
Luna melambaikan tangan padaku sehingga aku bergegas menghampirinya.
"Kau pasti lelah," Ujarku sambil memeluknya. Lalu segera meraih kopernya.
"Ehem...ehem..." Gracey berdeham meminta perhatian. Ternyata dia Dan teman-temannya Ada di belakang Luna.
"Jadi, kami juga bisa mendapat tumpangan?" Tanya Gracey.
"Panggil saja taksi" jawabku sambil menunjuk taksi yang sedang berjajar di luar. Membuat mereka cemberut seperti hendak menjambakku. Sementara Luna hanya tertawa.
"Terima kasih, lain kali aku pasti akan menraktir kalian makanan, kami pulang dulu," pamit Luna. Dia lantas berpelukan dengan mereka. Lalu kami melangkah pergi duluan.
"Sejak kapan kau berteman dengan mereka?" Tanyaku heran. Luna memang pamit akan pergi dengan mereka. Tapi aku tidak tahu jika mereka sudah seakrab ini.
"Berteman atau tidak, lagipula aku Akan tetap bertemu dengan mereka" Luna menjawab sambil menyindirku. Dia tersenyum melihatku.
"Jadi, kemana saja Kalian pergi selama di Sana?" Tanyaku mengganti topik.
Mendadak senyum di wajah Luna pupus. Dia bahkan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Kami hanya pergi makan malam," jawab Luna. Suaranya terdengar aneh, kelihatan sekali sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Membuatku ingin menginterogasinya lebih intens.
"Kemana?"
"Yah.. ke restoran"
"Kau menyembunyikan sesuatu?" Sela ku Tak sabar. Luna hanya diam Setelah itu, membuktikan bahwa kecurigaanku benar.
"Kau sebaiknya mengatakan apa itu. Lagipula aku bisa mencari tahu sendiri jika mau"
Perlahan, Luna memutar kepalanya untuk melihatku. Dia tersenyum canggung sebelum menyebutkan sebuah nama tempat yang ku harap hanya salah dengar saja.
"Night Paradise"
"Mereka membawamu ke tempat itu?!!" Tanyaku dengan suara keras. Luna sampai terkejut mendengarnya.
Bagi penikmat pesta dan kehidupan malam sepertiku, tempat itu tidak asing. Tempat yang hanya bisa dikunjungi orang tertentu, kebanyakan adalah wanita kalangan atas. Bukan untuk Hal baik tentunya. Mendengar Luna berkunjung kesana Rasanya darahku langsung mendidih sampai ke ubun-ubun. Aku sampai mengeratkan pegangan di kemudiku untuk sedikit menahannya.
"Aku juga tidak tahu tempat apa itu awalnya. Aku benar-benar hanya pergi untuk makan malam, lagipula mereka juga tidak melakukan Hal aneh di Sana," jawab Luna membela diri.
Sepertinya aku melakukan kesalahan terlalu membiarkan Luna bebas bergaul dengan para wanita itu. Gracey memang baik, tetapi dia Paling pintar untuk menarik orang lain ikut dalam lingkarannya. Aku bahkan masih ingat pertama bertemu Melina, masih seseorang yang malu-malu di dekat lelaki. Dia hanya mengekor pada orang di sekitarnya. Sekarang, Melina malah menjadi salah satu wanita paling terkenal di lantai pesta. Semua sejak mengenal Gracey.
Aku tidak ingin Luna mengenal dunia mereka. Namun salah juga jika aku marah-marah pada Luna dalam situasi ini.
"Lain Kali kau harus bilang padaku jika ingin pergi dengan mereka" ujarku Setelah mulai tenang.
"Baik, aku mengerti," jawab Luna menurut. Aku segera mengusap kepalanya.
__ADS_1
*****
Latihan selesai lebih cepat Hari ini, jadi aku berencana untuk mampir ke tempat syuting Luna. Hanya saja sebelum aku pergi, sebuah mobil menghampiriku. Saat kacanya dibuka, Ada Priscilla di Sana.
"Ada urusan apa?" Tanyaku tak bersahabat.
"Naiklah. Aku akan menjelaskannya di Mobil"
Dia mengabaikan pertanyaanku Dan malah memberi perintah. Aku berpikir dulu sebelum akhirnya memutuskan Naik Mobil dengannya. Lagipula Ada supir dengan kami, aku yakin dia tidak akan mengajakku ke tempat yang aneh.
"Sebenarnya Kita akan pergi kemana?" Tanyaku tak sabar. Dilihat dari rutenya, ini berlawanan arah dengan rumahku.
"Menurutku Miss Eloise itu aneh," bukannya menjawab, dia malah mengatakan sesuatu yang tidak Ada hubungannya.
Sebenarnya aku malas menanggapi ocehannya. Dia mengajakku Naik mobilnya hanya untuk menggosipkan Luna. Tapi aku harus tahu tujuannya yang sebenarnya.
"Aneh bagaimana?" Tanyaku akhirnya.
"Dia punya banyak kesempatan untuk membunuhku"
"Hoey, bukankah itu sudah keterlaluan? Memangnya Luna itu pembunuh?" Sergahku Tak terima.
Wanita itu malah tertawa, "Bukankah itu yang biasanya dilakukan oleh tokoh antagonis di film romansa?"
Aku berdecak kesal. Kalau saja tidak Ada orang lain di sini, mungkin aku memilih menyumpal mulutnya. Berani sekali dia mengatai Luna ku dengan sebutan antagonis. Bukannya dia yang jadi pemeran jahatnya di cerita ini?
"Aku rasa, kau malah salah menaruh pemeran. Harusnya kau lah yang jadi antagonisnya"
"Itu Kan menurutmu, tetapi dari sudut pandangku, dialah yang salah"
Aku hanya melengos tidak peduli. Rasanya tidak Ada gunanya berdebat dengan Priscilla. Entah telinganya yang Kotor atau memang pemikirannya yang kolot, hingga tidak bisa memahami ucapan orang lain.
"Saat aku pingsan Dan Tak sadarkan diri, saat makan siang dengan kalian, lalu saat aku hampir memakan almond," Dia menyebutkan Hal yang tak ku pahami sambil berhitung dengan jarinya.
"Diamlah! Aku tidak tertarik untuk mendengarnya," ujarku gemas.
Priscilla akhirnya diam dan memandang ke arah jendela.
"Aku tidak pernah bertemu musuh yang bersikap sebaik Dan semanis dia" gumam Priscilla. Suaranya lirih hampir Tak terdengar karena dia menutupi mulutnya.
Sialnya, sampai akhir Priscilla tidak menjelaskan kemana kami akan pergi. Tahu-tahu Mobil ini membawa kami ke sebuah tempat asing yang sudah sering ku lihat di berita. Ini kediaman keluarga Priscilla!
"Ayo, turunlah" ajak Priscilla.
Aku sedikit gelisah karena tidak tahu alasannya mengajakku kemari. Apalagi saat aku melihat ada Mobil ayahku juga terparkir di Sana. Jika wanita ini mengajakku kemari karena ingin mempercepat perjodohan, aku pasti tidak segan membuatnya lebih malu dari saat makan malam.
Namun di luar dugaanku, di pertemuan kali ini Priscilla justru meminta orang tuanya membatalkan perjodohan. Dia menggunakan alasan bahwa profesiku sebagai pemain sepak bola mungkin akan membuatnya sulit untuk tetap tinggal di Inggris. Padahal dia masih ingin berkontribusi lebih banyak pada masyarakat. Dia mengatakan semuanya seolah-olah sudah lebih dulu membuat kesepakatan denganku.
__ADS_1
Kali ini ayahku juga berada di pihakku. Dia mengatakan bahwa kecil kemungkinan aku beralih pada bisnis sehingga yang dikatakan Priscilla menjadi masuk akal. Profesiku memang susah ditebak akan membawaku pergi kemana suatu saat nanti.
Untungnya kedua orang tua Priscilla juga pengertian, mereka tidak menanggapinya secara berlebihan. Lagipula masalah perjodohan ini belum pernah dipublikasikan secara umum. Jadi tidak Akan Ada yang dipermalukan karena pembatalan ini.
Ayahku masih melanjutkan pembicaraan lain dengan orang tua Priscilla. Sementara aku sudah pamit karena tidak Ada urusan lagi di sini.
"Kenapa kau tiba-tiba merubah pikiranmu?" Tanyaku Setelah tinggal aku Dan Priscilla berdua di lantai bawah.
Priscilla tidak memperhatikanku, dia malah sibuk mengamati ikan di kolamnya.
"Kenapa kau suka sekali mengabaikan pertanyaan orang?" Protesku. Rasanya seharian ini aku sama sekali tidak didengarkan.
"Apa kau berjanji tidak akan membocorkannya jika aku memberi tahumu?"
"Ya," jawabku dongkol.
Priscilla tersenyum.
*****
Jalanan sudah mulai padat karena memasuki jam pulang kerja. Tapi memberiku waktu untuk memperhatikan jalan dengan lebih baik. Aku memikirkan jika Luna mungkin saja menyukai ini. Pemandangan musim gugur. Karena itu akhir-akhir ini setiap kami pergi keluar, dia tidak pernah melepaskan pandangannya dari jalanan.
Tiba-tiba saja aku jadi teringat dengan ocehan panjang Priscilla tadi. Saat ku Tanya apa alasannya berubah pikiran, cukup mengejutkan saat dia bilang itu karena Luna.
Walaupun dia memang khawatir memiliki suami yang punya Masa lalu dengan banyak wanita, tetapi Priscilla lebih cenderung memutuskan melepaskan perjodohan karena Luna.
Priscilla bilang, selama ini dia merasa iri pada Luna. Dia merasa Luna sama dengannya, banyak Mata mengawasi mereka. Mereka tidak boleh melakukan kesalahan di depan publik dan harus selalu menjaga setiap tingkah lakunya. Namun, walaupun dengan tekanan seperti itu Luna tetap menjadi orang yang carefree.
Berbeda dengan Priscilla yang harus mengenakan topeng palsu. Dia hanya berusaha menampakkan sisi baik dari dirinya. Menurutnya itu aneh, karena walaupun dengan keterus terangannya, Luna tetap bisa menarik orang mendekat padanya.
Luna seolah tidak pernah menyembunyikan dirinya. Tersenyum, marah, sedih, hampir semua tergambar dengan jelas di wajahnya. Dia juga mengatakan semua yang dia inginkan tidak peduli seperti apa orang yang Ada di depannya. Namun terlepas dengan tindakannya yang jujur itu, Luna tetap membuat orang lain berpikir bahwa dia orang yang baik.
Bahkan pada Priscilla, Luna menunjukkan bahwa dia tidak suka kehadirannya, di saat yang bersamaan selalu mempedulikannya. Luna memberinya snack saat ia pingsan karena diet. Lalu menjauhkan almond darinya. Padahal orang lain, tidak Akan repot-repot mengurusi musuhnya seperti itu.
Aku bisa memahami itu. Luna memang sering melakukan Hal spontan, dia penuh kepedulian pada orang lain. Seolah bisa memahami Luka seperti orang itu. Sehingga orang tahu bahwa semua kebaikan yang dilakukannya itu tulus dan bukan sebuah kepura-puraan. Dan Hal itu membuatnya menarik.
Karena itu, Priscilla menjadi penasaran. Ingin mencoba merebutku. Mungkin dengan begitu Priscilla bisa mengeluarkan sisi dirinya yang asli atau jahat darinya. Dia berpikir bahwa yang ia lihat selama ini hanyalah Cara Luna mendapatkan perhatian dari sekitarnya. Hingga akhirnya sadar, bahwa Luna memang gadis baik.
"Dia bilang, dia tidak Akan mengambil apa yang bukan miliknya. Aku rasa, meski akhirnya kau menjadi milikku, dia tidak Akan membalas dendam dengan mencoba merebutmu kembali"
Itu kata Priscilla, menunjuk pada apa yang membuatnya berpikir bahwa Luna memang baik.
Dia bahkan langsung percaya saat aku menceritakan bahwa terakhir kali, Priscilla juga tidak tahu kalau Luna membelanya Setelah aku mempermalukannya.
"Aku tidak pernah punya seseorang yang ku panggil dengan sebutan teman sebelumnya. Karena Semua orang selalu mendekatiku demi keuntungannya. Luna mungkin juga memiliki maksud seperti itu, tetapi aku tidak keberatan memberi Luna julukan itu," ujar Priscilla sebelum kami berpisah.
"Dasar," gumamku. Namun aku berharap Luna akan mendengar semua perkataan Priscilla itu. Agar dia tahu, berapa banyak orang yang berubah karena dia. Luna selalu menemukan Cara menarik orang masuk ke dalam lingkarannya. Dan aku lega, dia tidak menarik untuk sesuatu yang buruk.
__ADS_1