Sugar

Sugar
Rose Effects


__ADS_3

Seluruh ruang tamuku hampir dipenuhi oleh merahnya bunga mawar. Wanginya saja tercium cukup tajam Dan menyambutku.



Aku yang masih dalam kondisi tidak percaya, segera memeriksa mawar itu satu persatu. Semuanya nyata. Bunga-bunga itu masih segar. Seperti baru dipetik pagi ini Dan diletakkan di sana.



Ini adalah pertama kalinya aku mendapat hadiah bunga mawar sebanyak ini, mungkin juga untuk semua jenis bunga. Bahkan buket hadiah kelulusanku tidak Ada sepertiga dari jumlah bunga di depanku sekarang. Sehingga aku benar-benar tidak tahu siapakah orang baik yang memberiku kejutan seperti ini.



Ada kartu yang diselipkan di antara mawar yang diletakkan di tengah ruangan. Menjawab rasa penasaranku.



"Dear my sugar, kau adalah bintang Hari ini. Selamat atas keberhasilanmu menaklukan sulitnya casting. Kau telah bekerja keras, Dan Akan bekerja lebih keras dari sekarang. Tapi aku yakin kau akan menjadi bintang yang bersinar lebih terang dari Hari ini juga. Drey."



Pesan hangat itu seperti melelehkan hatiku. Lebih menyentuhnya lagi, pesan itu ditulis tangan oleh Drey.



Aku telah berburuk sangka pada Drey. Tidak menemuinya. Marah padanya. Dan inilah balasan yang diberikan Drey untukku. Mengirimkan ratusan mawar untuk memberiku selamat.



Daniel pasti telah memberitahunya tadi pagi. Karena itu dia mempersiapkan semua kejutan ini. Menata seluruh mawar saat aku berada di agensi. Terlepas dari dia menaruh semua ini sendiri atau tidak, dia telah membuatku merasa istimewa.



Tidak bisa kupungkiri, hatiku berdegup kencang karena Drey. Tidak pernah Ada orang yang melakukan Hal romantis seperti ini untukku. Dan bagian Paling kusuka adalah Drey merayakan keberhasilanku. Dia membuatku merasa bahwa aku pantas mendapatkan pujian atas kerja kerasku. Lalu berbagi kebahagiaan untuk itu.



Aku kembali melonjak gembira. Lebih bahagia dari tadi pagi. Drey bilang aku adalah bintang Hari ini. Jadi aku harus menikmati semua ini.



Namun sejujurnya aku Makin merasa bersalah. Berbanding terbalik dengan kebaikannya, aku belum melakukan apapun untuk Drey. Maka kali ini aku harus mengucapkan terima kasih dengan benar padanya.



Meski dengan semua niat yang kumiliki, egoku masih tetap besar. Aku masih gengsi sekali mengungkapkan perasaanku pada Drey secara Langsung. Masih terpikir jika dia mengabaikan pesanku, aku pasti malu sekali. Dan aku menemukan Cara untuk berterima kasih yang lebih baik.



Drey sangat rajin memantau media sosialku. Dia pasti tidak Akan melewatkan pesan dariku di Sana. Jadi aku mengambil selfie Dan foto mawar-mawar itu. Lalu menuliskan pesan terima kasihku di Sana. Aku tidak berusaha menutupi bahwa pesan itu kutujukan untuk Drey. Kemudian mengunggahnya.



Kali ini aku tidak terburu-buru ingin mendapatkan balasan darinya. Drey pasti masih di dalam pesawat Dan Akan sangat lelah begitu mendarat di Madrid.



Sementara aku, kembali menikmati kebahagiaanku dengan seluruh mawar itu. Aku pasti tidak Akan membereskan semuanya sampai mereka layu. Akan kunikmati aromanya untuk waktu yang lama.



Aku adalah gadis Paling bahagia di dunia saat ini.



*********************************



"Apa kau sakit?"



Tanya Daniel dengan ekspresi heran melihatku. Sejak tadi dia terus bertanya Hal yang sama padaku. Mengatakan bahwa aku terlihat terlalu bahagia Hari ini. Terus tersenyum dengan suasana hati yang baik.



Aku hanya menjawab dengan senyuman lebar. Apa salahnya dengan merasa bahagia? Itu manusiawi.



Alasan kebahagiaanku tentu saja karena aku akhirnya mendapat peran utama pertamaku di film romansa. Lalu surprise romantis dari Drey kemarin. Yang memberiku ratusan mawar Dan pesan menyentuh.



Tetapi yang Paling memiliki efek besar adalah balasan Drey untuk postinganku. Tidak hanya meninggalkan komentar dengan emoji hati. Drey juga membalas ucapan terima kasihku dengan yang lain.



Lewat media sosialnya, Drey mengunggah foto saat dia membeli mawar-mawar itu. Lalu meninggalkan pesan, "untuk merayakan Hari nya. Kau membuatku bangga". Sambil menandai akun-ku.



Drey benar-benar membuat hatiku Tak karuan. Sejujurnya dulu aku tidak terlalu suka menggunakan media sosial. Bagiku membagikan kehidupanku di Sana adalah beban. Namun sekarang aku mulai menikmatinya.



Bukan hanya aku, fans kami juga sepertinya ikut larut dalam pesan kami. Mereka membanjiri akun ku Dan milik Drey dengan berbagai komentar. Sepertinya masalah rumor perselingkuhan itu telah berakhir. Kami hanya mendapat tanggapan positif dari mereka.



"Hai"



Sapaan seseorang membuyarkan lamunanku. Begitu aku melihat siapa yang menghampiri aku dan Daniel, kebahagiaanku juga langsung pupus.



"Boleh aku ikut bergabung?"



Tanya Casey yang merasa aku tidak segera menjawab sapaannya.



"Yya..tentu saja.."



Jawabku sedikit gelagapan. Dan Casey langsung duduk di sampingku.



Aku sama sekali tidak menyangka akan bertemu Casey di makan siangku. Setelah jarang bertemu, aku sedikit merasa asing dengannya, jadi kedatangannya membuatku terkejut.



"Maaf, aku sedang Ada telepon"



Daniel yang dengan cepat menyadari suasana canggung, langsung membuat alasan untuk bisa kabur. Kelihatan sekali dia berbohong. Ponselnya tidak berbunyi. Tapi mengabaikan ekspresi tidak senangku, dia tetap saja pergi.



Tinggallah aku Dan Casey. Dan aku tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan dengannya.

__ADS_1



"Wah...sudah lama sekali aku tidak makan disini. Tempat ini ternyata masih sama"



Casey yang lebih dulu bicara. Dalam hati aku langsung menanggapi. Bahwa ini juga pertama kalinya aku makan disini lagi. Selama 3 tahun berpacaran dengan Casey, kami hanya pergi ke restoran Italia. Tentu saja sudah lama dia tidak kemari. Tetapi aku tidak bisa mengatakannya.



Karena yakin tidak Ada topik lain Yang lebih baik untuk dibahas, aku akhirnya mengikuti pembicaraan tentang restoran ini. Sungguh obrolan yang membosankan. Namun baik aku maupun Casey sama-sama tidak bisa memikirkan topik lainnya. Setidaknya kami sudah bisa berbicara seperti dulu. Dan perlahan kecanggungan kami memudar.



Saat kupikir hubunganku dengan dia mulai membaik,



"Sepertinya kau sangat aktif di media sosial akhir-akhir ini"



Casey mulai berani menyinggung kehidupan pribadiku.



"Aku hanya sedang punya banyak Hal untuk dibagikan"



Aku sengaja memberikan tanggapan mengambang. Sebagai tanda jika aku tidak nyaman membahas Hal ini. Dan berharap dia bisa mengubah topik pembicaraan. Tetapi, Casey memang orang Paling tidak peka sedunia.



"Ya, kalian memang terlihat bahagia. Dia juga sepertinya pria yang cukup romantis"



Aku tahu bahwa saat ini Casey sedang membicarakan Drey. Karena akhir-akhir ini aku sering membagikan sesuatu terkait dia.



"Mungkin kau menyukai caranya memperlakukanmu. Tapi kau tetap harus berhati-hati. Dia sepertinya sudah berpengalaman dengan wanita"



Dan, mulailah Casey si bijaksana dengan ceramahnya. Jika sudah bicara mengenai nasehat, aku yakin dia betah bicara berjam-jam.



"Kau tidak boleh terlalu mudah termakan rayuannya. Dia adalah seorang pemain, Dan jika kau langsung merasa senang saat diberi sesuatu, dia Akan menganggapmu murahan"



Rasanya aku sudah cukup mendengar semua kata-kata Casey. Dia selalu bisa membuatku merasa emosi. Aku jadi heran, kenapa bisa bertahan selama tiga tahun mendengar nasehat-nasehat seperti ini. 



Namun Kali ini Casey sudah kelewatan. Dia bicara dengan Cara yang sama seperti wanita yang menggosipkanku di stadion. Dia bicara buruk tentang Drey. Padahal dia sendiri tidak begitu mengenal Drey sehingga pantas menilainya. Di saat yang sama juga bicara dengan sedikit merendahkanku.



Karena itu, aku sudah tidak bisa diam lagi.



"Dia memang pria brengsek, tetapi setidaknya dia tidak sok mengatur hidupku. Dia berani menunjukkan aku pada dunia dan bisa menerima semua keburukanku. Dia mungkin sedang mempermainkanku. Tetapi setidaknya dia memiliki usaha untuk itu. Tidak seperti seseorang yang meninggalkanku Tanpa Ada usaha menanyakan lukaku."




"Akhirnya aku tahu sekarang alasan Kita berpisah. Kau benar, Kita tidak cocok. Aku mungkin terlalu terkekang olehmu sehingga mulai berontak Dan mencoba memprovokasi egomu. hingga akhirnya kau marah. Dan aku merasa bahwa Kita putus adalah keputusan terbaik dalam hidupku"



Lanjutku. Kukeluarkan semua uneg-uneg ku. Menurutku Casey tidak seharusnya merasa menjadi pria yang lebih baik dari Drey.



Bisa kulihat ekspresi tidak percaya di wajah Casey. Mungkin ini jadi pertama kali dalam hidupnya Melihatku bicara begitu kasar. Aku memang salah juga. Membandingkan Casey dengan Drey. Itu adalah Hal terburuk yang bisa kulakukan kepada orang yang pernah kucintai.



Aku akhirnya memilih pergi Dan meninggalkan makan siang yang belum usai. Aku tidak bisa berbicara lebih lama dengan Casey. Aku Akan menjadi emosional.



Sebenarnya Setelah makan siang, aku berencana pergi memeriksa persiapanku ke Inggris nanti. Namun bicara dengan Casey membuatku Tak bisa menahan air Mata. Sehingga aku meminta Daniel mengantarku pulang. Membatalkan segala rencana Hari ini.



"Kamu tidak apa-apa?"



Tanya Daniel khawatir. Sepertinya dia merasa bersalah telah meninggalkanku bicara berdua dengan Casey.



Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.



"Aku harap ini tidak akan berpengaruh pada akting kalian nanti"



"Kenapa?"



"Dia juga lolos casting di film yang sama denganmu"



"Film yang Mana? Film yang ini?!"



Tanyaku tidak percaya.



"Memangnya Kau akan Syuting film yang lain? Bukankah aku sudah bilang sebelumnya kalau dia juga kandidat?"



Daniel bertanya balik dengan nada santai. Seolah itu bukan masalah besar. Tidak melihat betapa syoknya aku sekarang. Sekarang aku tahu alasan Casey menemuiku tadi. Pasti Ada kaitannya dengan proyek film ini.



Benar-benar Hari yang sempurna. Mungkin inilah kenapa Kita tidak boleh merasa bahagia berlebihan.



*********************************

__ADS_1


Setelah satu Hari penuh kebahagiaan Dan selebrasi. Aku merasakan hari-hari selanjutnya menjadi buruk. Persiapan pindah yang melelahkan Dan juga tuntutan untuk melihat Casey setiap Hari.



Sebelum Syuting dilakukan, Ada kegiatan pra-produksi bagi para aktor. Yaitu kegiatan "reading" untuk membangun chemistry di antara para aktor. Di sanalah aku harus melihat Casey. Apalagi dia adalah tokoh utama pria. Otomatis banyak moment dimana aku harus berhadapan langsung dengannya.



Perdebatan kami benar-benar meninggalkan efek canggung. Meski bisa membaca naskah seperti biasa, aku sama sekali tidak bisa melihat matanya. Sekalipun, aku tidak pernah menyapanya. Berusaha selalu menghindar. Dan kulihat Casey juga melakukan Hal yang sama.



Sepertinya aku harus mengkhawatirkan proses Syuting nanti. Ini film romansa. Tentu saja akan Ada banyak kontak verbal Dan fisik antara aku Dan Casey. Kalau saja aku sudah menjadi Artis yang sangat terkenal atau mega bintang. Aku Akan membatalkan keikutsertaanku di film ini. Sayangnya, aku sangat membutuhkan proyek ini. Dan egoku harus mengalah demi itu.



Setelah ini aku juga harus pindah ke Inggris. Sehingga Aku cukup stress dengan semua itu. Tetapi tidak Ada tempat untuk melampiaskan itu. Setiap malam saat pulang dari kegiatan pra produksi aku hanya bisa mengunci diriku di kamar.



Satu-satunya orang yang kuharapkan untuk datang di saat begini adalah  Drey. Dia selalu punya cara untuk menghiburku. Tetapi, Drey adalah orang yang tidak Akan muncul saat diharapkan.



Aku tidak bisa menghubunginya. Dia tidak membalas pesanku. Karena aku sibuk, aku juga tidak aktif di media sosial yang biasanya menjadi tempatku berinteraksi dengannya. Aku juga tidak sempat melihat berita mengenai dia. Satu-satunya yang bisa kulakukan adalah melihat mawar pemberiannya yang telah layu.



Drey benar-benar telah menarikku dalam gravitasinya. Aku lupa kapan aku begitu bahagia dengan perhatiannya. Dan kini saat memandang mawar-mawar itu, aku berada dalam kesedihan terdalamku. Bahwa aku tidak tahu bagaimana perasaan Drey padaku sebenarnya.



Aku juga kecewa pada diriku Yang terlalu berharap padanya. Mawar itu telah layu. Namun aku masih menyimpannya. Menggunakan alasan sibuk, tidak sempat bersih-bersih. Padahal sebenarnya aku tidak ingin membuang mawar-mawar itu. Aku berharap selamanya mereka Akan terus mekar dengan indah.



Pada akhirnya, aku harus membuang semuanya. Aku tidak bisa menghidupkan lagi mawar yang telah layu itu. Ataupun mengingkari bahwa aku kecewa Drey tidak pernah datang kepadaku.



*********************************


Setelah persiapan yang cukup singkat. Akhirnya aku pindah ke London Tak lama Setelah perayaan tahun baru. Aku sengaja pindah lebih awal sebelum proses syuting dimulai. Meluangkan waktu untuk melakukan adaptasi.



Aku selalu berpikir bahwa musim dingin di London mampu membekukan saking dinginnya. Karena di sana sulit mendapat sinar matahari. Nyatanya tidak. London tidak sedingin itu. Musim dingin di sini lebih hangat dengan sensasi sejuk dari angin yang bertiup. Sekarang aku tahu maksud pepatah dari Inggris,



"There is no such thing as bad weather, only unsuitable clothing"



Aku tidak Akan tahu bagaimana rasanya musim dingin London jika tidak merasakannya secara Langsung.



Agensi menyewakan rumah untuk tempat tinggalku di bagian barat daya London. Rumah tingkat Dua, dengan halamannya sendiri. Aku tidak terlalu mempermasalahkan bentuk atau ukurannya, aku selalu memprioritaskan masalah keamanan. Untungnya rumah ini dikelilingi oleh pagar tinggi.



Sepertinya pemilik rumah menyukai Gaya minimalis. Semua ditata secara simpel Dan sederhana. Bahkan beberapa bagian rumah masih kosong Tanpa barang apapun. Kata Daniel, selama menggunakan rumah ini aku mendapat ijin dari pemilik untuk mengubah isi di dalamnya selama aku tinggal. Dan itu bagian yang Paling kusuka.



Aku tertarik dengan dekorasi Dan interior rumah. Dan sudah membayangkan bagaimana aku Akan menambahkan berbagai warna untuk menghiasi cat putih rumah ini. itu yang kurencanakan untuk mengisi waktu kosongku sebelum Syuting dimulai.



Kamarku terletak di lantai Dua. Sepertinya sudah disiapkan semua untukku. Ranjang, lemari, meja Rias, sudah tersedia semua. Ada balkon juga di kamarku. Saat dibuka, langsung dihadapkan pada pemandangan taman belakang. Yang aku tidak tahu dipenuhi tanaman apa. Karena masih musim dingin, mereka semua belum berbunga.



Lalu di depan balkon ini juga menghadap pada balkon dari rumah tetangga. Rumah itu sangat berdekatan dengan tempatku tinggal. Sehingga aku bisa melihat jelas tempat itu. Namun aku tidak perlu cemas, kata Daniel tidak ada yang tinggal di sana.



Sebenarnya Ada banyak Hal yang ingin kulakukan. Melakukan room tour, membongkar Dan menata barang, atau mulai berlatih untuk kegiatan syuting minggu depan. Namun aku terlalu lelah.



Aku baru saja melakukan penerbangan panjang. Sehingga yang sangat ingin kulakukan sekarang adalah tidur dan mengumpulkan energi untuk Hari esok. Untungnya malam datang lebih cepat di London saat musim dingin.



*********************************


"Tok...tok...tok.."



Suara ketukan pintu membangunkanku. Kulirik jam, Dan ini masih pukul 3 pagi.



Sebenarnya banyak Hal terpikir olehku saat itu. Apakah itu Daniel? Tapi tidak seperti apartemenku, Daniel tidak memiliki kunci ke rumah ini. Atau hantu? Inggris cukup terkenal dengan kisah hantunya. Yang jelas tidak mungkin penjahat. Mereka tidak se-sopan itu untuk mengetuk pintu. Dan aku ingin melihat siapa yang mengetuk pintu itu.



Hanya saja aku masih sangat lelah. Aku kesulitan membuka mataku dan rasanya tubuhku sangat malas untuk bergerak. Jadi setengah sadar, aku kembali tidur. Aku sempat mendengar suara pintu kamarku dibuka. Tetapi kantukku yang menang. Dan aku tidak peduli apapun itu.



"Hai sugar..."



Suara familiar yang entah kapan terakhir Kali kudengar itu menyapaku. Memaksaku membuka Mata. Dan aku melihat Drey sedang duduk di samping ranjang sambil tersenyum padaku.



Aku menatapnya beberapa detik.



"Ah...aku pasti sedang bermimpi"



Pikirku dalam hati. Sehingga aku memilih kembali memejamkan Mata. Mungkin aku terlalu stress akhir-akhir ini. Sehingga menghadirkan Drey dalam mimpiku. Bahkan suara Dan wajahnya bisa kulihat jelas.



"Apa kau Akan mengabaikanku?"



Ketika dia bertanya untuk kedua Kali, aku baru sadar bahwa aku tidak sedang bermimpi. Aku spontan bangun dengan Mata terbuka lebar.



Drey benar-benar sedang Ada di depanku. Sedang tersenyum Tanpa rasa bersalah. Dan di detik selanjutnya baru aku berteriak karena saking kagetnya.



__ADS_1


__ADS_2