Sugar

Sugar
Fall into Him


__ADS_3

So, I close my eyes to old ends


and open my heart to new beginnings



(Anonymous)



Dengan langkah ragu aku mendekat ke arah James Dan kelompoknya. Aku berpura-pura tidak melihat Drey. Aku mengabaikan seluruh pesannya belakangan ini. Tentu saja merasa canggung bertemu dengannya disini.



James sumringah menerima ucapan selamat dariku. Mengajakku berbicara sehingga aku bisa mengabaikan Drey yang terus menatapku. Aku sungguh tidak nyaman dengan dia di sekitarku. Sehingga aku buru-buru pamit pada James.



"Kenapa dia Ada disini?"



Tanyaku pada Daniel saat kami sudah menjauh dari kawanan James. Tanpa kuberitahu bahwa aku sedang membicarakan Drey, Daniel langsung paham arah pembicaraanku.



"Apa yang salah jika keponakan datang ke pesta pamannya?"



Tanya Daniel balik. Sembari melemparkan tatapan yang mengatakan bahwa aku ini aneh.



Aku hanya bisa melongo mendengar jawaban dari Daniel. Terdengar mustahil bagiku jika Drey adalah keponakan James. Mereka sangat berbeda.



"Apa kau sedang bercanda? Mereka punya kebangsaan yang berbeda"



Protesku. Setahuku James itu keturunan Amerika-Korea. Sedangkan Drey itu berasal dari Swiss. Tidak kelihatan memiliki darah campuran Asia seperti James.



"Bukan keponakan secara Langsung. James menikah dengan kakak perempuan ayah Drey. Tetapi tetap saja itu membuatnya menjadi keponakan bukan?"



Aku masih takjub dengan penjelasan James. Aku kenal betul istri James, tetapi dia menggunakan nama belakang "Park" seperti suaminya. Sehingga aku tidak menyadari jika dia punya hubungan dengan Drey. Tetapi sekarang semua menjelaskan. Kenapa pada pesta beberapa waktu yang lalu, James mengenalkan Drey padaku. Disanalah aku pertama Kali bertemu dengan Drey. Dan membawaku pada segala kejadian kurang menyenangkan akhir-akhir ini.



"Kau pergilah mencari teman, aku mau menikmati pesta"



Saat aku sedang lengah karena melamun, Daniel sudah pamit Dan ngeloyor pergi meninggalkanku.



Daniel selalu merasa bahwa aku ini kurang pergaulan. Setiap kali Ada pesta semacam ini menyuruhku mendekati selebriti lainnya. Bergabung dengan mereka, untung kalau bisa masuk dalam "genk" mereka. Aku mungkin bisa menumpang tenar.



Tetapi aku tidak suka Cara itu. Untuk apa berteman hanya demi popularitas. Itu sangat bertentangan dengan nuraniku. Namun aku tetap harus melangkah mengunjungi para kelompok selebriti itu. Tidak Ada salahnya menyapa senior.



Pesta ini benar-benar menyaingi acara penghargaan. Aku bisa melihat banyak orang dari industri entertainment hadir. Dari yang sutradara, aktor, penyanyi, hingga desainer terkemuka. Semua bisa ditemukan disini. Aku bahkan bisa bertemu dengan selebriti yang kuidolakan.



Seperti angin, aku menyapa satu kelompok ke kelompok lain. Daniel tidak salah, memiliki koneksi memang penting di industri ini. Tetapi aku hanya ingin show off dengan caraku. Salah satunya menunjukkan budaya ketimuran yang masih kupegang. Budayaku mengajarkan nilai kesopanan Dan keramahan. Itulah yang kutunjukkan. Dan itu juga membuatku cepat dikenal banyak orang.



Banyak dari mereka mengenal Casey juga, sehingga pertanyaan seputar perpisahanku dengan Casey kadang muncul. Kalau sudah begitu aku akan cepat pamit. Berpindah ke kelompok lain.



Meski sudah berlalu, aku masih tidak nyaman mendengar nama Casey disebut. Dan itu membuatku suasana hatiku menjadi buruk.



"Kenapa kalian putus?"



"Sayang sekali kalian berpisah, padahal kalian adalah pasangan yang serasi"



Kata-kata semacam itu adalah yang Paling kubenci. Menyentil egoku. Kalau sudah begitu, bagaimana aku bisa tetap tersenyum dan bersikap ramah? Sebaik apapun aku ber-akting, aku juga akan goyah. Jadi lebih baik jika aku menghindarinya.



Dan suasana hatiku Makin memburuk setelah melihat Drey yang sedang dikerumuni oleh banyak wanita. Mengumbar senyumnya saat berbicara. Membuatku menyesal sempat sedikit "Gila" berpikir untuk menjadikan dia pelarian.



Rasanya aku kesal sekali. Akhirnya aku menyerah pada pesta Dan melarikan Diri ke tempat favoritku. Tempat Paling sepi dari pesta ini.



Aku pernah diajak kemari oleh James, jadi aku tahu dimana tempat untuk melarikan Diri. Di bagian samping ruang utama, ada koridor menuju taman yang hanya luasnya sepetak. Disana biasanya digunakan James saat merokok. Sehingga tidak mungkin Ada yang pergi kesana.



Aku duduk memandangi bulan yang sama sekali tidak kelihatan bulat malam ini. Bintang juga tidak kelihatan. Hanya langit malam yang gelap. Sepertinya tidak Ada yang berjalan dengan lancar bagiku akhir-akhir ini. Bahkan langit tidak ingin menghiburku malam ini.



"Apa kau sedang bersenang-senang sendiri?"



Tiba-tiba wajah seseorang sudah muncul di depanku. Membuatku langsung terlonjak kaget.



Pria yang Tak lain Drey itu langsung tertawa. Padahal jantungku seperti mau copot. Dia muncul begitu saja, seperti adegan film horor. Hantu biasanya menampakkan wajahnya langsung di depan si aktor.



Aku ingin merutuk Drey. Tetapi karena sedang dalam masa mengabaikannya, aku hanya diam. Dia Adalah orang yang Paling tidak ingin kutemui saat ini. Malah menemukankimu disini. Tidak tahu dirinya lagi, dia langsung duduk di sampingku.



Melihat Drey aku langsung teringat pada berita kemarin. juga pada pemandangan saat dia sedang bersenda gurau dengan banyak wanita tadi. Membuat suasana hatiku Makin memburuk. Dalam pikiran negatifku, dia bosan dengan para wanita itu Dan ingin bermain denganku.


__ADS_1


Pelan-pelan aku sedikit menjauhkan dudukku. Membuat jarak di antara kami. Jaga-jaga kalau dia menyerangku seperti sebelumnya.



Aku tahu dia terus menatapku. Dan aku teguh untuk tetap mengabaikanku.



"Apa kau sudah memikirkan jawaban untuk pertanyaanku sebelumnya?"



Tanya Drey. Aku tahu cepat atau lambat dia Akan membahas ajakannya untuk menjadi pacar. Padahal sudah kukatakan tidak. Padahal sudah kuabaikan semua pesannya. Padahal sudah kuacuhkan dia. Tetapi sepertinya dia tidak paham dengan semua penolakanku.



"Aku tidak tertarik"



Jawabku berusaha sedingin mungkin. Pria biasanya tidak suka ditolak dengan Cara yang kasar. Mungkin dengan begini dia Akan berhenti.



Nyatanya tidak dengan Drey. Dia malah menanggapiku dengan tawanya. Sepertinya Ada yang salah dengannya.



"Aku tahu bukan itu Kau inginkan sebenarnya"



Lama-lama aku jengah juga dengan sikap Drey. Darimana sebenarnya dia mendapatkan semua kepercayaan diri itu.



Aku tahu aku pasti kalah jika terus beradu argumen dengan Drey. Jadi aku memilih pergi.



Belum sempat aku berdiri, Drey sudah menahan tanganku. Membuatku merasa takut jika dia Akan menyerangku seperti sebelumnya, aku memilih menyerang duluan. Menghujaninya dengan kata-kata yang terlintas spontan di otakku.



"Mungkin kau sudah bosan bermain dengan para wanitamu, lalu berpikir untuk bermain denganku. Tetapi maaf, aku bukan Melina, Sansa atau Sofia yang rela mengantri untuk berkencan denganmu. Aku berbeda dari semua wanita itu. Aku tidak tertarik padamu. Dan aku, tidak Akan pernah menjadi pacarmu, wanitamu atau mainan untukmu"



Kusebutkan beberapa nama wanita yang pernah diceritakan dengan Drey. Setidaknya untuk memberitahunya bahwa aku sudah tahu sepak terjangnya.



Aku berharap dia lengah, sehingga mencoba menarik tanganku. Namun seperti terprovokasi, dia mencengkeram lebih erat tanganku. Seperti yang sudah-sudah, menarikku mendekat padanya.



Yang kali ini berbeda. Jika biasanya aku melihat tatapan menawan, Kali ini justru tatapan dingin. Sebuah ekspresi yang tidak pernah kulihat dari Drey sebelumnya. Terasa seperti orang lain.



Mendadak aku merasa takut. Ekspresi Drey mengintimidasiku.



"Ya, kau memang berbeda. Kau terlihat seperti gadis manis, padahal hanya gadis keras kepala dengan ego yang tinggi. Memasang topeng sebagai gadis baik, padahal sebenarnya hatimu adalah pemberontak. Bukankah itu alasan Casey memutuskanmu?"



Rasanya aku seperti dilucuti oleh kata-kata Drey. Tepat mengenai egoku. Mengungkap semua yang sudah susah payah aku abaikan. Sekaligus menghancurkannya topeng Yang selama ini kupakai.




Drey masih melanjutkan kata-katanya  yang bagai ribuan panah tajam menghunus hatiku. Meskipun semua itu memang benar.



"Tapi... Karena itu aku rasa Kita akan cocok. Aku butuh gadis menantang sepertimu, Dan hanya aku Yang bisa menerima dirimu yang sebenarnya"



"Apa kau sudah selesai bicara?"



Drey sudah seenaknya berbicara padaku. Dan aku sudah malu. Mana mungkin aku Akan mengatakan "ya padanya".



Drey akhirnya melepaskan tanganku juga. Mungkin sudah menganggap bahwa aku tidak goyah. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk segera kabur. Seperti kata Drey, aku memang Akan melarikan Diri setiap kali menghadapi situasi yang sulit. Tetapi aku masih sempat mendengar kata-kata terakhir Drey.



"Tidak Ada wanita yang tidak bisa kudapatkan, sekali aku menginginkannya"



******************************



Aku bersembunyi di toilet. Untuk waktu yang lama aku duduk di Sana. Saat ini tubuhku sedang gemetar, jantungku berdetak keras Tak beraturan Dan keringat Membasahi beberapa bagian tubuhku.



Aku ngeri dengan kejadian barusan. Tatapan Drey sangat menakutkan. Aku hampir tidak mengenalinya. Kalau itu adalah diri Drey yang sebenarnya, aku benar-benar harus menghindarinya. Persetan disebut pengecut.



Aku bersyukur tidak terjadi apa-apa pada diriku tadi. Kami hanya berdua. Drey bisa saja menyakitiku. Entah menyerangku atau memukulku. Karena aku sudah sok berani menantangnya.



Setelah mulai tenang, aku keluar Dan kembali ke pesta. Mencari Daniel untuk pulang sekarang juga. Aku bahkan sudah berpikir pindah apartemen saja. Kemanapun asalkan Drey tidak mengikutiku lagi.



Tanpa menyadari bahwa aku sedang memiliki ketakutan, Daniel justru sedang bersenang-senang. Aku bisa mencium bau alkohol hanya dengan berdiri di sampingnya.



"Ayo pulang"



Pintaku Tanpa basa basi.



"Sebentar lagi"


__ADS_1


Jawab Daniel yang malah menenggak segelas sampanye. Dia masih terkekeh sendiri. Setelah ini sepertinya aku harus pusing mencari supir pengganti. Tidak mungkin membiarkan Daniel menyetir di bawah pengaruh alkohol.



Aku segera menarik lengan Daniel untuk menyeretnya keluar. Tidak peduli dengan omelannya bahwa aku mengganggu pestanya. Namun beberapa meter sebelum pintu keluar, langkahku terhenti.



Di tengah ruangan sudah dibuat tempat kayaknya panggung. Semua orang sedang mengalihkan perhatiannya pada tempat itu. Ternyata James sedang berbicara di Sana. Menyambut Dan mengucapkan terima kasih pada semua Tamu yang hadir. Aku tidak enak ngeloyor pergi di moment seperti ini, jadi memutuskan berhenti dulu mendengarkan pidato James.



Dan dasar si Daniel, dia memanfaatkan kesempatan ini untuk melepaskan diri dariku. Membuatku kesal. Aku berencana pulang sendiri Dan meninggalkannya sendiri di sini.



Setelah James selesai bicara, bergantian keluarga Dan orang terdekat James memberi ucapan selamat di panggung itu. Istrinya, anaknya, termasuk Drey.



Aku hanya menatap tajam ketika giliran Drey bicara. Pria yang namanya sudah ku black list dari kehidupanku. Namun harusnya aku sadar, Drey yang tahu watak sebenarnya dari diriku, pasti tahu kelemahanku juga.



".... Dan malam ini aku Akan membuat sebuah pengakuan. Sebenarnya, saat ini aku sedang menjalin hubungan cinta dengan gadis cantik yang berdiri di Sana. Luna Eloise"



Pria Gila itu tiba-tiba menunjukku. Hingga semua orang akhirnya melihat ke arahku.



What??! Apa dia bilang?



Aku langsung membeku. Begitupun dengan semua orang di ruangan itu. Mereka mungkin kaget dengan pengakuan bohong itu.



Di saat aku sedang dilanda kebingungan, Drey sudah berjalan ke arahku. Mengambil kesempatan dari kelengahanku. kupikir dia hanya hendak berdiri di depanku. Karena sedang banyak orang di sekeliling kami. Nyatanya Hanya dalam beberapa detik, Tanpa sempat aku mengelak, dia menciumku.



Disaksikan banyak orang, dia mengambil apa yang bukan milik Dan haknya. Lalu Setelah selesai hanya menyeringai padaku. Seolah mengejek. Dia berhasil membuktikan bahwa dia akan mendapatkan wanita manapun yang dia inginkan.



Drey tahu kelemahanku. Aku yang seharusnya marah Dan menamparnya sekarang hanya bisa berdiri Kaku menerima drama darinya. Aku adalah pengecut. Takut Akan penilaian publik padaku ataupun masalah yang akan kuhadapi jika melawan skenario dari Drey.



He's got me



Bisa kudengar suara tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan. Seolah memberi kami ucapan selamat. Padahal hanya menghancurkannya hatiku. Drey melecehkanku, Dan semua orang itu menyaksikannya. Dan di antara mereka semua adalah reporter. Sudah bisa kubayangkan masalah apa yang Akan kuhadapi besok pagi.



Aku tidak bisa mengatakan apapun. Aku segera meninggalkan pesta Setelah secara tiba-tiba resmi menjadi kekasihnya Drey. Bahkan kutinggalkan Daniel yang tidak membawa kendaraan sendiri. Karena sebagian kejadian ini salahnya. Tidak mau pulang saat kuajak. Dan dia yang kaget langsung mencecarku dengan pertanyaan seperti paparazzi yang baru saja diberi gosip.



Sepanjang jalan pulang, sambil menyetir aku menangis. Bukan begini pernyataan cinta yang kumau.



****************************



"Shut up!!"



Teriakku pada Daniel. Lalu kututup panggilan darinya. Aku kesal sekali. Ini masih pagi Dan dia sudah menelponku hanya untuk mewawancaraiku atas kejadian semalam. Ditambah dengan mengomel karena aku meninggalkannya di pesta.



Kepalaku sudah pusing. Seperti yang kuduga ada ratusan artikel tentang kami pagi ini. Kehidupanku yang sebenarnya sudah mulai tenang karena gosip dengan Casey mereda, terusik lagi.



Parahnya, hashtag "kissing in the party" Dan "DreyLuna" menjadi top trending mengikuti artikel tentang kami. Tak pelak fans ku mulai heboh kembali. Semua menggarisbawahi bahwa aku berciuman dengan Drey. Kata-kata Drey semalam juga menggiring opini bahwa kami sudah berpacaran secara sembunyi-sembunyi sebelumnya. Dan memutuskan untuk go public sekarang.



Aku jadi berpikir bahwa Drey sedang balas dendam padaku sekarang. Dengan membuat aku menerima Hal Paling kubenci. Disorot karena skandal.



Bel apartemenku berbunyi. Belajar dari pengalaman, aku memeriksa dulu siapa Tamu yang datang. Seperti dugaanku, si biang kerok dari semua ini, Drey. Maka dari itu kuambil tongkat baseball sebelum membuka pintu.



Lagipula Drey sudah tahu semua sifat burukku. Tidak Ada alasan menyembunyikan diriku lagi. Aku mungkin harus memukulnya sebagai pembalasan.



"Untuk apa lagi kau datang kemari?!"



Tanyaku dengan ketus begitu melihat Drey. Kupasang tampang Paling tidak bersahabat yang kumiliki.



Seperti biasa, Drey malah bersikap santai. Hanya Melihatku dengan tersenyum. Bahkan Setelah Melihatku bersiap memukulnya.



"Apa begini caramu menyambut pacarmu?"



Tanyanya yang kuanggap sebagai ejekan.



Media selalu menyebutku sebagai gadis manis dengan keramahan Dan sikap baiknya. Mereka semua percaya pada topeng Yang selama ini kupasang. Tetapi Drey tidak. Sehingga aku tidak peduli lagi jika dia melihat sisi brutalku ini.



Aku mendorong Drey dengan tongkat yang kubawa. Namun dengan gesit dia menarik tongkat itu. Membuatku menabrak tubuhnya. Lalu dengan cepat dia menaikkan ke bahunya. Membawaku masuk ke dalam apartemen.



Aku terkejut dengan semua tindakan Drey Dan langsung meronta. Memukul, Menjerit minta dilepaskan, semua kulakukan. Drey sama sekali tidak bergeming. Lantai ini hanya ditempati olehku, sehingga juga tidak Akan Ada yang mendengar suaraku.



"Aku Akan mengajarimu bagaimana Cara menyambut pacarmu"

__ADS_1



Kata-kata Drey itu membuat tengkuk ku mengeluarkan keringat dingin.


__ADS_2