Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Hidupmu butuh aksi


__ADS_3

"Kok sudah alhamdulillah? kan masih belum halal?"


"kalau masih belum halal, ya segera dihalalkan atuh biar cepat tusuk sate." sahut Fahrul sambil tertawa kecil.


"Mm? tusuk sate?" Wira dan Angel membulatkan kedua matanya.


"Iya" fahrul mengangguk.


"maksudnya tusuk sate itu apa?"


"ya biasalah pengantin baru." dilanjutkannya sambil tertawa lagi.


"Oohh..."


Sejenak Wira melihat kearah ustadz muda yang sedang terdiam seperti sedang memikirkan beban hidupnya itu.


"Ustadz." sambil menepuk lengannya.


"Mm?"


"Sepertinya dari tadi saya perhatikan, ustadz ini sedang memikirkan sesuatu. Memangnya sedang memikirkan apa, ustadz? kalau boleh tau."


Ustadz muda terdiam sejenak.


"Ehh tidak, saya tidak sedang memikirkan sesuatu apapun."


Semua temannya melihat kearah ustadz muda.


"Beneran nih? kami juga bisa kok jadi teman curhat ustadz." timpal Angel.


Ustadz muda menggeleng. "Tidak, saya tidak apa-apa."


"Oh ya, by the way ustadz muda sedang bersama siapa di rumah sakit itu? siapa yang sakit?" tanyanya Angel.


"Sakit?" Wira terkejut mendengar itu dan Angel pun mengangguk.


"Siapa yang sakit, ustadz?" ujarnya kemudian.


Sejenak ustadz muda terdiam memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Bismillah.. mungkin ini sudah waktunya untuk saya berbicara jujur atas apa yang sudah terjadi kemarin.


"Dinda, Wira." ujarnya ustadz muda dengan gugup.


"Apa? Dinda?" Wira dan Angel terkejut mendengar itu.


Ustadz muda mengangguk. "Iya, dia mengalami kecelakaan karena saya."


"Lalu, bagaimana keadaan dia saat ini?"


"Alhamdulillah, saat ini sudah membaik. Dokter pun juga sudah membolehkannya pulang."


"Alhamdulillah.." sambil menghela nafas.


"Jadi.. karena itu ustadz muda tidak datang menemani kami sewaktu acara Tartil Qur'an kemarin?"


Ustadz muda mengangguk.


"Kenapa ustadz muda tidak memberikan kabar kepada kami? kami kan bisa mampir sebentar untuk menjenguk Dinda."


"Saya tidak ingin masalah ini sampai keluar dan banyak orang yang tau, dan menambah masalah untuk yang lainnya. Jadi ya sebaiknya cukup saya saja yang tau masalah saya ini."


"Jadi, saya minta tolong kepada kalian untuk tidak berbicara masalah ini kepada orang lain, terutama ustadzah karena jikalau dia sampai tau pasti ini semua akan menyebar kemana-mana." sambungnya.


"Kalian bisa kan, jaga rahasia saya?" ujarnya ustadz muda kepada yang lainnya.


Sejenak semuanya terdiam.


"Tapi ustadz.." ujarnya Angel lalu disela oleh ustadz muda.


"Bisa tidak?"


"Baiklah, kalau begitu yang diinginkan ustadz. Tidak apa-apa. Kasihan ustadz muda, biar tidak menambah beban di pikirannya." ujarnya Wira.


"Yasudah tidak apa-apa." timpal Angel.


"Mmmm" sambil mengangguk fahrul dan firman.


"Jangan mmmm terus, iya gitu." ujarnya Angel menegurnya.

__ADS_1


"Tidak perlu banyak teori, hidupmu butuh aksi." ujarnya fahrul.


"Widiiihhh.. sip, sip." sambil mengacungkan jempolnya kepada fahrul.


Sejenak mereka bercanda untuk menghilangkan rasa kekhawatiran dari dalam diri ustadz muda, karena mereka tidak ingin ustadz muda merasa terbebani dengan apa yang sudah terjadi didalam hidupnya.


"Jadi bagaimana nih sekarang?" tanyanya Wira kepada ustadz muda.


"Bagaimana apanya?"


"Ustadz muda sudah suka sama janda? eh, Dinda maksudnya." sambil menyengir.


"Suka apanya? lah wong saya itu cuma ngebantu sama ngerawat dia, saya ini cuma menunjukkan kalau saya laki-laki sejati dan saya mau bertanggung jawab." ujarnya ustadz muda membela diri.


"Wahh.. bagus itu ustadz muda." Angel menimpali.


"Lalu kalau anak orang tiba-tiba baper dengan ustadz, bagaimana?" celetuk Fahrul.


"Ya nikahi saja lah, kan tadi kata ustadz muda sendiri mau bertanggung jawab." timpal Firman.


Ustadz muda terdiam membisu tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya itu karena dirinya seakan terjebak dengan perkataannya sendiri.


"Wahh.. enak ya langsung nikah. Langsung tusuk sate itu pasti." ujarnya fahrul yang didalam fikirannya sudah traveling.


"Isshh, dari tadi tusuk sate terus." ucap firman sambil menepuk lengannya.


"Sakit man." sambil mengusap lengannya kemudian beralih menatap kearah ustadz muda. "hati-hati loh ustadz muda. Janda semakin didepan, hiyaa."


Semuanya tertawa kecil mendengar candaan Fahrul.


"Bukan janda tapi Dinda." sahut ustadz muda.


"Wahh.. ternyata cinta tidak membuat ustadz muda menjadi buta ya?" ucap firman.


Kemudian teman yang lain kembali tertawa lagi. Sementara itu ustadz muda tersenyum menunduk karena diledeki oleh santri-santrinya itu.


.


Disisi lain.

__ADS_1


Melihat itu semua semakin membakar amarah Zein yang sedari tadi sudah mengintip Angel dan Wira.


Angel, bagaimana bisa kamu bahagia tanpaku? aku disini. Coba kamu lihat kearah sini.


__ADS_2