ADS_2