Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Tidak ingin pulang


__ADS_3

Lalu kemudian Raka pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan kearah keluar menuju mobil.


Alhamdulillah.. akhirnya kau sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Aku senang mendengarnya..


Lalu kemudian Raka menaiki mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Dia dalam perjalanan menuju kantornya, dan dia sedang mencari ponselnya untuk menghubungi mamanya.


" Iya ada apa ka? " tanya mamanya dalam panggilan telepon.


" Eh iya, assalamualaikum ma. Aku cuma ingin memberi tahu kalau Wira saat ini sudah pulang dari klinik dan sekarang dia ada di pesantrennya. " jawab Raka.


" Waalaikumsalam, benarkah? alhamdulilah kalau seperti itu ka. Mama juga ikut senang mendengar berita ini. Apa dia pulang diantar kamu? "


" Tidak ma, kata receptionis dia pulang tadi pagi. Mungkin dia pulang bersama Dewa ke pesantren. "


" Ohh yasudah tidak apa-apa. Yang penting dia pulang dalam keadaan selamat. "


" Iya ma. Oh iya, yang masalah untuk bertemu Wira aku rasa jangan sekarang dulu ya ma? karena situasi nya masih kurang nyaman. Kan Wira baru pulang dari klinik dan harus istirahat. "


" Iyadah nak, tidak apa-apa. Mama tidak memaksa dia untuk bertemu dengan mama. Mama hanya ingin mengajaknya makan bersama sambil mengobrol. Itu saja. "


" Iya sudah ma, kalau tidak apa-apa. Yang penting mama tidak marah dan bersedih. Kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu. Assalamualaikum. "


" Iya nak, mama tidak apa-apa. Iya waalaikumsalam. Hati-hati ya nak. "


" Iya ma. " ujarnya sambil mematikan panggilan teleponnya dan fokus menyetir.


...****************...

__ADS_1


Angel dan Cantika berjalan menuju gerbang. Dan mereka mencari seseorang dengan melihat keadaan sekitar. Mereka tidak melihat di sekelilingnya tidak ada orang lain kecuali satpam penjaga gerbang itu. Lalu mereka menghampirinya dan bertanya kepadanya.


" Permisi pak, katanya ada tamu yang mencari ku? " ujar Angel kepada penjaga gerbang itu.


" Oh iya benar nduk, ada yang mencarimu tadi. " sahutnya.


" Dimana dia saat ini? "


" Dia... "


Ucapan satpam itu terpotong karena melihat seseorang di belakang Angel dan Cantika.


" Kau sedang mencari ku? " ujar seorang laki-laki itu.


Seketika Angel dan Cantika menoleh kearah suara itu.


" Afka. " ujar Angel seakan tak percaya dengan kehadiran orang itu.


" Dewi. " sahutnya sambil tersenyum kepadanya.


Cantika merasa heran, bagaimana bisa mereka saling kenal. Cantika terus menoleh kearah Angel.


Laki-laki itu kemudian berjalan mendekati Angel dan Cantika.


" Stop ! " ujar Cantika menghentikan langkah laki-laki itu.


" Kau ini siapa? Laki-laki dan perempuan itu dilarang bertemu apa lagi berdekatan, apa lagi ini di area pesantren. " lanjutnya lagi.

__ADS_1


" Perkenalkan, nama saya Zeinino Afka Sagara. Kamu bisa panggil saya Afka. " sahutnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Oh jadi nama kamu Afka? iya sudah salam kenal. Maaf aku tidak bisa menerima uluran tangan darimu. Kita belum muhrim. " ucap Cantika.


" Lalu untuk apa datang kesini? dan ada perlu apa kamu ingin menemui Angel? " sambung Cantika sambil bertanya kepadanya.


Angel terdiam menunduk dan Afka tersenyum melihatnya.


" Aku ada urusan yang belum selesai dengan Angel. " jawabnya.


" Urusan apa? "


" Urusan masa lalu. "


" Hmm? " Cantika kaget dan menatap kearah Angel.


Seketika itu Angel pergi meninggalkan tempat itu dengan berlari kecil. Afka mencoba untuk menahannya.


" Mau pergi kemana Angel, Angel. " sambil memanggil namanya berharap Angel berhenti. Namun Angel tidak menghiraukannya dan tetap pergi meninggalkan keduanya.


" Sudah, tidak usah berteriak. Mungkin dia memang sudah tidak ingin bertemu lagi denganmu. Kau sebaiknya pulang saja. " ujar Cantika kepadanya.


" Aku tidak ingin pulang, aku ingin bertemu dan berbicara dengan Angel. "


" Tapi Angel saat ini sudah tidak mau berbicara denganmu lagi. Sebaiknya kau pulang saja dulu, aku memang tidak tahu permasalahan kalian ini seperti apa, tapi kumohon kau jaga sikap. Ini di area pesantren, tidak baik berteriak seperti itu. Mungkin dilain waktu kau bisa datang lagi kesini. "


" Baiklah, yang dikatakan kamu benar. Kalau begitu, aku mohon pamit. Mari. " sambil meninggalkan Cantika.

__ADS_1


" Iya, mari. "


__ADS_2