
Aku memasukkan seluruh pakaian dan barangku ke dalam tas ransel. Sementara Drey membuang sampah yang kebanyakan adalah bungkus makanan. Kami membagi tugas, walaupun ini masih pagi. Drey harus segera pergi untuk latihan setelah mengantarku ke rumah.
Usai memastikan pondok bersih, kami pergi ke pos penjaga untuk menyerahkan kunci, dan langsung pergi setelah itu. Tidak sempat berpamitan dengan tiga sekawan. Mereka sepertinya masih tidur.
Aku menatap area perkemahan yang makin lama makin jauh itu dari kaca spion. Meski singkat dan awalnya tak menyenangkan, aku cukup menyukai tempat itu. Mungkin lain kali kami bisa datang kemari lagi.
Drey langsung pergi setelah menurunkanku di depan pagar rumah. Karena area perkemahan yang menjadi awal perjalanan cukup jauh, dia hanya punya waktu setengah jam lagi untuk menyetir ke tempat latihannya.
"Darimana saja kau ini?!!!"
Sebuah bentakan keras langsung menyambutku begitu aku membuka pagar. Daniel ternyata sudah memasang tampang sangar berdiri di sana. Entah bagaimana cara dia masuk.
"Drey kan sudah memberitahumu"
Jawabku cuek. Aku hanya melewati Daniel dan masuk ke rumah. Aku masih lelah dan ngantuk. Malas mendengarkan omelan pagi Daniel yang pastinya panjang.
"Kau ini ya, kau adalah Artis. Di mana kesadaranmu itu? Tidak tahukah kau bahwa berbahaya pergi sendirian, bla...bla...bla..."
Daniel bahkan sudah memulainya tanpa aba-aba. Terpaksa aku mendengarkannya. Di saat begini, menunggu Daniel menumpahkan semua unek-unek nya adalah pilihan terbaik. Dia tidak akan berhenti sebelum lidahnya keseleo.
"Jadi apa kalian sudah menyelesaikan masalah kalian?"
Tanya Daniel yang telah selesai dengan omelannya. Aku melirik jam. Tepat tiga puluh menit sejak dia memulainya. Ini termasuk rekor yang pendek. Biasanya Daniel bicara sampai sejam, dengan kalimat yang diulang-ulang seperti radio rusak.
"Sudah. Itu adalah salah paham di antara kami"
Daniel mendengus kesal.
"Untunglah kalau begitu. Hampir saja aku memukul Drey karena foto itu. Berani-beraninya dia menyakiti adikku yang cantik ini"
Aku ingin muntah mendengar ucapan Daniel. Kelihatan bohong sekali. Mana berani dia memukul Drey. Malahan dia yang akan terbang hanya dengan satu bogem mentah dari Drey. Daniel itu hanya badannya yang besar. Nyalinya hanya sebesar lubang hidung.
Lagipula tiba-tiba menyebutku adik yang cantik. Dia pasti punya maksud.
"Artinya kau sudah bisa bekerja kan?"
Tanya Daniel dengan sambil cengengesan. Tuh kan, persis seperti tebakanku.
"Pekerjaan apa?"
Aku malas berbasa basi dengan Daniel. Pada akhirnya aku harus tetap melakukan pekerjaan yang telah diterimanya.
"Iklan parfum yang dengan Drey itu"
"Siap!"
Jawabku cepat. Kalau yang ini aku tidak akan menolak.
******
Aku menatap ragu-ragu layar ponselku. Haruskah aku membukanya? Atau sebaiknya tidak usah? Hatiku gamang. Khawatir terluka oleh berita di luar sana, tetapi penasaran juga. Berhasilkah ide Drey untuk menghentikan rumor tentang Priscilla menggunakan foto liburan kami?
Ku beranikan diri membuka laman pencari. Tanpa sadar langsung bersorak. Berita terkait yang muncul saat aku mengetik nama Drey di mesin pencari hampir sudah tidak memperlihatkan fotonya dan Priscilla lagi. Kebanyakan artikel yang muncul membahas mengenai aku dan Drey.
Judul paling fenomenal yang ku sukai adalah "Hanya rumor jahat! Luna Eloise masih satu-satunya untuk Drey". Meskipun masih ada juga yang menganggap unggahan Drey hanyalah sebuah bentuk pembelaan diri untuk menutupi isu. Aku cukup puas dengan hasil ini. Hidup menjadi Artis memang seperti berenang dalam kubangan gosip. Di mana ada yang positif, yang negatif akan mengikuti. Kami hanya perlu cerdas mengendalikannya.
"Kerja bagus Luna. Sudah ku duga kalian memang pasangan yang diciptakan di surga"
Hampir saja aku menjatuhkan ponselku gara-gara Daniel yang mendadak memujiku. Ada apa lagi dengannya?
Daniel langsung menyodorkan ponselnya. Menunjukkan tangkapan layar dari halaman media sosial seseorang. Kalau tidak salah itu milik Niall, salah satu dari tiga sekawan yang ku temui di area perkemahan. Dia mengunggah foto kami dengan tulisan panjang di bawahnya.
Inti dari tulisan itu, Niall menceritakan bahwa aku dan Drey adalah pasangan yang menakjubkan. Tidak kelihatan seperti pasangan selebritis, justru lebih sederhana dan manusiawi. Namun, Niall mendefinisikan "They deeply love each other" dalam kata-kata itu.
Niall menuliskan pujiannya dengan baik. Cukup untuk membuat wajahku tersipu.
Di unggahan lainnya, Niall mengirim rekaman audio. Lagu yang dia ciptakan dengan temannya, Ryan dan Sarah. Lagu itu ia katakan terinspirasi dari hubunganku dengan Drey. Meski bukan sebuah lagu utuh, hanya berisi verse dan chorus yang berdurasi kurang lebih satu menit.
Dimulai dengan intro yang catchy, lagu itu membawaku pada kejadian semalam.
******
- Flashback On -
Suara nyanyian dari Ryan dan Sarah benar-benar memecah keheningan di sekitar pondok. Temaram akibat nyala lampu seadanya tidak menghentikan keasyikan kami. Aku dan Drey bahkan turut bertepuk tangan mengiringi permainan gitar Niall.
Sepertinya mereka menguasai semua lagu. Apapun lagu yang aku dan Drey minta mereka bisa memainkannya. Pengalaman menjadi musisi jalanan yang telah melanglang buana selama tiga tahun.
__ADS_1
"Kalian ahli sekali. Apa tidak berkeinginan untuk segera masuk dapur rekaman?"
Tanya Drey di sela jeda lagu mereka. Aku segera menyikut Drey. Pertanyaan yang tidak peka sekali. Padahal mereka sudah bercerita tadi, tentang masalah mereka. Masuk dapur rekaman butuh banyak uang, dan mereka belum punya banyak lagu untuk dikirim sebagai demo. Aku khawatir mereka akan tersinggung dengan pertanyaan Drey.
Sebaliknya, Niall dan kawan-kawannya justru tertawa.
"Jika kesempatan itu ada, kami tidak akan menyia-nyiakannya"
Jawab Niall.
"Sebenarnya ada cara lain untuk membuka kesempatan itu. Kalian tidak harus menunggu jawaban dari demo rekaman lagu. Jika kalian bisa membuat dunia mengenal kalian, tidak perlu mengeluarkan album lebih dulu agar orang mendengarkan musik kalian"
Entah kenapa aku merasa Drey sedang memulai sesuatu yang berbahaya. Namun Niall dan teman-temannya malah sepertinya tertarik dengan ide Drey.
"Kalian bisa memanfaatkan popularitas kami"
Lanjut Drey.
Kami?
Sudah ku duga, Drey memiliki ide gila di kepalanya. Aku langsung mencekal lengannya, sebelum ia bicara lebih banyak. Kami ini Artis, memiliki reputasi yang harus dijaga. Reputasi adalah segalanya, sekali rusak akan sulit diperbaiki. Dan sekarang, entah apa yang ada di pikiran Drey hendak mempertaruhkan reputasi kami untuk orang yang baru dikenalnya.
Namun Drey malah memasang ekspresi "jangan khawatir" padaku.
"Jika kalian bisa sedikit membantu membangun imej kami, mungkin kalian bisa memanfaatkan nama kami dalam musik kalian"
Tentu saja tawaran Drey itu langsung diterima secepat kilat oleh Niall dkk. Walaupun pada malam itu aku tidak paham maksud "membangun imej" yang dimaksud Drey.
- Flashback Off -
******
Kini aku paham semuanya. Unggahan Niall yang memuji hubungan kami adalah "membangun imej" yang diminta Drey. Selama ini, tanpa sadar publik sangat mudah terpengaruh oleh opini saat menilai seorang Artis. Orang akan lebih percaya bahwa hubunganku dengan Drey baik-baik saja, bukan karena kami atau reporter yang mengatakannya. Namun karena ada orang dalam posisi netral yang mengatakan begitu tentang kami. Terutama yang pernah bertemu langsung.
Drey meminta Niall menjual kata-kata pujian itu di media sosialnya. Agar publik percaya, bahwa aku dan Drey memang pasangan ideal yang saling mencintai. Pendapat Niall itu akan dengan mudah menghancurkan rumor mengenai Priscilla.
Buktinya, tidak ada komentar negatif di unggahan milik Niall. Semua mengatakan setuju pada pendapat Niall. Berbeda dengan saat Drey sendiri yang memasang foto kami di media sosialnya. Masih ada yang mengatakan bahwa itu hanya sebuah bentuk pengalihan isu.
Sebagai balas jasa untuk Niall, Drey menawarkannya menggunakan popularitasku dan Drey. Karena itu Niall mengunggah lagu yang katanya dibuat terinspirasi dari hubunganku. Dengan begitu, fans ku dan Drey akan merasa penasaran. Mereka akan mendengar lagu milik Niall dkk. Mungkin mempopulerkannya. Dengan begini, grup musik Niall akan dikenal tanpa perlu masuk dapur rekaman lebih dulu.
Drey sungguh hebat. Mungkin dia lebih berpengalaman sebagai selebriti daripada aku. Caranya menggunakan orang dan popularitas sangat efektif.
Changes my color and the world I've living for.
She's a blend of craziness and happiness,
Tough body with steel heart,
Yet, the sweetness that melts in the mouth,
She is everything my heart dreams of.
A home for me to live in the rest of my life...
(Tidak ada yang bisa mendeskripsikan sihir miliknya,
Mengubah warna dan hidup yang telah ku jalani.
Dia adalah campuran dari kegilaan dan kebahagiaan,
Tubuh keras dengan hati baja,
Namun, rasa manis yang meleleh di mulut,
Dia adalah segalanya yang diimpikan hatiku.
Sebuah rumah untuk ku tinggali seumur hidupku)
Suara lembut milik Sarah dan serak Ryan membawakan lagu itu dengan baik. Melengkapi iringan gitar Niall yang catchy. Jujur saja, meski sederhana, lagunya enak untuk didengarkan.
Apakah hanya perasaanku saja, atau lirik dalam lagu itu seolah dibuat mendeskripsikan diriku?
Kemarin, Drey membicarakan lirik dengan Niall tanpa melibatkanku.
"Lagunya bagus juga"
Puji Daniel yang mendengarkannya denganku.
__ADS_1
"Tapi, apa judulnya? Sepertinya bukan dalam bahasa inggris. Dra..dra--"
Daniel kesulitan mengeja tulisan "Draiocht" yang tertulis di kolom keterangan.
"Dree-uct. Itu adalah bahasa Irlandia untuk sihir"
Sela Drey yang baru datang. Dia langsung bergabung dengan kami setelah menghantarkan ciuman di puncak rambutku.
"Kenapa sihir? Kedengarannya jadi seperti kau mengatakan kalau aku ini penyihir"
Protesku.
"Kau kan memang penyihir. Sudah menyihir hatiku hingga aku tunduk sepenuhnya padamu"
Drey mulai menggombal. Kali ini Daniel yang merespon dengan wajah tidak terima.
"Tempo hari kalian bertengkar seperti sudah mau perang dunia saja. Membuat heboh semua orang. Sekarang sudah berdamai, langsung bertingkah seperti pasangan telenovela"
Sembur Daniel. Aku dan Drey hanya tertawa, membuat dia Makin dongkol.
"Sudah! Aku pergi saja"
Pamit Daniel masih sebal. Aku hanya melambaikan tangan. Lagipula di sini dia juga hanya akan mengganggu saja.
Aku mendengarkan berulang-ulang rekaman audio Niall dkk. Rasanya lirik di dalamnya sudah membuatku jatuh hati.
"Kau menyukainya?"
Tanya Drey yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.
"Aku tidak tahu kalau kau menganggapku sebagai sebuah kegilaan"
Komentarku terhadap salah satu penggalan lirik di sana.
"Kau memang kegilaan. Tidak pernah aku segila ini pada wanita manapun. Kau membuatku jungkir balik hanya dengan tertawa atau menangis. Selalu Kabur setiap ada masalah. Kalau bukan kau, aku tidak akan mau repot-repot mengejar sampai ke area perkemahan antah berantah itu"
Entah Drey sedang meledek atau malah memujiku. Namun dikatakan sebagai penyebab kekacauan dalam dirinya, aku menyukainya.
"Karena itu kau repot-repot menyuruh orang memuji kita? Sampai membuatkan lagu juga?"
Tanyaku lagi.
"Hm... Yah, sebenarnya aku punya alasan lain"
"Apa itu?"
Mimik wajah Drey mendadak berubah serius. Dia menggenggam tanganku.
"Sugar, ayahku adalah orang yang jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya"
Aku mendengarkan seksama ucapan Drey. Membawa nama Richard, membuat perasaanku menjadi tidak enak.
"Fotoku dan Priscilla, mungkin adalah perbuatan ayahku. Aku malu mengakuinya, tetapi ayahku adalah pria licik yang akan melakukan segalanya demi tujuannya. Perkiraanku, dia menyebarkan foto itu untuk menggoyahkan hubungan kita. Di lain sisi juga membentuk opini publik bahwa hubungan kita sama rapuhnya dengan hubungan-hubunganku sebelumnya. Hanya saja ayahku tidak bisa mencederai reputasi Priscilla sebagai gadis selingkuhan, sehingga memilih angle foto yang tidak menampakkan wajahnya. Dia tahu betul kelemahan kita sebagai seorang publik figur. Jadi memanfaatkan peran media untuk itu"
Ini adalah pertama kalinya Drey mau bicara panjang lebar mengenai Richard. Sepertinya aku terlalu menganggap remeh ayah Drey itu.
"Aku tidak punya kekuasaan sebesar ayahku yang bisa menggerakkan media untuk membuat dan menghapus rumor. Karenanya aku berusaha menggerakkan opini publik lewat Niall. Membentuk imej dan membuat orang percaya bahwa kita adalah pasangan impian. Memang sama liciknya, tetapi setidaknya aku bisa menghentikan keusilan ayahku"
Drey hati-hati menjelaskan semua pemikirannya padaku. Mungkin takut aku salah paham lagi.
"Tapi aku juga tidak sepenuhnya bohong. Aku hanya meminta Niall menuliskan hal bagus tentang kita, dia sendiri yang menulis detailnya"
Drey tiba-tiba malah membuat pembelaan.
"Lagu itu juga. Aku sungguh-sungguh ingin membuatnya sebagai hadiah untukmu. Ku katakan apa saja yang ingin ku sampaikan padamu. Jadi lagu itu adalah curahan hatiku untukmu"
Aku tertawa mendengar klaim Drey. Sepertinya takut sekali aku menganggapnya tidak tulus.
"Hm.. ya, aku menyukainya"
Jawabku. Drey segera mengulas senyum bangga.
Aku ingat, kemarin hanya satu pertengkaran. Satu saja. Tidak menyangka jika membuat kami menemukan hal baru sebanyak ini.
******
Aku rasa lagu Niall dkk memang seperti judulnya yang berarti sihir. Berhasil menyihir orang-orang yang mendengarkannya. Dalam waktu singkat, lagu pendek itu menjadi sangat viral, tidak hanya di kalangan penggemarku dan Drey saja. Hampir mewabah pada semua orang. Membuat namaku dan Drey menjadi banyak diperbincangkan akhir-akhir ini.
__ADS_1
Rencananya, lagu itu hanya dipakai sebagai alat mempopulerkan grup musik Niall. Ternyata popularitasku dan Drey ikutan meroket juga. Tawaran pekerjaan pada kami banjir. Banyak yang mengundang kami untuk tampil bersama. Jika sebelumnya terbatas pada wawancara dengan media, sekarang bahkan acara talk show mengundang kami.
Banyak yang ingin mendengar kisah kami. Setelah imej sebagai pasangan impian disematkan pada kami, orang mulai tertarik mendengarkannya. Membawa kami pada fase baru dalam hubungan kami sebagai kekasih sekaligus partner kerja.